Tak Kenal, Tak Sayang

Jumat, 16 Januari 2009

Bacaan : Mazmur 9

9:1. Untuk pemimpin biduan. Menurut lagu: Mut-Laben. Mazmur Daud. (9-2) Aku mau bersyukur kepada TUHAN dengan segenap hatiku, aku mau menceritakan segala perbuatan-Mu yang ajaib;

 

9:2 (9-3) aku mau bersukacita dan bersukaria karena Engkau, bermazmur bagi nama-Mu, ya Mahatinggi,

 

9:3 (9-4) sebab musuhku mundur, tersandung jatuh dan binasa di hadapan-Mu.

 

9:4 (9-5) Sebab Engkau membela perkaraku dan hakku, sebagai Hakim yang adil Engkau duduk di atas takhta.

 

9:5 (9-6) Engkau telah menghardik bangsa-bangsa, telah membinasakan orang-orang fasik; nama mereka telah Kauhapuskan untuk seterusnya dan selama-lamanya;

 

9:6 (9-7) musuh telah habis binasa, menjadi timbunan puing senantiasa: kota-kota telah Kauruntuhkan; lenyaplah ingatan kepadanya.

 

9:7 (9-8) Tetapi TUHAN bersemayam untuk selama-lamanya, takhta-Nya didirikan-Nya untuk menjalankan penghakiman.

 

9:8 (9-9) Dialah yang menghakimi dunia dengan keadilan dan mengadili bangsa-bangsa dengan kebenaran.

 

9:9 (9-10) Demikianlah TUHAN adalah tempat perlindungan bagi orang yang terinjak, tempat perlindungan pada waktu kesesakan.

 

9:10 (9-11) Orang yang mengenal nama-Mu percaya kepada-Mu, sebab tidak Kautinggalkan orang yang mencari Engkau, ya TUHAN.

 

9:11. (9-12) Bermazmurlah bagi TUHAN, yang bersemayam di Sion, beritakanlah perbuatan-Nya di antara bangsa-bangsa,

 

9:12 (9-13) sebab Dia, yang membalas penumpahan darah, ingat kepada orang yang tertindas; teriak mereka tidaklah dilupakan-Nya.

 

9:13 (9-14) Kasihanilah aku, ya TUHAN; lihatlah sengsaraku, disebabkan oleh orang-orang yang membenci aku, ya Engkau, yang mengangkat aku dari pintu gerbang maut,

 

9:14 (9-15) supaya aku menceritakan segala perbuatan-Mu yang terpuji dan bersorak-sorak di pintu gerbang puteri Sion karena keselamatan yang dari pada-Mu.

 

9:15 (9-16) Bangsa-bangsa terbenam dalam pelubang yang dibuatnya, kakinya tertangkap dalam jaring yang dipasangnya sendiri.

 

9:16 (9-17) TUHAN telah memperkenalkan diri-Nya, Ia menjalankan penghakiman; orang fasik terjerat dalam perbuatan tangannya sendiri. Higayon. Sela

 

9:17 (9-18) Orang-orang fasik akan kembali ke dunia orang mati, ya, segala bangsa yang melupakan Allah.

 

9:18 (9-19) Sebab bukan untuk seterusnya orang miskin dilupakan, bukan untuk selamanya hilang harapan orang sengsara.

 

9:19 (9-20) Bangkitlah, TUHAN, janganlah manusia merajalela; biarlah bangsa-bangsa dihakimi di hadapan-Mu!

 

9:20 (9-21) Biarlah mereka menjadi takut, ya TUHAN, sehingga bangsa-bangsa itu mengakui, bahwa mereka manusia saja. Sela

 

Tak Kenal, Tak Sayang

Jika kita belum mengenal seseorang, hubungan kita dengannya mungkin akan kaku. Berbincang-bincang seadanya. Basa basi. Tak kenal, maka tak sayang. Lain halnya jika kita sudah mengenal baik seseorang. Kita bisa membicarakan banyak hal dengannya, termasuk hal-hal pribadi. Sebab kita percaya kepadanya. Semakin dalam kita mengenal seseorang, semakin kita dekat dan percaya kepada orang tersebut.

Banyak orang kristiani sulit untuk percaya kepada Allah. Mengaku percaya benar-benar itu mudah. Namun, banyak orang masih sulit untuk hidup dengan iman bahwa Allah memelihara dalam hidup sehari-hari. Sulit untuk percaya bahwa Dia memedulikan setiap pergumulan yang dihadapi. Buktinya, banyak anak Tuhan mudah menyerah pada ketakutan dan kekhawatiran hidup ini. Masalah yang datang menjadi tampak lebih besar daripada kuasa Tuhan.

Bagaimana kita dapat percaya penuh kepada Allah? Pemazmur mengungkapkan kuncinya. “Orang yang mengenal nama-Mu percaya kepada-Mu” (ayat 11). Kuncinya adalah pengenalan. Ada beberapa cara tersedia bagi kita untuk mengenal Allah. Pertama, melalui firman-Nya. Kedua, melalui pengalaman kita berjalan bersama Allah. Ketika kita melakukan firman-Nya dalam kehidupan sehari-hari, kita pasti akan melihat tangan Allah menyertai. Ketika kita hidup dalam ketaatan kepada-Nya, kuasa-Nya akan makin nyata terasa.

Lewat firman dan pengalaman kita berjalan dengan Dia, kita akan semakin mengenal Dia hari demi hari. Sudahkah Anda menghidupi dua hal ini? Mari kita mulai sejak sekarang -GS

SEBERAPA DALAM KITA MENGENAL ALLAH

SEDALAM ITU KITA BISA PERCAYA PADA-NYA

Sumber : http://www.sabda.org

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: