Masa Pengenapan Tuhan

Pesan Gembala

 

9 November 2008

Edisi 48 Tahun 1

 

Masa Pengenapan Tuhan

Shallom… Salam Miracle…

 

Jemaat Bethany yang diberkati Tuhan, pada tanggal 25-27 September 2008, Dr. Morris Cerullo mengadakan doa terobosan di Kunming, China bersama dengan ±400 orang hamba Tuhan dari berbagai negara. Beberapa fasilitator Jaringan Doa Nasional (JDN) juga hadir mewakili Indoesia dalam pertemuan doa tersebut.

 

Dr. Morris Cerullo menyampaikan bahwa akan terjadi keruntuhan keuangan terburuk di dunia (worst financial ollapse) di tahun mendatang. Telah disampaikan juga peringatan krisi keuangan yang akan terjadi dan telah diikuti terjadinya keruntuhan perusahaan-perusahaan raksasa di Amerika, meningkatnya jumlah penganguran di negara-negara maju dan krisis pangan di berbagai negara.

 

Hal-hal tersebut semakin menggenapi pengenapan Tuhan. Untuk itulah renungan ini dituliskan, agar seluruh umat Tuhan mengambil sikap yang benar untuk percaya dan berpegang teguh pada janji Firman Tuhan.

 

Hal yang sudah dan sedang terus terjadi menuju penggenapan ini telah dinyatakan dalam Firman Tuhan dalam Wahyu 6:1-8,

Maka aku melihat Anak Domba itu membuka yang pertama dari ketujuh meterai itu, dan aku mendengar yang pertama dari keempat makhluk itu berkata dengan suara bagaikan bunyi guruh: “Mari!” (ayat 1).

Dan aku melihat: sesungguhnya, ada seekor kuda putih dan orang yang menungganginya memegang sebuah panah dan kepadanya dikaruniakan sebuah mahkota. Lalu ia maju sebagai pemenang untuk merebut kemenangan (ayat 2).

 

Saat ini sedang terjadi penyesatan besar-besaran melalui program-program TV yang banyak menonjolkan kerajaan iblis, nabi-nabi palsu dan pengajaran sesat.

Dan majulah seekor kuda lain, seekor kuda merah padam dan orang yang menungganginya dikaruniakan kuasa untuk mengambil damai sejahtera dari atas bumi, sehingga mereka saling membunuh, dan kepadanya dikaruniakan sebilah pedang yang besar (ayat 4).

Dan ketika Anak Domba itu membuka meterai yang ketiga, aku mendengar makhluk yang ketiga berkata: “Mari!” Dan aku melihat: sesungguhnya, ada seekor kuda hitam dan orang yang menungganginya memegang sebuah timbangan di tangannya.

Dan aku mendengar seperti ada suara di tengah-tengah keempat makhluk itu berkata: “Secupak gandum sedinar, dan tiga cupak jelai sedinar. Tetapi janganlah rusakkan minyak dan anggur itu.” (ayat 6)

 

Krisis ekonomi global yang mendatangkan kelaparan di mana-mana tidak dapat dihindarkan. Tuhanlah yang mengijinkan hal itu terjadi. Namun ini tidak perlu membuat kita gentar karena Tuhan sendiri memberi janji perlindungan bagi umat-Nya:

“ Pada masa kelaparan engkau dibebaskan-Nya dari maut, dan pada masa perang dari kuasa pedang. Dari cemeti lidah engkau terlindung, dan engkau tidak usah takut, bila kemusnahan datang. Kemusnahan dan kelaparan akan kautertawakan dan binatang liar tidak akan kautakuti… 5:24 Engkau akan mengalami, bahwa kemahmu aman dan apabila engkau memeriksa tempat kediamanmu, engkau tidak akan kehilangan apa-apa” (Ayub 5:20-24)

 

Saudara…kita tidak perlu kuatir sebab janji Tuhan Ya dan Amien.

Tuhan Yesus memberkati.

 

 

 

Gembala Sidang

Pdt. Ir. Joko Susanto, MA

Iklan

Kekuatan Iman

Rabu, 12 November 2008

Bacaan : Lukas 17:5,6

17:5 Lalu kata rasul-rasul itu kepada Tuhan: “Tambahkanlah iman kami!”

17:6 Jawab Tuhan: “Kalau sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja, kamu dapat berkata kepada pohon ara ini: Terbantunlah engkau dan tertanamlah di dalam laut, dan ia akan taat kepadamu.”

 

Kekuatan Iman

biji20sesawiSeberapa besar iman yang harus kita miliki? Bisa jadi inilah pertanyaan yang mendorong para murid untuk meminta kepada Tuhan Yesus, “Tambahkanlah iman kami!” Dan, jawaban yang mereka terima sangat mengejutkan, “Sekiranya kamu mempunyai iman sekecil biji sesawi saja, kamu dapat berkata kepada pohon ara ini: Tercabutlah engkau dan tertanamlah di dalam laut, dan ia akan taat kepadamu” (Lukas 17:6).

Biji sesawi tergolong biji-bijian yang sangat kecil. Diameter biji ini kurang lebih satu milimeter, bahkan ada yang lebih kecil dari itu. Ada yang berwarna kekuningan, ada yang kecoklatan, ada juga yang berwarna hitam. Begitu kecil ukuran biji sesawi ini, sehingga orang bisa sangat sulit memegangnya. Dan biji sesawi yang sangat kecil ini justru dijadikan “ukuran” oleh Tuhan untuk menunjukkan kekuatan iman yang besar.

Iman melewati batas-batas perhitungan akal. Apa yang menurut akal sulit, bahkan tidak mungkin, bisa terjadi di dalam iman. Tembok Yerikho menjadi bukti betapa kekuatan iman mampu meruntuhkan tembok (Yosua 6:1-27). Akal sehat kita tentu akan sangat sulit membayangkan tembok yang kokoh dan kuat itu runtuh, tetapi iman memungkinkan segala sesuatu terjadi.

Karena itu, jangan berkecil hati jika kita tengah menghadapi “jalan buntu”; kesulitan dan hambatan bertumpuk di depan kita seolah-olah mustahil dilampaui. Jangan undur. Tetaplah berpaut pada iman, sebab di dalam iman selalu ada pengharapan akan adanya jalan keluar. Kadang-kadang hal itu dapat terwujud dengan cara dan waktu yang sama sekali tidak terduga. Sungguh -AYA