”Setrum” yang menyenangkan

Jumat, 19 Desember 2008

Bacaan : Lukas 1:39-45

1:39. Beberapa waktu kemudian berangkatlah Maria dan langsung berjalan ke pegunungan menuju sebuah kota di Yehuda.

 

1:40 Di situ ia masuk ke rumah Zakharia dan memberi salam kepada Elisabet.

 

1:41 Dan ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan Elisabetpun penuh dengan Roh Kudus,

 

1:42 lalu berseru dengan suara nyaring: “Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu.

 

1:43 Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku?

 

1:44 Sebab sesungguhnya, ketika salammu sampai kepada telingaku, anak yang di dalam rahimku melonjak kegirangan.

 

1:45 Dan berbahagialah ia, yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana.”

 

”Setrum” yang menyenangkan

smiley

Kesedihan dan kegembiraan itu menular. Apabila Anda sedih, orang di sekitar Anda dapat merasakannya. Bahkan mereka bisa ikut sedih. Sebaliknya, jika Anda bergembira, suasana hati Anda akan memendar hangat, sehingga terasa oleh orang lain. Bahkan bisa menghangatkan hati mereka juga. Jadi bukan hanya penyakit, pengalaman rasa dalam diri manusia dapat menular. Lalu, bagaimana dengan pengalaman batin? Bisakah itu menular? Tentu saja! Bila batin seseorang damai, maka kedamaian itu akan memancar lembut di mata, wajah, dan seluruh tubuhnya. Siapa pun yang berhubungan dengannya, sedikit banyak akan “tersetrum” damainya.

Suatu ketika, Maria mengunjungi Elisabet untuk meneguhkan hatinya sehubungan dengan pernyataan malaikat Gabriel (ayat 36). Saat mereka berjumpa, Elisabet merasakan “setrum”-anak dalam rahimnya melonjak dan Elisabet pun penuh dengan Roh Kudus (ayat 41). Bahkan ia dapat berkata, “Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku?” (ayat 43). Padahal Kitab Suci tidak mengatakan bahwa malaikat juga menyampaikan pesan itu kepada Elisabet!

Perjumpaan dengan Tuhan secara pribadi juga bisa terasa seperti “setrum” yang menyenangkan. Dan itu bisa Anda bagikan kepada dunia. Namun, tak usah merasa gagal bila tak ada orang yang menyatakannya, sebab hal ini memang tak menuntut pengakuan. Rasakan, hayati, dan nikmati setrum perjumpaan dengan Tuhan sebagai penguatan bagi diri Anda. Dan orang-orang yang murni hatinya, seperti Maria dan Elisabet, dengan sendirinya akan “saling setrum”. Semoga kita juga -DKL

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: