Kritik

Bacaan: Matius 13: 53-58

Sebab tujuh kali orang benar jatuh, namun ia bangun kembali, tetapi orang fasik akan roboh dalam bencana– Amsal 24:16

kritikSuatu kali seorang pemusik muda mengadakan konser perdana, namun setelah konser ia dicela habis-habisan oleh banyak kritikus. Rasa depresi segera melanda pemuda itu. Hingga Jean Sibelius, komposer Finlandia yang terkenal menghiburnya. “ Ingat Nak, tidak ada satupun kota di seluruh dunia yang mendirikan patung penghargaan untuk kritikus.”

Mungkin kita juga pernah dicela dan dikritik oleh orang di sekitar kita. Apapun yang kita perbuat, sang kritikus siap “bernyanyi” dengan nada-nada sumbang. Tapi saya teringat pada Elvis Presley yang pernah dipecat oleh manajer Grand Ole Opry dengan komentar, “Kamu tidak terkenal, Nak. Sebaiknya kamu kembali menjadi supir truk.” Clint Eastwood juga pernah dipecat dari Universal Pictures hanya karena giginya cuwil. Decca Records pernah menolak 4 pemuda yang gugup ketika bermain untuk rekaman pertamanya. Mereka berkata, “Kami tidak suka mereka. Kelompok gitaris tidak begitu populer.” Keempat pemuda itu adalah The Beatles. Itulah contoh dari orang-orang yang pernah dikritik, dicela bahkan ditolak. Tetapi dari kritik itu, mereka bangkit sehingga hari ini, kita pasti mengenal nama-nama di atas sebagai legenda dalam bidangnya.

Mungkin saat ini sebagai karyawan atau usahawan yang baru dalam perintisan, Anda sudah mendapat kritikan. Satu yang bisa saya tulis untuk Anda, “Teruslah maju mencari peluang!” Percayalah Allah sedang mengerjakan rencana hebat untuk pekerjaan Anda. Saatnya kita melihat kritik sebagai dorongan orang lain agar kita tetap bersemangat dan mengembangkan potensi diri. Dari kritikan kita bisa melihat kelemahan-kelemahan yang mungkin belum kita sadari. Kritik juga melatih kita menjadi bermental unggul. Jangan lupa juga, seorang tokoh terbesar pun lahir di antara kritikan dan cemooh. Dialah Yesus yang kini telah menebus dosa kita. Ia lah yang akan menjadi pelatih mental kita agar dapat menggunakan kritik sebagai pemacu untuk meraih kesuksesan. Kritikan adalah satu rahasia kesuksesan. Jangan bunuh suara-suara kritik tetapi peliharalah demi keberhasilan pekerjaan Anda. Tetaplah optimis!

Kritik bisa membuat kita melihat kelemahan yang sering belum kita sadari

(Dioni)

» Ilustrasi Rohani ini diambil dari Renungan Harian Spirit

Iklan

Berani Memberi

Pesan Gembala

1 Februari 2009

Edisi 60 Tahun 2

 

BERANI MEMBERI

Shallom…

Salam Miracle…

Jemaat yang diberkati  Tuhan, hari ini kita belajar mengenai berani memberi. Kitab Amsal menyatakan “ada yang menyebar harta, tetapi bertambah kaya, ada yang menghemat secara luar biasa, namun selalu kekurangan. Siapa banyak memberi berkat, diberi kelimpahan, siapa memberi minum, ia sendiri akan diberi minum. Siapa menahan gandum, ia dikutuk orang, tetapi berkat turun di atas kepala orang yang menjual gandum”. Hukum ini sungguh-sungguh bekerja. Jika Saudara berani mengujinya, Allah akan memberi Saudara lebih banyak berkat daripada apa yang dapat Saudara tampung. Buatlah sebuah keputusan berkualitas dengan cara selalu melakukan apa yang Allah perintahkan agar Saudara lakukan. Jika Allah berkata YA, sementara buku tabungan kita berkata TIDAK, maka akan lebih baik menuruti kata Tuhan. Tetapi jangan sekalipun melakukan sesuatu yang Allah katakan TIDAK, walaupun buku tabungan kita bisa berkata YA atau BISA. Mari belajar dipimpin oleh Roh Kudus, bukan saldo tabungan kita.

Paulus berkata bahwa siapa menabur sedikit akan menuai sedikit pula, tetapi ia juga berkata “dan Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kamu, supaya kamu senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatu dan malah berkelimpahan di dalam pelbagai kebajikan”. Di sini Allah berkata bahwa Dia adalah pemberi dan kita adalah penabur. Dia menyediakan benih bagi para penabur dan roti sebagai makanan sehari-hari. Dia akan memberikan kepada kita benih untuk ditabur. Jika kita menyerahkan diri agar Tuhan pakai, maka hukum tabur tuai ini akan berlaku bagi kita.

Allah senantiasa melihat motivasi kita. Jika motivasi kita benar, dan melakukan pemberian menurut kemampuan kita sekarang ini, maka akan masuk ke dalam kelimpahan. Tetapi sebagian orang berhenti memberi segera setelah mereka menerima cukup uang. Sumber daya yang mereka miliki menjadi kering dan habis, dan uang tersebut menjadi lenyap tak tersisa. Hal lain adalah jangan menunda-nunda ketika Allah berbicara kepada Saudara untuk menabur dalam seuatu proyek tertentu. Ketika Roh Kudus berbicara untuk menabur, maka kita harus segera menabur. Tidak ada kepuasan yang lebih besar daripada memberi bagi pekerjaan Tuhan. Betapa menyenangkan karena kita independent dari dunia ini dan memiliki kebebasan untuk bertindak dan melakukan apa yang Allah perintahkan adar kita lakukan. Rasul Paulus meminta kepada jemaat di Korintus untuk memberi bagi pelayanan kasih atau orang-orang miskin di Yerusalem, hal tersebut dikarenakan karena Kristus Yesus sendiri telah menjadi miskin, agar melalui kemiskinan-Nya, mereka boleh menjadi kaya dan lalu dapat memberi.

Jemaat yang dikasihi Tuhan…

Usahakanlah untuk menabur benih-benih di tanah yang subur dan jangan menabur pada saat di bawah tekanan, namun dengan sukacita memberi. Seperti Rasul Paulus yang menasehatkan demikian,”sebab jika kamu rela untuk memberi, maka pemberianmu akan diterima, kalau pemberianmu itu berdasarkan apa yang ada padamu, bukan berdasarkan apa yang tidak ada padamu”.

 

Allah telah mendirikan dan menyiapkan sebuah rencana keuangan bagi kerajaan-Nya dan ini melibatkan kita untuk memberi secara sukarela bagi pekerjaan-Nya. Ini adalah sebuah pelayanan kepada Tuhan, yang mana sama berharganya dengan pujian dan penyembahan.

Kesempatan ini juga saya menyampaikan selamat bagi adik-adik remaja yang telah menyelesaikan SOM (Sekolah Orientasi Melayani), dengan harapan tidak cukup dapat menyelesaikan SOM, tetapi memiliki komitmen akan lebih baik lagi dalam pelayanan, terlebih menjadi berkat bagi orang lain yang masih dalam kegelapan dan mengerti terang Ilahi. Juga saya menyampaikan kepada seluruh jemaat untuk tetap berdoa bagi rencana pembelian tanah dan pembangunan Gereja.

Tuhan Yesus memberkati kita semua…amien

 

Gembala Sidang

Pdt. Ir. Joko Susanto, MA

Ibadah dan Kejahatan

Senin, 2 Februari 2009

Bacaan : Amos 4:4,5

4:4 “Datanglah ke Betel dan lakukanlah perbuatan jahat, ke Gilgal dan perhebatlah perbuatan jahat! Bawalah korban sembelihanmu pada waktu pagi, dan persembahan persepuluhanmu pada hari yang ketiga!

 

4:5 Bakarlah korban syukur dari roti yang beragi dan maklumkanlah persembahan-persembahan sukarela; siarkanlah itu! Sebab bukankah yang demikian kamu sukai, hai orang Israel?” demikianlah firman Tuhan ALLAH.

 

Ibadah dan Kejahatan

bgsf01-17

Ibadah seperti apakah yang berkenan di hadapan Allah? Pertanyaan ini menjadi sangat penting ketika banyak gereja memperdebatkannya. Setiap gereja tentu memiliki pendapat masing-masing, tetapi kita tidak akan berdebat mengenai hal tersebut. Saya ingin mengajak kita melihat apa yang dikatakan Alkitab mengenai hal ini. Dalam Amos 4:4,5, Allah menyatakan bahwa Dia tidak berkenan kepada ibadah dan korban persembahan yang dilakukan oleh bangsa Israel. Mengapa Allah tidak berkenan atasnya? Karena Allah mendapati perbuatan mereka yang jahat di luar ibadah.

Allah sangat mementingkan ibadah, tetapi Allah menginginkan ibadah yang utuh. Allah tidak menginginkan kita bersikap baik hanya pada saat di gereja, sedangkan dalam hidup sehari-hari tidak. Dari sini kita dapat belajar bahwa hidup sehari-hari adalah cerminan atau bagian dari ibadah kita juga. Jikalau hidup kita penuh dengan kejahatan, Allah tidak akan pernah berkenan kepada ibadah dan persembahan kita.

Seberapa sering kita mengintegrasikan ibadah dan hidup sehari-hari? Jangan biarkan mulut kita memuji Tuhan di dalam gereja, tetapi mengeluarkan kata-kata kotor di luar gereja. Jangan biarkan tangan kita memberi persembahan di gereja, tetapi memeras orang di luar gereja. Jangan biarkan hati kita damai dan sukacita ketika tengah berada di gereja, tetapi penuh dengki dan kebencian di luar gereja. Allah menginginkan ibadah kita benar dan berkenan di hadapan-Nya. Bukan hanya di gereja kita memuliakan Tuhan, bahkan setiap saat di luar gereja pun kita mesti selalu memuliakan nama Tuhan -RY

BAPA KUPERSEMBAHKAN TUBUHKU

SEBAGAI IBADAH YANG SEJATI DAN BERKENAN PADA-MU

Sumber : http://www.sabda.org