Berita Besar

Sabtu, 1 November 2008

Bacaan : Roma 10:9-15

10:9 Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.

 

10:10 Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.

 

10:11 Karena Kitab Suci berkata: “Barangsiapa yang percaya kepada Dia, tidak akan dipermalukan.”

 

10:12. Sebab tidak ada perbedaan antara orang Yahudi dan orang Yunani. Karena, Allah yang satu itu adalah Tuhan dari semua orang, kaya bagi semua orang yang berseru kepada-Nya.

 

10:13 Sebab, barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan, akan diselamatkan.

 

10:14 Tetapi bagaimana mereka dapat berseru kepada-Nya, jika mereka tidak percaya kepada Dia? Bagaimana mereka dapat percaya kepada Dia, jika mereka tidak mendengar tentang Dia. Bagaimana mereka mendengar tentang Dia, jika tidak ada yang memberitakan-Nya?

 

10:15 Dan bagaimana mereka dapat memberitakan-Nya, jika mereka tidak diutus? Seperti ada tertulis: “Betapa indahnya kedatangan mereka yang membawa kabar baik!”

 

Berita Besar

Suatu hari Billy Graham sedang berada di dalam lift bersama sahabat karibnya, Graeme Keith. Kemudian seseorang masuk dan segera mengenali Billy Graham. “Maaf, Anda Billy Graham, bukan?” tanyanya. “Ya,” jawab Billy. Orang itu menunjukkan wajah kagum lalu berkata, “Wah, Anda benar-benar orang besar!” Segera saja Billy Graham menjawab, “Bukan! Saya bukan orang besar. Saya hanya punya sebuah berita besar!”

Billy Graham benar. Setiap orang percaya punya berita besar untuk dibagikan. Isi berita itu singkat: Yesus adalah Tuhan. Siapa yang percaya, akan diselamatkan. Berita ini bisa berdampak luar biasa bagi si penerima berita. Ini menyangkut keselamatan kekalnya. Betapa sayang jika ada orang yang binasa hanya karena tak seorang pun pernah menyampaikan berita itu kepadanya.

Paulus hidup pada zaman ketika media massa belum ada. Satu-satunya cara untuk menyampaikan berita penting adalah lewat seorang “pembawa berita”. Perannya sangat vital. Lidahnya “menyimpan” informasi berharga. Jika ia hanya diam, masyarakat bisa dirugikan karena kehilangan informasi penting. Tak heran, kedatangan seorang pembawa berita sangat dinantikan.

Kini zaman sudah sangat maju. Orang bisa mendengar berita Injil lewat berbagai media massa. Namun, pendekatan pribadi tetap perlu dilakukan untuk meyakinkan orang pada berita besar tersebut. Berita itu harus disampaikan dengan disertai sentuhan kasih Allah. Media massa tidak dapat melakukannya. Namun Anda bisa. Itu sebabnya Allah ingin memakai Anda menjadi pembawa berita-Nya -JTI

ALLAH MENGINGINKAN ANDA MENJADI PEMBAWA BERITA

KARENA CAHAYA KASIH-NYA TERCERMIN DI WAJAH ANDA

Iklan