Takut Salah

Senin, 3 November 2008

Bacaan : 1Yohanes 2:28-3:10

2:28. Maka sekarang, anak-anakku, tinggallah di dalam Kristus, supaya apabila Ia menyatakan diri-Nya, kita beroleh keberanian percaya dan tidak usah malu terhadap Dia pada hari kedatangan-Nya.

 

2:29 Jikalau kamu tahu, bahwa Ia adalah benar, kamu harus tahu juga, bahwa setiap orang, yang berbuat kebenaran, lahir dari pada-Nya.

 

3:1. Lihatlah, betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah. Karena itu dunia tidak mengenal kita, sebab dunia tidak mengenal Dia.

 

3:2 Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya.

 

3:3 Setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepada-Nya, menyucikan diri sama seperti Dia yang adalah suci.

 

3:4. Setiap orang yang berbuat dosa, melanggar juga hukum Allah, sebab dosa ialah pelanggaran hukum Allah.

 

3:5 Dan kamu tahu, bahwa Ia telah menyatakan diri-Nya, supaya Ia menghapus segala dosa, dan di dalam Dia tidak ada dosa.

 

3:6 Karena itu setiap orang yang tetap berada di dalam Dia, tidak berbuat dosa lagi; setiap orang yang tetap berbuat dosa, tidak melihat dan tidak mengenal Dia.

 

3:7 Anak-anakku, janganlah membiarkan seorangpun menyesatkan kamu. Barangsiapa yang berbuat kebenaran adalah benar, sama seperti Kristus adalah benar;

 

3:8 barangsiapa yang tetap berbuat dosa, berasal dari Iblis, sebab Iblis berbuat dosa dari mulanya. Untuk inilah Anak Allah menyatakan diri-Nya, yaitu supaya Ia membinasakan perbuatan-perbuatan Iblis itu.

 

3:9 Setiap orang yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa lagi; sebab benih ilahi tetap ada di dalam dia dan ia tidak dapat berbuat dosa, karena ia lahir dari Allah.

 

3:10 Inilah tandanya anak-anak Allah dan anak-anak Iblis: setiap orang yang tidak berbuat kebenaran, tidak berasal dari Allah, demikian juga barangsiapa yang tidak mengasihi saudaranya.

 

 

Takut Salah

“Ada adegan di mana aku takut salah. Aku takut ngabisin can (gulungan film-red) apalagi kita pakai tiga kamera. Jadi, aku akting sambil mikirin harga can.” Begitu salah satu kesan Artika Sari Devi tentang pengalamannya berperan sebagai Siti dalam film Garin Nugroho, Opera Jawa. Kesadaran bahwa aktingnya tengah direkam, dan film perekamnya berharga mahal, mendorong Tika untuk tampil secara berhati-hati. Takut salah.

Seluruh hidup kita sebenarnya juga tengah “direkam”. Seperti pemain film yang akan mempertanggungjawabkan kinerjanya pada sutradara, produser, dan penonton, kelak kita juga harus mempertanggungjawabkan seluruh hidup kita di hadapan Sang Pencipta. “Film” yang dipakai untuk merekam hidup kita juga sangat mahal karena kita ditebus “bukan dengan barang yang fana … melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus” (1Petrus 1:18,19).

Di hadapan takhta pengadilan Allah, kita harus mempertanggungjawabkan seluruh aspek kehidupan kita: sikap, motivasi, pikiran, ucapan, dan tindakan. Kita harus mempertanggungjawabkan baik perkara-perkara yang kelihatan maupun perkara-perkara yang tersembunyi. Semuanya akan dihakimi menurut tolok ukur kebenaran dan keadilan-Nya.

Seberapa jauh kesadaran ini berpengaruh pada cara kita menjalani hidup ini? Apakah kita tampil secara sembrono dan meremehkan darah penebusan Kristus? Ataukah kita menjalaninya dengan luapan rasa syukur karena telah ditebus dan diizinkan untuk turut mengambil bagian dalam drama kehidupan yang mulia ini?

Kamera siap? Action! -ARS

HIDUP BERTANGGUNG JAWAB ADALAH UNGKAPAN SYUKUR  DAN PERNGHORMATAN ATAS ANUGERAH serta KEMURAHAN ALLAH

Iklan

Membangun dan Menolong

Pesan Gembala

 

2 November 2008

Edisi 47 Tahun 1

 

Membangun dan Menolong

Shallom… Salam Miracle…

 

Jemaat Tuhan di Bethany yang diberkati Tuhan, Galatia 6:2 mengajarkan prinsip tentang membangun dan menolong atau dengan kata lain dengan saling menanggung beban, “Bertolong-tolonglah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus”. Dalam terjemahan Amplified Bible dikatakan demikian “Bertolong-tolonglah menanggung bebanmu serta kesalahan moral yang menganggu. Dengan demikian kamu memenuhi dan menjalankan secara sempurna hukum Kristus, yang adalah Mesias, dan melengkapi apa yang kurang”. Kata menanggung berarti juga memikul, maksud ayat ini tidak lain adalah saling menolong.

 

Sementara dalam Roma 14:19 berbunyi: “sebab itu marilah kita mengejar apa yang mendatangkan damai sejahtera dan yang berguna untuk saling membangun”. Kata membangun adalah bagian dari menolong yang berarti menyokong atau meningkatkan pertumbuhan dalam hal ini pertumbuhan dalam hal kekudusan, kebajikan, kasih karunia, dan hikmat Kristiani.

 

Sedangkan menolong berarti membantu seseorang melakukan sesuatu perbaikan keadaannya. Kita harus bertanya kepada diri kita,”apakah hal yang saya lakukan terhadap orang lain ini akan membuat kristianinya/kerohaniannya bertumbuh dan menolong dia menjadi kuat?” Kalau mengacu dari ayat-ayat di atas maka seharusnya apa yang kita lakukan bisa membawa orang lain untuk bertumbuh.

 

Sekali waktu, datang seseorang kepada saudara dan berkata “saya ingin Anda membantu saya”, seringkali yang dimaksudkan oleh orang tersebut bahwa ia ingin Saudara menyetujui sudut pandangnya, maka kita perlu membantunya.

 

Bentuk lain menolong orang lain adalah dengan membesarkan hatinya. Amsal 12:25 “kekuatiran dalam hati membungkukkan orang, tetapi perkataan yang baik menggembirakan orang”.

 

Dalam Tesalonika 5:11 dinyatakan bahwa karena itu besarkanlah hati seorang akan yang lain dan saling membangunlah (saling menguatkan) kamu.

 

Membesarkan hati bersamaan dengan tindakan mendengarkan, merupakan salah satu teknik paling penting dalam menolong seorang yang sedang menghadapi masalah, tekanan, dan krisis, membesarkan hati artinya mendorong untuk maju, membangitkan semangat seseorang untuk melakukan apa yang seharusnya ia lakukan. Membesarkan hati juga mempunyai arti membantu seseorang untuk mempercayai nilai pribadinya sendiri.

 

Jemaat yang dikasihi Tuhan…

Kiranya di bulan November ini kita semakin saling membantu dan menolong maka akan terasa kesatuan kita itulah yang menyenangkan  Tuhan.   

 

Kesempatan ini juga saya mengajak jemaat Tuhan untuk tetap mendoakan kebutuhan gereja kita yaitu tanah/lahan untuk membangun gedung Gereja, kita berdoa kiranya sebelum akhir tahun Allah menjawab doa kita, dan tahun depan pembangunan gereja dapat dimulai. Untuk itu marilah kita tetap mengandalkan Tuhan dan juga tetap dalam kesatuan iman.

 

Tuhan Yesus memberkati… Amien.

 

Gembala Sidang

Pdt. Ir. Joko Susanto, MA