Menjadi Berkat

7 Desember 2008

Edisi 52 Tahun I

Menjadi Berkat

 

Inilah nasehat Paulus kepada jemaat di Kolose dalam Kolose 4:2-6: “…supaya Allah membuka pintu untuk pemberitaan kami, sehingga kami dapat berbicara tentang rahasia Kristus…”

 

Rasul Paulus menulis surat ini kepada jemaat Tuhan yang ada di Kolose dengan maksud supaya  mereka bisa menhadi berkat bagi orang lain tentang kebenaran Kristus atau bisa menyampaikan keselamatan melalui Yesus Krisus kepada jemaat lain.

 

Ada tiga hal yang perlu kita ketahui untuk menjadi berkat bagi orang lain:

1.  Berdoa dan berjaga-jaga (ayat 2)

Siapapun kita tidak ada yang kebal tehadap dosa, sebab jalan untuk melakukan dosa sangat besar dan luas di depan kita, serta kapan saja bisa melakukannya. Mengapa banyak anak-anak  Tuhan jatuh? Bahkan hamba-hamba Tuhan atau pekerja biksa jatuh dalam dosa?

 

Hari-hari ini kita perlu meningkatkan doa dan berjaga-jaga, sebab roh memang penurut tetapi daging lemah, kalau tidak berdoa dan berjaga-jaga maka akan gampang sekali jatuh  dalam pencobaan dan terlibat dalam dosa. (Matius 26:41).

 

Allah melalui Rasul Yakobus menasehatkan kepada kita untuk bisa berjaga-jaga dan bisa memperoleh kemenangan untuk menjadi saksi (Yakobus 4:7-8).

 

Pertama, tunduk kepada Allah, taat melakukan perintahNya dan memiliki roh takut akan Tuhan.

 

Kedua, melawan iblis, dengan otoritas dari Tuhan kita dapat melawannya.

 

Ketiga, mendekat kepada Allah, Allah mau kita mendekat kepadaNya supaya kita tahu kehendak dan rencanaNya.

 

Keempat, hidup kudus, menjaga kekudusan. Sebab Allah kita kudus.

 

2.  Hidup dengan penuh hikmat dari Tuhan (ayat 5).

Untuk menjadi berkat harus memperoleh hikmat dari Tuhan, bukan hikmat dari dunia ini, sebab hikmat dari dunia mendatangkan kekacauan dan penuh dengan iri hati dan mementingkan diri sendiri. Bahkan beberapa orang yang merasa berhikmat malah memperkeruh suasana dan membuat keadaan menjadi kacau.

 

Hikmat Allah sangat dibutuhkan bagi kita orang percaya untuk menjadi saksi Kristus, dalam Yakobus 3:17,”Tetapi hikmat yang dari atas adalah pertama-tama murni, selanjutnya pendamai, peramah, penurut, penuh belas kasihan dan buah-buah yang baik, tidak memihak dan tidak munafik.”

 

Murni berarti tidak termotivasi untuk mementingkan diri sendiri.

 

Pendamai artinya tidak memecah belah satu sama lain, tetapi membawa damai.

 

Peramah, hikmat itu disampaikan dengan baik dan sopan.

 

Penurut artinya mau diarahkan dan dibimbing untuk menjadi baik.

 

Penuh belas kasihan, setiap tindakan selalu memperhitungkan kasih, memperhatikan keberadaan orang lain.

 

Tidak memihak artinya hikmat itu bijaksana dan adil, tidak pilih kasih.

 

Tidak munafik, tindakan kita tidak menjadi batu sandungan orang lain.

 

Bangsa kita perlu orang-orang yang berhikmat  dari Tuhan sehingga menjadi berkat bagi orang lain.

 

3.  Perkataan yang penuh kasih (ayat 6)

Orang yang menjadi berkat seharusnya memiliki perkataan yang penuh dengan kasih dan bukan perkataan yang hambar, bisa mengatur perkataan dan mengekang lidah. Setiap perkataan Tuhan Yesus selalu dengan kasih dan menyenangkan banyak orang. Dari hal itu mari kita semua bisa menjadi berkat bagi orang lain dengan mempunyai perkataan yang membangun, perkataan yang berdampak positif.

 

Apa yang diharapkan oleh Rasul Paulus kepada jemaat di Kolose ini biarlah menjadi bagian kita juga, sehingga kita menjadi berkat bagi orang lain dan menyenangkan hati Tuhan.

 

Tuhan Yesus memberkati

 

Gembala Sidang,

 

Pdt. Ir. Joko Susanto, MA

Iklan