Firman Tuhan Yang Terutama

Pesan Gembala

25 Januari 2009

Edisi 59 Tahun 2

 

FIRMAN TUHAN YANG TERUTAMA

Shallom…

Salam Miracle…

Jemaat yang diberkati  Tuhan, waktu terus berlalu dan sekarang sudah pada minggu terakhir di bulan Januari 2009. Kiranya waktu yang Allah berikan kepada kita, bisa kita manfaatkan sebaik mungkin, baik dalam kita berurusan dengan pekerjaan, mengatur rumah tangga, pelayanan, bermasyarakat, dan lain sebagainya.

 

Dalam ilmu sosial dikenal istilah masyarakat legalities. Yang dimaksud dengan masyarakat legalities adalah kumpulan manusia yang seluruh kehidupannya ditentukan oleh pelaksanaan hukum dan aturan secara tepat. Salah satu contoh masyaraka legalities adalah bangsa Yahudi terutama pada masa Yesus ketika itu. Selain sekian banyak aturan keagamaan yang tertera dalam kitab Taurat, juga masih ada aturan-aturan dan adat istiadat tambahan yang mereka buat sendiri yang harus mereka lakukan dan patuhi. Kepatuhan terhadap aturan-aturan yang dimaksud diyakini akan mendatangkan berkat. Sebaliknya, sikap atau tindakan yang tidak bersesuaian dengan aturan-aturan yang ada akan mendatangkan cercaan, hinaan, bahkan hukuman.

 

Jemaat yang dikasihi Tuhan…

Selama menjalani kehidupanNya di dunia ini, Yesus berkali-kali berhadapan dengan sikap legalities dari para tetua Yahudi baik ahli Taurat maupun para Imam Yahudi. Mari kita melihat dan merenungkan ketika beberapa orang Farisi datang makan bersama. Mereka (orang Farisi) menegur Yesus karena murid-murid-Nya makan tanpa mencuci tangan (terdapat dalam Markus 7:1-13).

Menurut hukum Taurat, para murid Yesus dianggap makan dengan tangan najis, bagi orang Farisi, mereka tidak akan makan sebelum cuci tangan sebab hal itu melanggar hukum Yahudi. Teguran dan gerutu orang-orang Farisi ini justru membuat Yesus menjadi gusar. Bahkan Yesus pun berbalik mengecam mereka yang selama hidupnya telah mengorbankan Firman Allah demi pelaksanaan warisan adat istiadat dan aturan-aturan yang nyata-nyata hanyalah buatan manusia. Yesus berkata “…hai orang-orang munafik… bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh daripada-Ku. Percuma mereka beribadah kepada kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia…Perintah Allah kamu abaikan untuk berpegang pada adat istiadat manusia”. Maksudnya adalah Yesus menunjukkan bahwa Firman Allah jauh berada di atas aturan manusia. Namun, orang-orang Farisi terlalu tegar tengkuk untuk mengakuinya.

Kehidupan kita yang semakin rumit di tengah masyarakat sering makin diperumit lagi dengan banyaknya aturan yang harus kita jalani.

 

Bagaimana sikap dan tanggapan kita?
Kita perlu menaati aturan demi keteraturan dan ketertiban dalam masyarakat. Akan tetapi ketaatan terhadap peraturan dunia yang dibuat oleh manusia hendaknya tidak mengatasi atau mencegah kita untuk lebih taat kepada Firman dan peraturan Allah yang kita kerjakan dalam kehidupan sehari-hari kita. Peraturan dunia memang menawarkan keamanan dan kenyaman, namun keselamatan kekal hanya ditawarkan oleh seluruh hukum Allah yang tertera dalam Alkitab. Kiranya Firman Allah yang adalah KEBENARAN tetap yang terutama dalam kehidupan kita semua.

 

Tuhan Yesus memberkati kita semua…Amien.

Gembala Sidang,

Pdt. Ir. Joko Susanto, MA

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: