Tugas Berat

Jumat, 26 Desember 2008

Bacaan : Lukas 1:26-38,

1:26. Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret,

 

1:27 kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria.

 

1:28 Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: “Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau.”

 

1:29 Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu.

 

1:30 Kata malaikat itu kepadanya: “Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah.

 

1:31 Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus.

 

1:32 Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya,

 

1:33 dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan.”

 

1:34 Kata Maria kepada malaikat itu: “Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?”

 

1:35 Jawab malaikat itu kepadanya: “Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah.

 

1:36 Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, iapun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya dan inilah bulan yang keenam bagi dia, yang disebut mandul itu.

 

1:37 Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil.”

 

1:38 Kata Maria: “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” Lalu malaikat itu meninggalkan dia.

 

Tugas Berat

maria-malaikat

Meski dewasa ini seks bebas sudah semakin dianggap lumrah, sebagian besar orang tetap melihatnya sebagai aib yang memalukan. Pasangan yang hamil di luar nikah tetap harus menanggung tekanan besar dari lingkungannya. Lalu, bagaimana Maria dan Yusuf harus menghadapi hal semacam ini 2.000 tahun yang lalu?

Ya, Maria diberi tugas berat untuk mengandung Sang Mesias. Berat bukan saja karena pribadi Si Anak yang akan ia kandung, melainkan juga karena ia mengandung sebelum resmi menikah. Bisa kita bayangkan seperti apa tekanan dari masyarakat zaman itu kepada mereka. Mereka dapat dituduh telah berzinah. Dan itu membawa risiko besar. Selain itu, apakah Yusuf akan percaya begitu saja? Namun, Maria memutuskan untuk menerima tugasnya itu dalam iman. Maria taat. Allah pun menguatkan Maria dengan meyakinkan Yusuf untuk setia mendampingi Maria.

Mengikut Tuhan memang kerap kali tidak mudah. Perintah-Nya terkadang sulit diterima dengan akal. Namun, setidaknya ada dua hal yang bisa kita pegang supaya kita tetap taat. Pertama, merupakan sebuah anugerah jika kita dipakai Allah menjadi sarana penggenapan rencana-Nya. Sama seperti Maria dipakai untuk menggenapi nubuatan tentang Mesias (Matius 1:23), betapa bersyukurnya kita kalau boleh dipakai Allah untuk menggenapi rencana-Nya. Kedua, iman bahwa Allah akan memampukan kita menjalani rencana-Nya. Sama seperti Allah memberikan Yusuf untuk mendampingi Maria (Matius 1:20-21), Allah pasti akan memberikan segala hal yang kita perlukan untuk mampu terus berjalan -ALS

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: