Kesulitan Mengasah Kreativitas

Jumat, 7 November 2008

Bacaan : Markus 2:1-12

2:1. Kemudian, sesudah lewat beberapa hari, waktu Yesus datang lagi ke Kapernaum, tersiarlah kabar, bahwa Ia ada di rumah.

 

2:2 Maka datanglah orang-orang berkerumun sehingga tidak ada lagi tempat, bahkan di muka pintupun tidak. Sementara Ia memberitakan firman kepada mereka,

 

2:3 ada orang-orang datang membawa kepada-Nya seorang lumpuh, digotong oleh empat orang.

 

2:4 Tetapi mereka tidak dapat membawanya kepada-Nya karena orang banyak itu, lalu mereka membuka atap yang di atas-Nya; sesudah terbuka mereka menurunkan tilam, tempat orang lumpuh itu terbaring.

 

2:5 Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: “Hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni!”

 

2:6 Tetapi di situ ada juga duduk beberapa ahli Taurat, mereka berpikir dalam hatinya:

 

2:7 “Mengapa orang ini berkata begitu? Ia menghujat Allah. Siapa yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah sendiri?”

 

2:8 Tetapi Yesus segera mengetahui dalam hati-Nya, bahwa mereka berpikir demikian, lalu Ia berkata kepada mereka: “Mengapa kamu berpikir begitu dalam hatimu?

 

2:9 Manakah lebih mudah, mengatakan kepada orang lumpuh ini: Dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalan?

 

2:10 Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa” –berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu–:

 

2:11 “Kepadamu Kukatakan, bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!”

 

2:12 Dan orang itupun bangun, segera mengangkat tempat tidurnya dan pergi ke luar di hadapan orang-orang itu, sehingga mereka semua takjub lalu memuliakan Allah, katanya: “Yang begini belum pernah kita lihat.”

 

Kesulitan Mengasah Kreativitas

sky-and-flowersKetika harga kedelai semakin tinggi di awal tahun 2008, seorang pengusaha melakukan langkah kreatif. Untuk menggantikan kedelai yang sangat mahal, ia mencoba mengolah singkong untuk membuat berbagai produk yang biasanya berbahan dasar kedelai. Sebuah langkah cerdas yang belum pernah dilakukannya. Dalam wawancara dengan sebuah stasiun televisi swasta, sang pengusaha berujar bahwa “kesulitan” yang menekan justru membuatnya kreatif.

Kesulitan mengasah kreativitas. Tatkala Yesus datang ke Kapernaum, tersiarlah kabar bahwa Dia ada di rumah (ayat 2). Begitu banyak orang datang ke situ, sehingga tidak ada lagi tempat. Yang datang bukan hanya orang-orang sehat, melainkan juga orang sakit, bahkan lumpuh (ayat 3). Dan, si orang lumpuh sangat perlu bertemu Yesus! Di sinilah timbul masalah. Sungguh tak mudah membawa seorang lumpuh untuk menembus kerumunan dan bertemu Yesus. Kesulitan yang muncul memaksa empat sahabat si lumpuh untuk berpikir dan mencari cara. Akhirnya, mereka menemukan cara terbaik-meski tak biasa-yang dapat menolong mereka mencapai tujuan. Mereka membuka atap dan menurunkan tilam tempat si lumpuh berbaring.

Dalam kehidupan sehari-hari, acap kali kita menjumpai kesulitan. Semua jalan tampaknya tertutup. Gelap dan suram. Apa yang Anda lakukan? Marah? Tidak terima? Allah ingin kita bersikap cerdas saat menghadapi kesulitan. Allah ingin kita mengelola hidup ini dengan cara-cara yang kreatif. Allah dapat menolong kita menemukan cara-cara yang tak biasa, agar dapat mengatasi kesulitan teratasi. Percayalah bahwa Dia pasti memberi kita hikmat-Nya -MZ

KESULITAN TAKKAN TERATASI JIKA KITA HANYA MENGELUH

JADIKAN KESULITAN SEBAGAI SARANA UNTUK BERTUMBUH

Iklan