Silsilah Kristus

Sabtu, 20 Desember 2008

Bacaan : Matius 1:1-17

1:1. Inilah silsilah Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham.

 

1:2 Abraham memperanakkan Ishak, Ishak memperanakkan Yakub, Yakub memperanakkan Yehuda dan saudara-saudaranya,

 

1:3 Yehuda memperanakkan Peres dan Zerah dari Tamar, Peres memperanakkan Hezron, Hezron memperanakkan Ram,

 

1:4 Ram memperanakkan Aminadab, Aminadab memperanakkan Nahason, Nahason memperanakkan Salmon,

 

1:5 Salmon memperanakkan Boas dari Rahab, Boas memperanakkan Obed dari Rut, Obed memperanakkan Isai,

 

1:6 Isai memperanakkan raja Daud. Daud memperanakkan Salomo dari isteri Uria,

 

1:7 Salomo memperanakkan Rehabeam, Rehabeam memperanakkan Abia, Abia memperanakkan Asa,

 

1:8 Asa memperanakkan Yosafat, Yosafat memperanakkan Yoram, Yoram memperanakkan Uzia,

 

1:9 Uzia memperanakkan Yotam, Yotam memperanakkan Ahas, Ahas memperanakkan Hizkia,

 

1:10 Hizkia memperanakkan Manasye, Manasye memperanakkan Amon, Amon memperanakkan Yosia,

 

1:11 Yosia memperanakkan Yekhonya dan saudara-saudaranya pada waktu pembuangan ke Babel.

 

1:12 Sesudah pembuangan ke Babel, Yekhonya memperanakkan Sealtiel, Sealtiel memperanakkan Zerubabel,

 

1:13 Zerubabel memperanakkan Abihud, Abihud memperanakkan Elyakim, Elyakim memperanakkan Azor,

 

1:14 Azor memperanakkan Zadok, Zadok memperanakkan Akhim, Akhim memperanakkan Eliud,

 

1:15 Eliud memperanakkan Eleazar, Eleazar memperanakkan Matan, Matan memperanakkan Yakub,

 

1:16 Yakub memperanakkan Yusuf suami Maria, yang melahirkan Yesus yang disebut Kristus.

 

1:17 Jadi seluruhnya ada: empat belas keturunan dari Abraham sampai Daud, empat belas keturunan dari Daud sampai pembuangan ke Babel, dan empat belas keturunan dari pembuangan ke Babel sampai Kristus.

 

Silsilah Kristus

Silsilah barangkali merupakan bagian Alkitab yang paling “membosankan”. Betapa tidak, di sana kita hanya menemukan deretan nama orang. Tidak heran kalau banyak orang, ketika membaca Alkitab sampai pada bagian ini, lebih suka melewatinya atau membacanya secara sekilas. Padahal, jika silsilah itu dimuat dalam firman Tuhan, tentu ada maknanya; tidak asal ada atau sebagai pelengkap belaka.

Orang Yahudi pada masa itu sangat mengagungkan asal-usul atau keturunan seseorang. Bagi mereka, silsilah sangat penting. Selain untuk membuktikan “keaslian” ras mereka, silsilah juga akan menunjukkan “keunggulan” nenek moyang mereka. Itu sebabnya mereka membenci orang Samaria karena ras mereka dianggap sudah tidak murni. Itu sebabnya pula Raja Herodes pernah memerintahkan agar catatan silsilahnya dibakar untuk menutupi fakta bahwa ia bukan keturunan Yahudi asli.

Bertolak dari latar belakang itu, sangat menarik kalau dalam silsilah Yesus justru terdapat nama-nama yang bereputasi “minus”. Ada Tamar yang pernah melacurkan diri terhadap Yehuda, ayah mertuanya, hingga mengandung (Kejadian 38:1-30). Ada Rut, perempuan bangsa Moab (Rut 1:3,4). Disebut juga di sana “istri Uria”, Batsyeba, yang dizinahi Daud (2Samuel 11:1-27).

Apa artinya? Kelahiran Kristus menyediakan pemulihan bagi mereka yang di masa lalu “tercemar oleh kelamnya dosa”; meruntuhkan tembok pemisah antara “ras unggul” dan “rasa rendahan”; sekaligus meniadakan sekat penghalang antara suku bangsa. Inilah kabar baik yang dibawa Kristus ke dalam dunia. Tugas kita sebagai umat kristiani adalah meneruskannya -AYA

Iklan