Allah yang Berinisiatif

Sabtu, 27 Desember 2008

Bacaan : Galatia 4:4-9

4:4 Tetapi setelah genap waktunya, maka Allah mengutus Anak-Nya, yang lahir dari seorang perempuan dan takluk kepada hukum Taurat.

 

4:5 Ia diutus untuk menebus mereka, yang takluk kepada hukum Taurat, supaya kita diterima menjadi anak.

 

4:6 Dan karena kamu adalah anak, maka Allah telah menyuruh Roh Anak-Nya ke dalam hati kita, yang berseru: “ya Abba, ya Bapa!”

 

4:7 Jadi kamu bukan lagi hamba, melainkan anak; jikalau kamu anak, maka kamu juga adalah ahli-ahli waris, oleh Allah.

 

4:8. Dahulu, ketika kamu tidak mengenal Allah, kamu memperhambakan diri kepada allah-allah yang pada hakekatnya bukan Allah.

 

4:9 Tetapi sekarang sesudah kamu mengenal Allah, atau lebih baik, sesudah kamu dikenal Allah, bagaimanakah kamu berbalik lagi kepada roh-roh dunia yang lemah dan miskin dan mau mulai memperhambakan diri lagi kepadanya?

 

Allah Yang Berinisiatif

1675_shinning_heart_2

Setelah 37 tahun bekerja di meja operasi, dokter Evan Kane sadar bahwa bius total berisiko tinggi. Menurutnya, pada operasi tertentu pasien cukup dibius lokal. Namun, praktik ini belum dikenal pada tahun 1921. Untuk membuktikan teorinya, dokter Kane mencari orang yang mau menjadi pasien percobaan, tetapi ia kesulitan. Tak seorang pun ingin tetap sadar ketika operasi tengah berlangsung dan merasakan sakit luar biasa. Akhirnya, dokter Kane berinisiatif-ia mengajukan diri untuk dioperasi, yaitu operasi usus buntu. Inilah operasi usus buntu pertama dengan bius lokal. Hasilnya sukses. Terobosan besar ini membuat operasi dengan bius lokal mulai dipakai di seluruh dunia dan meringankan derita pasien.

Untuk menyelesaikan sebuah masalah, kerap diperlukan sosok yang berani mengambil inisiatif. Dan, Allah yang kita sembah itu penuh inisiatif! Melihat manusia tak berdaya di bawah kuasa dosa, Dia tidak tinggal diam. Dia tak membiarkan manusia terus menjadi hamba ilah-ilah, yang akhirnya akan membuat manusia binasa. Karena tak seorang pun dapat menjadi penebus dosa, Allah berinisiatif mengutus Anak-Nya sendiri untuk lahir sebagai manusia dan menebus kita (ayat 4). Bahkan, Roh Anak-Nya pun diutus untuk tinggal dalam hati kita (ayat 6). Solusi total itu membuat manusia kini bisa bebas dari kuasa dosa dan mengabdi pada Allah.

Natal adalah saat untuk kita mensyukuri inisiatif Allah. Kehadiran-Nya di dunia telah membebaskan kita dari kebinasaan melalui karya penebusan Kristus. Karena itu, kita yang telah menerima anugerah tersebut mesti mengambil inisiatif untuk mengabdi hanya kepada Allah -JTI

Iklan