Komitmen

Jumat, 21 November 2008

Bacaan : Matius 8:18-22

8:18. Ketika Yesus melihat orang banyak mengelilingi-Nya, Ia menyuruh bertolak ke seberang.

 

8:19 Lalu datanglah seorang ahli Taurat dan berkata kepada-Nya: “Guru, aku akan mengikut Engkau, ke mana saja Engkau pergi.”

 

8:20 Yesus berkata kepadanya: “Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya.”

 

8:21 Seorang lain, yaitu salah seorang murid-Nya, berkata kepada-Nya: “Tuhan, izinkanlah aku pergi dahulu menguburkan ayahku.”

 

8:22 Tetapi Yesus berkata kepadanya: “Ikutlah Aku dan biarlah orang-orang mati menguburkan orang-orang mati mereka.”

 

Komitmen

komitmentmo8Pada masa jayanya, Kerajaan Romawi pernah menyerbu Inggris dari laut. Begitu kapal-kapal mereka mendarat, sang komandan memberi perintah mengejutkan. Anak buahnya diperintahkan untuk membakar semua kapal yang membawa mereka sampai ke Inggris! Para tentara terperangah. Mereka memprotes: “Jika kita terancam bahaya, bagaimana kita nanti melarikan diri?” Sang komandan menjawab, “Itu sebabnya kapal-kapal itu harus dibakar. Bagi kita tak ada kata melarikan diri. Kita harus maju. Dan menang!”

Sang komandan menuntut komitmen sejati dari pasukannya. Di situ ada harga yang harus dibayar. Tuhan pun menuntut komitmen demikian dari setiap pengikut-Nya. Ia harus menempatkan Yesus sebagai prioritas utama. Kesulitan seperti itulah yang dihadapi oleh seorang yang ingin mengikut Yesus dalam Matius 8. Ia ingin “pergi dahulu menguburkan ayah” (ayat 21). Ia bukan sekadar pamitan, melainkan menunda mengikut Yesus sampai persoalan keluarganya selesai. Jika ia anak sulung, ia harus mengurus dulu warisan sang ayah. Bisa jadi ia harus meneruskan bisnis ayahnya dulu. Atau, meminta persetujuan keluarga sebelum pergi mengikut Yesus. Apa pun alasannya, ia belum mau berkomitmen serius. Ikut Yesus mau, tetapi untuk serius nanti dulu. Bagi Yesus ini tidak mungkin.

Seberapa serius Anda mengikut Yesus? Menjadi orang kristiani tidak cukup dengan rajin mengikuti ibadah Minggu. Menjadi orang kristiani berarti mengubah prioritas dan cara hidup supaya Yesus menjadi yang utama dan pertama. Komitmen sejati berarti berkata: “Dia harus makin bertambah, aku harus makin berkurang.” Jadi, pastikan Yesus dimuliakan dalam hidup Anda hari ini -JTI

Iklan