Pengaruh Lingkungan

Jumat, 5 Desember 2008

Bacaan : 1Raja 12:1-15

12:1. Kemudian Rehabeam pergi ke Sikhem, sebab seluruh Israel telah datang ke Sikhem untuk menobatkan dia menjadi raja.

 

12:2 Segera sesudah hal itu kedengaran kepada Yerobeam bin Nebat–pada waktu itu dia masih ada di Mesir, sebab ia melarikan diri ke sana dari hadapan raja Salomo–maka kembalilah ia dari Mesir.

 

12:3 Orang menyuruh memanggil dia, lalu datanglah Yerobeam dengan segenap jemaah Israel dan berkata kepada Rehabeam:

 

12:4 “Ayahmu telah memberatkan tanggungan kami, maka sekarang ringankanlah pekerjaan yang sukar yang dibebankan ayahmu dan tanggungan yang berat yang dipikulkannya kepada kami, supaya kami menjadi hambamu.”

 

12:5 Tetapi ia menjawab mereka: “Pergilah sampai lusa, kemudian kembalilah kepadaku.” Lalu pergilah rakyat itu.

 

12:6 Sesudah itu Rehabeam meminta nasihat dari para tua-tua yang selama hidup Salomo mendampingi Salomo, ayahnya, katanya: “Apakah nasihatmu untuk menjawab rakyat itu?”

 

12:7 Mereka berkata: “Jika hari ini engkau mau menjadi hamba rakyat, mau mengabdi kepada mereka dan menjawab mereka dengan kata-kata yang baik, maka mereka menjadi hamba-hambamu sepanjang waktu.”

 

12:8 Tetapi ia mengabaikan nasihat yang diberikan para tua-tua itu, lalu ia meminta nasihat kepada orang-orang muda yang sebaya dengan dia dan yang mendampinginya,

 

12:9 katanya kepada mereka: “Apakah nasihatmu, supaya kita dapat menjawab rakyat yang mengatakan kepadaku: Ringankanlah tanggungan yang dipikulkan kepada kami oleh ayahmu?”

 

12:10 Lalu orang-orang muda yang sebaya dengan dia itu berkata: “Beginilah harus kaukatakan kepada rakyat yang telah berkata kepadamu: Ayahmu telah memberatkan tanggungan kami, tetapi engkau ini, berilah keringanan kepada kami–beginilah harus kaukatakan kepada mereka: Kelingkingku lebih besar dari pada pinggang ayahku!

 

12:11 Maka sekarang, ayahku telah membebankan kepada kamu tanggungan yang berat, tetapi aku akan menambah tanggungan kamu; ayahku telah menghajar kamu dengan cambuk, tetapi aku akan menghajar kamu dengan cambuk yang berduri besi.”

 

12:12 Pada hari lusanya datanglah Yerobeam dengan segenap rakyat kepada Rehabeam, seperti yang dikatakan raja: “Kembalilah kepadaku pada hari lusa.”

 

12:13 Raja menjawab rakyat itu dengan keras; ia telah mengabaikan nasihat yang diberikan para tua-tua kepadanya;

 

12:14 ia mengatakan kepada mereka menurut nasihat orang-orang muda: “Ayahku telah memberatkan tanggungan kamu, tetapi aku akan menambah tanggunganmu itu; ayahku telah menghajar kamu dengan cambuk, tetapi aku akan menghajar kamu dengan cambuk yang berduri besi.”

 

12:15 Jadi raja tidak mendengarkan permintaan rakyat, sebab hal itu merupakan perubahan yang disebabkan TUHAN, supaya TUHAN menepati firman yang diucapkan-Nya dengan perantaraan Ahia, orang Silo, kepada Yerobeam bin Nebat.

 

Pengaruh Lingkungan

 stay-on-path

Atta adalah seorang arsitek dari Mesir yang sangat cerdas. Karena kecerdasannya ini, ia dapat melanjutkan pendidikan di Jerman dan kemudian bekerja di sana. Namun dalam perkembangannya, ia bergabung ke dalam suatu kelompok kepercayaan garis keras. Di situ ia berubah dari seorang arsitek yang penuh potensi menjadi orang yang ekstrem dan bahkan kemudian menjadi salah seorang dalang dari tragedi 11 September 2001 di Amerika Serikat.

Sebagai makhluk sosial, lingkungan di mana kita berada pasti akan memengaruhi kita. Seperti yang terjadi pada Atta, dan juga pada Rehabeam.

Saat itu, Rehabeam harus menanggapi rakyatnya yang meminta keringanan atas pekerjaan yang diberikan oleh pendahulunya (ayat 4). Sebenarnya, Rehabeam bisa mendapat nasihat bijak dari para tua-tua yang dulu mendampingi ayahnya, Salomo (ayat 6,7), yakni untuk memberi tanggapan baik supaya rakyat itu menjadi hamba-hambanya yang setia. Namun sayang, Rehabeam dikelilingi oleh teman-teman yang tidak bijaksana, dan ia terpengaruh untuk mengikuti nasihat mereka yang buruk. Karena itulah Rehabeam tercatat sebagai orang yang mengakibatkan kerajaan Israel terpecah.

Siapa saja teman-teman terdekat kita dan sejauh mana mereka memengaruhi kita? Apakah mereka membawa kita lebih dekat dengan Tuhan? Jika ya, mari kita terus menjaga persekutuan dengan mereka agar kita semakin bertumbuh. Namun jika sebaliknya, malah memberi pengaruh buruk atas kita, jangan sungkan keluar dan mencari lingkungan pergaulan yang sehat yang bisa mendorong kita untuk hidup sesuai identitas kita sebagai umat-Nya -ALS

Iklan