Diam dan Tenanglah

Rabu, 26 November 2008

Bacaan : Markus 4:35-41

4:35. Pada hari itu, waktu hari sudah petang, Yesus berkata kepada mereka: “Marilah kita bertolak ke seberang.”

 

4:36 Mereka meninggalkan orang banyak itu lalu bertolak dan membawa Yesus beserta dengan mereka dalam perahu di mana Yesus telah duduk dan perahu-perahu lain juga menyertai Dia.

 

4:37 Lalu mengamuklah taufan yang sangat dahsyat dan ombak menyembur masuk ke dalam perahu, sehingga perahu itu mulai penuh dengan air.

 

4:38 Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan di sebuah tilam. Maka murid-murid-Nya membangunkan Dia dan berkata kepada-Nya: “Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?”

 

4:39 Iapun bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau itu: “Diam! Tenanglah!” Lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali.

 

4:40 Lalu Ia berkata kepada mereka: “Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?”

 

4:41 Mereka menjadi sangat takut dan berkata seorang kepada yang lain: “Siapa gerangan orang ini, sehingga angin dan danaupun taat kepada-Nya?”

 

Diam dan Tenanglah

diam-dan-tenanglah

Angin topan merupakan salah satu peristiwa dahsyat di bumi kita. Siapa yang tidak takut jika angin topan terjadi? Perbedaan tekanan udara yang ekstrem menjadi penyebab munculnya angin topan. Bahkan para pengamat topan mengatakan bahwa energi dalam sebuah angin topan cukup untuk memenuhi seluruh kebutuhan tenaga listrik di Amerika Serikat selama tiga sampai empat tahun. Begitu kuat dan dahsyat. Namun, kekuatan yang kita pandang begitu dahsyat itu nyatanya tak ada apa-apanya di hadapan Allah kita. Lihatlah, bagaimana Yesus cukup berkata, “Diam! Tenanglah!” (ayat 39), maka badai itu segera reda, air pun segera menjadi tenang.

Terkadang ada “angin topan” masalah yang seolah-olah juga begitu besar menyerang kita, dan rasanya tak ada cukup daya yang kita miliki untuk menahannya. Barangkali berupa masalah kesehatan, pengkhianatan, impian yang hancur, dan sebagainya. Dalam kondisi demikian, kita mesti berhati-hati supaya jangan dibutakan oleh kekecewaan hingga memercayai naluri atau ramalan. Kita juga harus menguatkan diri agar tidak terpaku dalam ketakutan, dan mengingat bahwa Yesus ada dalam perahu hidup kita.

Sebagaimana topan tunduk kepada Allah kita, demikian pula setiap topan masalah kita pun pasti mampu Dia taklukkan. Berlindunglah di dalam Yesus. Dia akan memberi Anda kekuatan, sehingga Anda dapat bertahan di tengah badai sampai Dia meredakannya. Ketika Anda memercayai kuasa Allah, damai sejahtera-Nya akan menjauhkan Anda dari rasa panik; dan kuasa-Nya akan menyelamatkan Anda -MNT

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: