Susahnya Berubah

Senin,16 Februari 2009

Bacaan : Lukas 7:29-35

7:29 Seluruh orang banyak yang mendengar perkataan-Nya, termasuk para pemungut cukai, mengakui kebenaran Allah, karena mereka telah memberi diri dibaptis oleh Yohanes.

 

7:30 Tetapi orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat menolak maksud Allah terhadap diri mereka, karena mereka tidak mau dibaptis oleh Yohanes.

 

7:31 Kata Yesus: “Dengan apakah akan Kuumpamakan orang-orang dari angkatan ini dan dengan apakah mereka itu sama?

 

7:32 Mereka itu seumpama anak-anak yang duduk di pasar dan yang saling menyerukan: Kami meniup seruling bagimu, tetapi kamu tidak menari, kami menyanyikan kidung duka, tetapi kamu tidak menangis.

 

7:33 Karena Yohanes Pembaptis datang, ia tidak makan roti dan tidak minum anggur, dan kamu berkata: Ia kerasukan setan.

 

7:34 Kemudian Anak Manusia datang, Ia makan dan minum, dan kamu berkata: Lihatlah, Ia seorang pelahap dan peminum, sahabat pemungut cukai dan orang berdosa.

 

7:35 Tetapi hikmat dibenarkan oleh semua orang yang menerimanya.”

 

Susahnya Berubah

heart2

Setiap tahun, 600.000 orang Amerika menjalani operasi bypass jantung. Ini hanya solusi sementara. Pasca operasi, mereka selalu diingatkan supaya mengubah gaya hidup. Mereka harus mengubah pola makan, berhenti merokok, dan berolahraga. Jika tidak, kondisi jantung akan memburuk dan membahayakan jiwa. Penelitian menunjukkan ternyata 90% pasien tidak mengubah gaya hidupnya sekalipun terancam maut. Mengapa? Karena sikap membenarkan diri sendiri. Banyak yang berpikir, “Bukankah soal mati hidup di tangan Tuhan? Itu tidak ditentukan oleh gaya hidup saya!”

Orang akan sulit berubah jika ia terus membenarkan diri sendiri. Lukas menceritakan, ada dua kelompok orang yang sama-sama telah mendengar firman dan melihat karya Yesus, namun reaksi keduanya sangat berbeda. Kelompok orang banyak dan pemungut cukai langsung mengakui kesalahannya, dibaptiskan, dan mengubah cara hidup mereka (ayat 29). Sedangkan kelompok orang Farisi dan ahli Taurat bereaksi sebaliknya. Mereka “menolak maksud Allah terhadap diri mereka” (ayat 30). Bukannya mengubah diri, mereka malah membenarkan diri sambil mencari-cari kesalahan Yesus dan Yohanes Pembaptis yang memberitakan kebenaran (ayat 33-34).

Apakah Anda merasa sulit berubah? Berhentilah membenarkan diri sendiri. Jika Anda terus mencari-cari alasan untuk memaklumi dan memaafkan diri sendiri, Anda akan segan berubah. Perhadapkanlah diri sendiri dengan kebenaran, walaupun terasa pahit. Memang berubah itu sulit, sakit, dan memakan waktu lama. Namun tanpa perubahan, tak akan ada kemajuan -JTI

ORANG YANG TAK PERNAH BERUSAHA BERUBAH

BAGAI ATLET YANG BELUM BERTANDING

SUDAH MENGAKU KALAH

Sumber : http://www.sabda.org

Iklan