Find and See

find_see

Bacaan: Amsal 22:24-25

Siapa bergaul dengan orang bijak menjadi bijak.– Amsal 13:20

Pelikan adalah burung penangkap ikan yang ulung. Tetapi di kota Monterey, California hal seperti ini tidak terjadi. Di kota ini, burung-burung pelikan tidak perlu bersusah payah untuk mendapatkan ikan, karena banyak sekali pabrik-pabrik pengalengan ikan. Selama bertahun-tahun mereka berpesta dengan ikan-ikan yang berserakan. Tetapi hal yang menakutkan terjadi ketika ikan di sepanjang pesisir mulai habis, dan pabrik-pabrik pengalengan mulai tutup, burung-burung tersebut mengalami kesulitan. Karena sudah bertahun-tahun tidak menangkap ikan, mereka menjadi gemuk dan malas. Ikan-ikan yang dulu mereka dapatkan dengan mudah sudah tidak ada, sehingga satu persatu dari mereka mulai sekarat dan mati.

Para pencinta lingkungan hidup berusaha keras untuk menyelamatkan mereka. Berbagai cara dicoba untuk mencegah populasi burung ini agar tidak punah. Sampai suatu saat terpikirkan oleh mereka untuk mengimport burung-burung pelikan dari daerah lain, yaitu pelikan-pelikan yang berburu ikan setiap hari. Pelikan-pelikan tersebut lalu bergabung bersama pelikan-pelikan setempat. Hasilnya luar biasa. Pelikan-pelikan baru tersebut dengan segera berburu ikan dengan giatnya, perlahan-lahan pelikan-pelikan yang kelaparan tersebut tergerak untuk berburu ikan juga. Akhirnya pelikan-pelikan di daerah tersebut hidup dengan memburu ikan lagi.

Les Giblin, seorang pakar hubungan manusia menjelaskan bahwa manusia belajar sesuatu dari panca inderanya. 1% dari rasa, 1½ % dari sentuhan, 3½ % dari penciuman, 11% dari pendengaran, dan 83% dari pengelihatan. John C Maxwel, seorang pakar kepemimpinan dalam sebuah surveinya membuktikan bahwa, “Bagaimana seorang menjadi pemimpin?” 5% akibat dari sebuah krisis, 10% adalah karunia alami, dan 85% adalah dikarenakan pengaruh dari pemimpin mereka.

Demikian halnya jika Anda ingin semakin maju, maka salah satu cara terbaik adalah dengan bergaul dengan orang-orang yang berprestasi yang bisa anda temui. Perhatikan cara mereka bekerja, lihat hidup mereka, pelajari cara berpikir mereka, lihat bagaimana mereka mengambil keputusan-keputusan penting dalam hidup mereka. Memang benar kita dapat belajar dari Tuhan langsung atau melalui pimpinan Roh Kudus, tapi kita juga harus terbuka ketika Tuhan menempatkan orang-orang terbaik yang bisa memacu hidup kita.

Carilah pergaulan yang dapat membangun kerohanian dan kehidupan Anda!

(Dhany)

» Ilustrasi Rohani ini diambil dari Renungan Harian Spirit

Iklan

Firman Tuhan Yang Terutama

Pesan Gembala

25 Januari 2009

Edisi 59 Tahun 2

 

FIRMAN TUHAN YANG TERUTAMA

Shallom…

Salam Miracle…

Jemaat yang diberkati  Tuhan, waktu terus berlalu dan sekarang sudah pada minggu terakhir di bulan Januari 2009. Kiranya waktu yang Allah berikan kepada kita, bisa kita manfaatkan sebaik mungkin, baik dalam kita berurusan dengan pekerjaan, mengatur rumah tangga, pelayanan, bermasyarakat, dan lain sebagainya.

 

Dalam ilmu sosial dikenal istilah masyarakat legalities. Yang dimaksud dengan masyarakat legalities adalah kumpulan manusia yang seluruh kehidupannya ditentukan oleh pelaksanaan hukum dan aturan secara tepat. Salah satu contoh masyaraka legalities adalah bangsa Yahudi terutama pada masa Yesus ketika itu. Selain sekian banyak aturan keagamaan yang tertera dalam kitab Taurat, juga masih ada aturan-aturan dan adat istiadat tambahan yang mereka buat sendiri yang harus mereka lakukan dan patuhi. Kepatuhan terhadap aturan-aturan yang dimaksud diyakini akan mendatangkan berkat. Sebaliknya, sikap atau tindakan yang tidak bersesuaian dengan aturan-aturan yang ada akan mendatangkan cercaan, hinaan, bahkan hukuman.

 

Jemaat yang dikasihi Tuhan…

Selama menjalani kehidupanNya di dunia ini, Yesus berkali-kali berhadapan dengan sikap legalities dari para tetua Yahudi baik ahli Taurat maupun para Imam Yahudi. Mari kita melihat dan merenungkan ketika beberapa orang Farisi datang makan bersama. Mereka (orang Farisi) menegur Yesus karena murid-murid-Nya makan tanpa mencuci tangan (terdapat dalam Markus 7:1-13).

Menurut hukum Taurat, para murid Yesus dianggap makan dengan tangan najis, bagi orang Farisi, mereka tidak akan makan sebelum cuci tangan sebab hal itu melanggar hukum Yahudi. Teguran dan gerutu orang-orang Farisi ini justru membuat Yesus menjadi gusar. Bahkan Yesus pun berbalik mengecam mereka yang selama hidupnya telah mengorbankan Firman Allah demi pelaksanaan warisan adat istiadat dan aturan-aturan yang nyata-nyata hanyalah buatan manusia. Yesus berkata “…hai orang-orang munafik… bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh daripada-Ku. Percuma mereka beribadah kepada kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia…Perintah Allah kamu abaikan untuk berpegang pada adat istiadat manusia”. Maksudnya adalah Yesus menunjukkan bahwa Firman Allah jauh berada di atas aturan manusia. Namun, orang-orang Farisi terlalu tegar tengkuk untuk mengakuinya.

Kehidupan kita yang semakin rumit di tengah masyarakat sering makin diperumit lagi dengan banyaknya aturan yang harus kita jalani.

 

Bagaimana sikap dan tanggapan kita?
Kita perlu menaati aturan demi keteraturan dan ketertiban dalam masyarakat. Akan tetapi ketaatan terhadap peraturan dunia yang dibuat oleh manusia hendaknya tidak mengatasi atau mencegah kita untuk lebih taat kepada Firman dan peraturan Allah yang kita kerjakan dalam kehidupan sehari-hari kita. Peraturan dunia memang menawarkan keamanan dan kenyaman, namun keselamatan kekal hanya ditawarkan oleh seluruh hukum Allah yang tertera dalam Alkitab. Kiranya Firman Allah yang adalah KEBENARAN tetap yang terutama dalam kehidupan kita semua.

 

Tuhan Yesus memberkati kita semua…Amien.

Gembala Sidang,

Pdt. Ir. Joko Susanto, MA