Kasih Karunia Untuk Semua

Pesan Gembala

 

14 Oktober 2008

Edisi 53 Tahun 1

 

Kasih Karunia Untuk Semua

Shallom… dan Salam Miracle…

 

Jemaat Tuhan yang dikasihi Allah, kita perlu menyadari bahwa keselamatan telah kita dapatkan oleh karena kasih karunia dan melalui iman. Efesus 2:8, “sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman, itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah”. Atau dengan kata lain kita memulai kehidupan kekristenan oleh karena kasih karunia dan melalui iman. Suatu saat Yesus Kristus akan kembali dengan kemuliaan, dan kita akan diangkat untuk bertemu dengan Dia. Itu juga akan terjadi oleh kasih karunia dan melalui iman.

 

Jadi awal dan akhir hidup kekristenan kita di bumi semuanya terjadi oleh kasih karunia dan melalui iman. Apa yang perlu kita pelajari adalah bahwa segala sesuatu diantaranya harus diterima dengan prinsip yang sama juga. Oleh kasih karunia dan melalui iman, kita dapat mengalahkan segala sesuatu yang jahat, dan menggenapi panggilan Allah di bumi. Allah mengetahui segala masa depan, tidak ada yang akan terjadi besok atau minggu depan yang akan mengejutkan Allah. Hal ini seharusnya menjad penghiburan bagi kita. Karena jika Allah tahu bahwa Saudara akan menghadapi persoalan besar maka Dia akan memberikan kasih karunia untuk menanggungnya, bahkan memberikan kemenangan.

 

Tuhan berkata kepada Paulus: “cukuplah kasih karuniaKu bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasaKu menjadi sempurna”. 2 Korintus 12:9

 

Kasih karunia tersedia dengan melimpah-limpah untuk menolong kita pada waktu yang diperlukan. Oleh karena itu kita diundang untuk datang dengan penuh keberanian ke hadapan tahta untuk menerima kasih karunia. Kita sering dikalahkan di masa lampau, karena kita belum menerima kasih karunia. Jika kita merendahkan diri dan berseru minta kasih karunia untuk mendapatkan pertolongan, Allah tidak akan mengecewakan kita.

 

Alkitab berkata bahwa mereka yang menerima kasih karunia yang berkelimpahan akan berkuasa dalam kehidupan melalui Kristus.

 

“Sebab, jika oleh dosa satu orang, maut telah berkuasa oleh satu orang itu, maka lebih benar lagi mereka yang telah menerima kelimpahan kasih karunia dan anugrah kebenaran, akan hidup dan berkuasa oleh karena satu orang itu, yaitu Yesus kristus”. Roma 5:17

 

Jemaat yang dikasihi Tuhan,

Allah telah membangkitkan bangsa yang baru di atas bumi; yaitu anak-anak Allah yang hidup oleh iman di dalam Yesus Kristus, dan hidup dengan martabat raja dan memerintah di bumi. Kita tidak perlu mengizinkan dosa berkuasa atas kita, jika kita merendahkan diri dan menerima kasih karunia Allah. Tidak seorang pun di bumi ini yang bisa menyengsarakan hidup Saudara, karena Saudara telah mengetahui rahasia dari kemenangan.

 

Untuk itu mari kita senantiasa bersyukur kepada Allah yang selalu memimpin kita pada kemenangan di dalam Yesus Kristus.

 

Tuhan Yesus memberkati kita semua…

Gembala Sidang,

 

Pdt. Ir. Joko Susanto, MA

Iklan

Kejutan

Selasa, 16 Desember 2008

Bacaan : 1Samuel 17:40-50

17:40. Lalu Daud mengambil tongkatnya di tangannya, dipilihnya dari dasar sungai lima batu yang licin dan ditaruhnya dalam kantung gembala yang dibawanya, yakni tempat batu-batu, sedang umbannya dipegangnya di tangannya. Demikianlah ia mendekati orang Filistin itu.

 

17:41 Orang Filistin itu kian dekat menghampiri Daud dan di depannya orang yang membawa perisainya.

 

17:42 Ketika orang Filistin itu menujukan pandangnya ke arah Daud serta melihat dia, dihinanya Daud itu karena ia masih muda, kemerah-merahan dan elok parasnya.

 

17:43 Orang Filistin itu berkata kepada Daud: “Anjingkah aku, maka engkau mendatangi aku dengan tongkat?” Lalu demi para allahnya orang Filistin itu mengutuki Daud.

 

17:44 Pula orang Filistin itu berkata kepada Daud: “Hadapilah aku, maka aku akan memberikan dagingmu kepada burung-burung di udara dan kepada binatang-binatang di padang.”

 

17:45 Tetapi Daud berkata kepada orang Filistin itu: “Engkau mendatangi aku dengan pedang dan tombak dan lembing, tetapi aku mendatangi engkau dengan nama TUHAN semesta alam, Allah segala barisan Israel yang kautantang itu.

 

17:46 Hari ini juga TUHAN akan menyerahkan engkau ke dalam tanganku dan aku akan mengalahkan engkau dan memenggal kepalamu dari tubuhmu; hari ini juga aku akan memberikan mayatmu dan mayat tentara orang Filistin kepada burung-burung di udara dan kepada binatang-binatang liar, supaya seluruh bumi tahu, bahwa Israel mempunyai Allah,

 

17:47 dan supaya segenap jemaah ini tahu, bahwa TUHAN menyelamatkan bukan dengan pedang dan bukan dengan lembing. Sebab di tangan Tuhanlah pertempuran dan Iapun menyerahkan kamu ke dalam tangan kami.”

 

17:48. Ketika orang Filistin itu bergerak maju untuk menemui Daud, maka segeralah Daud berlari ke barisan musuh untuk menemui orang Filistin itu;

 

17:49 lalu Daud memasukkan tangannya dalam kantungnya, diambilnyalah sebuah batu dari dalamnya, diumbannya, maka kenalah dahi orang Filistin itu, sehingga batu itu terbenam ke dalam dahinya, dan terjerumuslah ia dengan mukanya ke tanah.

 

17:50 Demikianlah Daud mengalahkan orang Filistin itu dengan umban dan batu; ia mengalahkan orang Filistin itu dan membunuhnya, tanpa pedang di tangan.

 

Kejutan

daud-dan-goliat

Kejutan sesuatu yang tidak terduga; diduga tidak terjadi malah itu yang terjadi, disangka terjadi malah tidak terjadi. Dalam permainan sepak bola kejutan kerap terjadi; di mana kesebelasan yang semula dianggap lemah, tidak punya peluang menang, tetapi malah keluar sebagai pemenang. Salah satu contoh adalah ketika Piala Eropa tahun 2004. Sejak awal yang dijagokan menjadi juara adalah negara raksasa sepak bola macam Jerman, Italia, Prancis, dan Belanda. Namun, yang kemudian menjadi juara justru Yunani, negara yang sama sekali tidak diperhitungkan.

Peristiwa Daud mengalahkan Goliat juga kejutan. Betapa tidak, siapa yang menduga si penjaga ternak, “anak ingusan”, sanggup mengalahkan prajurit profesional yang sangat ditakuti seperti Goliat. Namun itulah yang terjadi. Sejarah mencatat demikian. Kita bisa membayangkan ketika tubuh raksasa Goliat itu tumbang dihantam “ketapel” Daud, para prajurit kedua pihak yang menyaksikan hanya bisa melongo. Terhenyak dan terdiam.

Fenomena kejutan ini kiranya mengingatkan kita; kalau kita sedang berada “di atas angin”, hidup bergelimang sukses dan kejayaan, hati-hati, jangan lupa diri. Jangan takabur. Sebab bisa saja dalam sekejap semua itu amblas tak berbekas. Maka mawas diri itu penting. Bagaimana pun kita tetaplah makhluk yang terbatas. Sebaliknya, kalau kita berada “di bawah angin”, hidup kita terus berkubang kegagalan dan diremehkan, jangan putus asa, teruslah berusaha. Lakukan yang terbaik. Kejutan selalu bisa terjadi kapan saja, dan dengan cara apa saja. Seperti Daud ketika mengalahkan Goliat -AYA