Pertolongan Tuhan

Pesan Gembala

 

23 November 2008

Edisi 50 Tahun 1

 

Pertolongan Tuhan

Shallom… Salam Miracle…

Jemaat Tuhan yang dikasihi Allah, kalau kita menjumpai orang yang menderita kusta, dimanapun tempatnya selalu dihindari orang dan dikucilkan orang banyak. Sebab dikuatirkan penyakitnya menular ke orang lain yang sering berdekatan dengan orang yang sakit kusta tersebut.

 

Terlebih di negara Israel orang kusta harus disingkirkan dari pandangan umum, dan tidak diperkenankan tinggal di kota. Di Alkitab diceritakan bahwa apabila mereka bertemu dengan orang lain yang sehat, maka mereka harus menutupi dirinya, memalingkan mukanya dan berteriak, “najis…najis.” selama masih menderita kusta mereka tidak boleh datang ke Bait Allah, juga tidak boleh menghadap Imam. Sehingga penderitaan mereka sangat luar biasa fisik dan psikis.

 

Demikian juga 10 orang kusta yang dijumpai Tuhan Yesus di perbatasan Samaria dan Galilea itu. Mereka sudah tidak ada pengharapan lagi, dan masa depan yang semakin suram. Sebelum bertemu Yesus sepertinya tidak ada jalan keluar. Jalan yang dianggap buntu tidak selamanya tertutup. Pada suatu hari mereka mendengar bahwa ada seseorang yang sanggup menyembuhkan segala macam penyakit, dan orang itu sangat mengasihi banyak orang yang sedang dalam penderitaan. Orang itu adalah Yesus.

 

Ketika Yesus akan melewati daerah yang mereka tempati, maka mereka mempersiapkan diri dan menunggu kedatangan Yesus. Begitu mereka bertemu dengan Yesus mereka berseru “Guru…kasihanilah kami…!” Mereka hanya berteriak “kasihanilah kami…!” tetapi Yesus sangat mengerti keberadaan mereka atau kebutuhan mereka. Maka Yesus memberikan kasih-Nya kepada mereka.

 

Demikian dengan kita sekarang ini ketika kita mengalami kehausan dan kelaparan KASIH, maka berserulah kepada Tuhan Yesus.

 

Jadi di saat menghadapi masalah, maka yang pertama adalah berserulah kepada Yesus. Dan yang kedua miliki kepercayaan yang tinggi kepada Kristus.

 

Perhatikan ketika orang-orang kusta itu berteiak memanggil nama Yesus, Tuhan Yesus memandang mereka dan berkata:”Pergilah, dan perlihatkanlah dirimu kepada imam.” Logikanya agak sulit untuk melakukan perkataan Yesus, dan aneh, sebab itu melanggar aturan (hukum Yahudi) yang menyatakan orang kusta tidak boleh menemui Imam. Bisa-bisa mereka diusir atau bahkan dilempari batu, mereka bertanya-tanya apakah ini jalan keluar atau bahkan mendapat masalah baru. Tetapi itulah jalan keluar yang seringkali dibuat oleh Tuhan kepada umat-Nya, seringkali hal-hal yang dianggap manusia sebagai bukan jalan keluar.

 

Cara pemecahan yang dimiliki manusia, berbeda dengan cara Tuhan. Bahkan ketika mengalami masalah dan berseru kepada Tuhan, maka kita sudah merancang terlebih dahulu jalan keluarnya, tetapi jalan Tuhan tidak sama.

 

Puji Tuhan kesepuluh orang kusta itu tidak memusingkan perintah Allah dan melakukannya, mereka sangat mempertaruhkan kehidupannya kepada Yesus. Dan mereka melakukan perintah Allah dengan percaya, maka Tuhan bertindak, sebab dikatakan bahwa sementara mereka pergi untuk memperlihatkan diri kepada Imam, maka mereka menjadi “tahir”. Mujizat terjadi saat mereka menjalankan perintah Tuhan.

 

Jemaat yang dikasihi Tuhan, kita semua memerlukan pertolongan Tuhan untuk itu yang harus dilakukan adalah berseru kepada Tuhan dan percayalah kepada perintah Tuhan. Tuhan Yesus memberkati… Salam Mujizat.

 

 

Gembala Sidang

Pdt. Ir. Joko Susanto, MA

Iklan

Duta

Senin, 24 November 2008

Bacaan : Yohanes 17:6-19

17:6. Aku telah menyatakan nama-Mu kepada semua orang, yang Engkau berikan kepada-Ku dari dunia. Mereka itu milik-Mu dan Engkau telah memberikan mereka kepada-Ku dan mereka telah menuruti firman-Mu.

 

17:7 Sekarang mereka tahu, bahwa semua yang Engkau berikan kepada-Ku itu berasal dari pada-Mu.

 

17:8 Sebab segala firman yang Engkau sampaikan kepada-Ku telah Kusampaikan kepada mereka dan mereka telah menerimanya. Mereka tahu benar-benar, bahwa Aku datang dari pada-Mu, dan mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.

 

17:9 Aku berdoa untuk mereka. Bukan untuk dunia Aku berdoa, tetapi untuk mereka, yang telah Engkau berikan kepada-Ku, sebab mereka adalah milik-Mu

 

17:10 dan segala milik-Ku adalah milik-Mu dan milik-Mu adalah milik-Ku, dan Aku telah dipermuliakan di dalam mereka.

 

17:11. Dan Aku tidak ada lagi di dalam dunia, tetapi mereka masih ada di dalam dunia, dan Aku datang kepada-Mu. Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu sama seperti Kita.

 

17:12 Selama Aku bersama mereka, Aku memelihara mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku; Aku telah menjaga mereka dan tidak ada seorangpun dari mereka yang binasa selain dari pada dia yang telah ditentukan untuk binasa, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci.

 

17:13 Tetapi sekarang, Aku datang kepada-Mu dan Aku mengatakan semuanya ini sementara Aku masih ada di dalam dunia, supaya penuhlah sukacita-Ku di dalam diri mereka.

 

17:14 Aku telah memberikan firman-Mu kepada mereka dan dunia membenci mereka, karena mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia.

 

17:15 Aku tidak meminta, supaya Engkau mengambil mereka dari dunia, tetapi supaya Engkau melindungi mereka dari pada yang jahat.

 

17:16 Mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia.

 

17:17. Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran.

 

17:18 Sama seperti Engkau telah mengutus Aku ke dalam dunia, demikian pula Aku telah mengutus mereka ke dalam dunia;

 

17:19 dan Aku menguduskan diri-Ku bagi mereka, supaya merekapun dikuduskan dalam kebenaran.

 

Duta

sandra-angeliaPada tahun 2007, ketika mengadakan perjalanan di Vietnam, kami dipandu seorang warga Vietnam yang belum pernah bertemu orang Indonesia. Mungkin karena sangat penasaran, ia memakai kesempatan untuk bertanya kepada kami mengenai berbagai peristiwa di Indonesia, misalnya peristiwa bom Bali. Ia ingin tahu mengapa orang Indonesia begitu membenci orang Barat, sehingga tega berbuat semacam itu. Menanggapi keingintahuannya, kami sebagai “duta” Indonesia berusaha menjawab dan memberi penjelasan bahwa tindakan tersebut tidak mewakili sikap orang Indonesia secara umum.

Seperti orang Vietnam tersebut, ada juga banyak orang di sekitar kita yang belum tahu tentang Kerajaan Allah. Dan mereka akan tetap hidup dalam ketidaktahuan jika kita sebagai “duta” Kerajaan Allah tidak pernah menjelaskan hal itu kepada mereka. Tentang siapa Raja kita, dan bagaimana kita dapat diangkat menjadi anak-Nya. Orang-orang yang ditaruh di sekitar hidup kita membutuhkan kesaksian kita tentang-Nya.

Lebih dari itu, menjadi duta Kerajaan Allah tidak cukup dengan berkata-kata saja. Kesaksian hidup kita pun memegang peranan yang sama penting, sebab tentu sulit bagi mereka untuk percaya bahwa ada kasih dalam Kerajaan Allah jika di antara sesama orang percaya tidak ada kepedulian satu sama lain. Sulit bagi mereka untuk percaya bahwa ada damai dalam Kerajaan Allah jika kita suka bertengkar dengan orang lain.

Sebagai “duta” Kerajaan Allah, biarlah kita hidup sepadan dengan status kita sebagai orang kristiani, sehingga orang yang melihat kita akan percaya kepada Yesus -ALS