Pemandu Ada Di Perahu

Kamis,12 Februari 2009

Bacaan : Matius 7:24-27

9:49 Yohanes berkata: “Guru, kami lihat seorang mengusir setan demi nama-Mu, lalu kami cegah orang itu, karena ia bukan pengikut kita.”

 

9:50 Yesus berkata kepadanya: “Jangan kamu cegah, sebab barangsiapa tidak melawan kamu, ia ada di pihak kamu.”

 

9:51. Ketika hampir genap waktunya Yesus diangkat ke sorga, Ia mengarahkan pandangan-Nya untuk pergi ke Yerusalem,

 

9:52 dan Ia mengirim beberapa utusan mendahului Dia. Mereka itu pergi, lalu masuk ke suatu desa orang Samaria untuk mempersiapkan segala sesuatu bagi-Nya.

 

9:53 Tetapi orang-orang Samaria itu tidak mau menerima Dia, karena perjalanan-Nya menuju Yerusalem.

 

9:54 Ketika dua murid-Nya, yaitu Yakobus dan Yohanes, melihat hal itu, mereka berkata: “Tuhan, apakah Engkau mau, supaya kami menyuruh api turun dari langit untuk membinasakan mereka?”

 

9:55 Akan tetapi Ia berpaling dan menegor mereka.

 

9:56 Lalu mereka pergi ke desa yang lain.

 

Pemandu Ada Di Perahu

arung-jeram

Saat diadakan retret penulis Renungan Harian di Magelang, peserta ditawari berwisata arung jeram di Kali Progo. Saya bersemangat menjajal pengalaman baru itu. Sebelum berangkat, sang pemandu memberi petunjuk tentang aba-aba yang harus diperhatikan, cara dan arah mendayung, serta potensi bahaya yang mesti diantisipasi peserta. Mendengar penjelasan itu, dan karena saya tidak bisa berenang, jantung saya jadi sedikit berdebar. Amankah perjalanan ini? Namun sungguh melegakan, arung jeram selama dua jam itu ternyata menjadi petualangan kecil yang mengasyikkan.

Apa rahasianya? Karena sang pemandu ikut serta di perahu. Ia sudah sangat menguasai medan yang dilewati, sehingga bisa mengarahkan peserta dan memberikan aba-aba yang tepat. Kami tinggal mengikuti arahannya untuk berperahu dengan aman dan menikmati perjalanan.

Bukankah keadaan itu mirip dengan perjalanan rohani kita? Di satu sisi, Tuhan Yesus tidak menjanjikan kehidupan yang mulus dan aman tanpa tantangan. Dia menyatakan bahwa kehidupan kita akan didera oleh hujan, banjir, dan angin pencobaan. Di sisi lain, Dia mengutus Roh Kudus untuk menyertai kita dan diam di dalam perahu kehidupan kita, membimbing perjalanan kita.

Tak ayal kita masing-masing menghadapi persoalan hidup tertentu. Syukurlah, Sang Pemandu ada di dalam perahu dan siap sedia mengarahkan kita. Kita hanya perlu membuka hati untuk memerhatikan bimbingan-Nya. Sepanjang kita menaati petunjuk-Nya, kita dapat tetap bersukacita dan mendapatkan kekuatan untuk mengatasi persoalan tersebut. Nikmatilah perjalanan Anda! -ARS

TUHAN ADA DI DALAM PERAHU KEHIDUPAN KITA

DAN DIA TIDAK BERDIAM DIRI

Sumber : http://www.sabda.org

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: