Pembebas atau Penindas?

Rabu,11 Februari 2009

Bacaan : Lukas 9:49-56

9:49 Yohanes berkata: “Guru, kami lihat seorang mengusir setan demi nama-Mu, lalu kami cegah orang itu, karena ia bukan pengikut kita.”

 

9:50 Yesus berkata kepadanya: “Jangan kamu cegah, sebab barangsiapa tidak melawan kamu, ia ada di pihak kamu.”

 

9:51. Ketika hampir genap waktunya Yesus diangkat ke sorga, Ia mengarahkan pandangan-Nya untuk pergi ke Yerusalem,

 

9:52 dan Ia mengirim beberapa utusan mendahului Dia. Mereka itu pergi, lalu masuk ke suatu desa orang Samaria untuk mempersiapkan segala sesuatu bagi-Nya.

 

9:53 Tetapi orang-orang Samaria itu tidak mau menerima Dia, karena perjalanan-Nya menuju Yerusalem.

 

9:54 Ketika dua murid-Nya, yaitu Yakobus dan Yohanes, melihat hal itu, mereka berkata: “Tuhan, apakah Engkau mau, supaya kami menyuruh api turun dari langit untuk membinasakan mereka?”

 

9:55 Akan tetapi Ia berpaling dan menegor mereka.

 

9:56 Lalu mereka pergi ke desa yang lain.

 

Pembebas atau Penindas?

freedom_girl

Ada dua tipe manusia, ditinjau dari caranya memperlakukan sesama. Tipe pertama adalah penindas. Cirinya: suka memaksa orang lain menuruti keinginannya. Jika kemauannya tidak dituruti, mereka akan memakai kuasanya untuk menindas. Tipe kedua adalah pembebas. Mereka bisa menghargai orang yang berbeda pendapat, bahkan tidak menyukai dirinya. Mereka membebaskan orang lain untuk menjadi diri sendiri.

Para murid termasuk tipe penindas. Baru saja menerima kuasa untuk mengusir setan dan menyembuhkan penyakit (Lukas 9:1,2), sikap arogan mulai muncul. Yohanes berniat mencegah orang lain mengusir setan, karena ia “bukan pengikut kita”. Ia bersama Yakobus bahkan siap “menyuruh api turun dari langit” untuk membinasakan orang-orang Samaria yang tidak mau menerima kedatangan Yesus. Padahal Yesus sendiri tidak marah terhadap penolakan mereka. Dia menghargai perbedaan pendapat. Dia memahami sikap orang Samaria dan tidak memaksa mereka menuruti kehendak-Nya. Yesus adalah pembebas. Kedua murid tersebut Dia tegur karena bersikap sebagai tuan yang menindas sesama.

Kita diberi kuasa untuk melayani. Membebaskan. Namun, kuasa bisa disalahgunakan untuk menindas; si kaya menindas si miskin, majikan menindas karyawan, penguasa menindas rakyat; kelompok mayoritas menindas minoritas. Sungguh tak adil memaksa orang menuruti kemauan kita. Thomas à Kempis berkata, “Jangan marah karena engkau tidak bisa membuat orang lain menjadi seperti yang kauinginkan, sebab engkau sendiri tidak bisa membuat dirimu menjadi seperti yang kauinginkan” -JTI

ANDA DAPAT MEMBANGUN TAKHTA DI ATAS BAYONET

TETAPI ANDA TAK DAPAT DUDUK DI ATASNYA UNTUK WAKTU LAMA

Sumber : http://www.sabda.org

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: