TAK BERCACAT

Jumat, 31 Juli 2009

Bacaan : 2Petrus 3:9-15

3:9. Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat.

3:10 Tetapi hari Tuhan akan tiba seperti pencuri. Pada hari itu langit akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat dan unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api, dan bumi dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap.

 

3:11. Jadi, jika segala sesuatu ini akan hancur secara demikian, betapa suci dan salehnya kamu harus hidup

3:12 yaitu kamu yang menantikan dan mempercepat kedatangan hari Allah. Pada hari itu langit akan binasa dalam api dan unsur-unsur dunia akan hancur karena nyalanya.

3:13 Tetapi sesuai dengan janji-Nya, kita menantikan langit yang baru dan bumi yang baru, di mana terdapat kebenaran.

3:14 Sebab itu, saudara-saudaraku yang kekasih, sambil menantikan semuanya ini, kamu harus berusaha, supaya kamu kedapatan tak bercacat dan tak bernoda di hadapan-Nya, dalam perdamaian dengan Dia.

3:15 Anggaplah kesabaran Tuhan kita sebagai kesempatan bagimu untuk beroleh selamat, seperti juga Paulus, saudara kita yang kekasih, telah menulis kepadamu menurut hikmat yang dikaruniakan kepadanya.

 

TAK BERCACAT

Kota Bandung terkenal dengan Factory Outlet-nya. Tempat orang bisa berbelanja produk fashion dari merek ternama dengan harga miring. Pakaian sisa ekspor yang dijajakan di sana bagus-bagus. Harganya pun jauh di bawah harga outlet resmi. Namun, di antaranya ada pula barang yang tidak lolos kendali mutu (quality control). Produk ini cacat sedikit. Entah potongan, jahitan, bahan, atau warnanya tidak sesuai pesanan. Walaupun hanya cacat sedikit, pihak pemesan menganggapnya tidak layak ekspor!

Ketika memberitakan bahwa hari Tuhan pasti akan datang, Rasul Petrus menekankan betapa pentingnya kita hidup “tak bercacat dan tak bernoda” (ayat 14). Kata “tak bercacat” berkait erat dengan tradisi persembahan korban. Di Perjanjian Lama, setiap hewan korban harus diteliti dulu sebelum dipersembahkan. Baca lebih lanjut

KRISTEN SEJATI (4)

PESAN GEMBALA

26 JULI 2009

EDISI 84 TAHUN 2

 

KRISTEN SEJATI (4)

 

Shallom… Salam Miracle.

Jemaat Bethany yang diberkati Tuhan, hari ini kita akan melanjutkan pembahasan dalam warta jemaat minggu lalu, yaitu tentang Kristen Sejati.

 

Bagaimana supaya kita dapat bertumbuh kuat dan semangat dalam kehidupan rohani kita?

  1. JADILAH ORANG KRISTEN YANG MENJADIKAN ALKITAB SEBAGAI MAKANAN
  2. JADILAH ORANG KRISTEN YANG SETIA BERDOA
  3. JADILAH PENYEMBAH YANG TERATUR DALAM PERSEKUTUAN
  4. JADILAH ORANG KRISTEN YANG DIBAPTIS
  5. JADILAH ORANG KRISTEN YANG DIPENUHI ROH KUDUS
  6. JADILAH ORANG KRISTEN YANG MEMBERI

Uang memegang peranan penting dalam segala macam aspek dan kegiatan dalam pekerjaan Tuhan, melalui Gereja Allah yang memberkati dan mendayagunakan orang-orangNya untuk memanfaatkan kebutuhan akan kuangan ini bagi pekerjaanNya. Memberi merupakan bagian yang penting dalam dalam penyembahan dan pelayanan kita. Juga sebagai sarana untuk menerima berkatNya. Dalam 2 Korintus 9:7,”Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita”.

Berapa banyak kita harus memberi?

Dalam Perjanjian Lama, orang-orang Israel memberi perpuluhan yang merupakan ketetapan hukum Tuhan (Maleakhi 3:8-10). Dalam 1 korintus 16:2,”Pada hari minggu hendaklah kamu masing-masing memberi sebagaimana Allah telah memenuhi kamu”. Pada setiap minggu pertama orang-orang Kristen berkumpul untuk merayakan Perjamuan Kudus, mendengarkan Firman tuhan dan menikmati penyembahan dalam ibadah raya (Kisah 20:7), dan disini mereka membawa persembahan bagi pekerjaan Tuhan. Walaupun banyak tindakan iman untuk memberi secara bebas kepada Tuhan, tetapi perhatikan janjiNya dalam Lukas 6:38,”berilah dan kamu akan diberi, satu takaran yang baik, yang dipadatkan, digonjangkan dan yang tumpah keluar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.”

7. JADILAH ORANG KRISTEN YANG BERSAKSI

Sebagai orang Kristen sebaiknya bersaksi dengan mulut dan kehidupan. Dengan keberadaan dan dengan apa yang kita kerjakan dan kita katakana, kita bisa menjadi saksi Kristus. Banyak yang telah dimenangkan di dalam Iman kepada Kristus oleh kesaksian dan pelayanan pribadi orang percaya. Sekali lagi ketika orang-orang Kristen mula-mula tercerai berai dari yerusalem oleh karena penganiayaan “pergi kemana saja memberitakan Injil” (Kisah Para Rasul 8:4). Dengan sarana ini Injil disebarkan dan semakin banyak orang percaya kepada Kristus.

 

8. JADILAH ORANG KRISTEN YANG PENUH IMAN

Perjanjian lama menggunakan kata untuk iman atau keyakinan dengan kata “percaya” sebanyak lebih dari 150 kali. Kitab Ibrani pasal 11 menuliskan tentang orang-orang yang beriman kepada Tuhan , dan tokoh tokoh iman dalam Ibrani 11 tersebut sangat baik untuk diteladani. Kehidupan orang Kristen adalah kehidupan dalam iman dan mempercayai Allah. Tuhan Yesus selalu menaruh perhatian dan memberi tanggapan tentang iman. “Jadilah kepadamu menurut imanmu”. Dia menyatakan dalam Matius 9:29. Sering kita mendengar orang percaya berkata “saya berdoa menurut iman dan membuka Alkitabku dan membacanya, sebab iman datang dari pendengaran dan dengan mendengar Firman Allah, saya mulai membaca dan imanku bertumbuh sejak saat itu.”

 

9. JADILAH ORANG KRISTEN YANG BERPENGHARAPAN

Berkat pengharapan yang Allah persiapkan sebelumnya bagi semua orang percaya di dalam Yesus Kristus adalah kedatanganNya sendiri ke bumi untuk membawa orang-orangNya kepada Dia sendiri. Pada kedatanganNya yang pertama oleh anugerah dan kemurahan Allah, Yesus Kristus menebus dosa manusia, pada kedatanganNya yang kedua oleh Dia akan menerima semua orang yang diselamatkan oleh penebusan dan iman di dalam Dia, yang disebut mempelaiNya… (BERSAMBUNG)

 

 

Gembala Sidang,

Pdt. Ir. Joko Susanto, MA

 

 

Gembala Sidang,

Pdt. Ir. Joko Susanto, MA

MBAK SURYANTI

Kamis, 30 Juli 2009

Bacaan : Yesaya 55:8-9

55:8 Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN.

55:9 Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu.

 

MBAK SURYANTI

Mbak Suryanti adalah anggota keluarga dari pelayanan Renungan Harian. Bagian keluarga yang divonis sakit berat sejak awal tahun 2009. Kanker ganas. Sudah stadium akhir. Terlambat diketahui, sehingga sudah menjalar ke mana-mana. Benar-benar mengganas, hingga minggu dan bulan yang dijalani, segera saja menghabiskan tubuhnya.

Awal April 2009, kami melawatnya. Wajah mengernyit menahan sakit, menyambut kami. Ya, menit demi menit, kanker itu memberi siksaan yang mendera begitu sakit. Seorang rekan bertanya kepada Mbak Suryanti, “Apakah dalam kondisi sakit ini, Ibu masih percaya bahwa Tuhan baik?” Agak terkejut tampaknya ia mendengar pertanyaan itu. Tetapi tegas jawabnya, “Ya.” Lalu ditanya lagi, “Andaikan Tuhan mengizinkan Ibu sakit setahun lagi, apakah Ibu masih percaya Tuhan itu baik?” Baca lebih lanjut

KIAMAT 2012

Rabu, 29 Juli 2009

Bacaan : Wahyu 1:1-3

1:1. Inilah wahyu Yesus Kristus, yang dikaruniakan Allah kepada-Nya, supaya ditunjukkan-Nya kepada hamba-hamba-Nya apa yang harus segera terjadi. Dan oleh malaikat-Nya yang diutus-Nya, Ia telah menyatakannya kepada hamba-Nya Yohanes.

1:2 Yohanes telah bersaksi tentang firman Allah dan tentang kesaksian yang diberikan oleh Yesus Kristus, yaitu segala sesuatu yang telah dilihatnya.

 

1:3. Berbahagialah ia yang membacakan dan mereka yang mendengarkan kata-kata nubuat ini, dan yang menuruti apa yang ada tertulis di dalamnya, sebab waktunya sudah dekat.

 

KIAMAT 2012

Di internet saat ini banyak silang pendapat tentang ramalan suku Maya. Suku yang pernah hidup di selatan Meksiko atau Guatemala ini dikenal menguasai ilmu falak dan sistem penanggalan. Menurut manuskrip peninggalan mereka, pada 21 Desember 2012 akan muncul gelombang galaksi yang besar, sehingga mengakibatkan terhentinya semua kegiatan di muka bumi. Ada yang menginterpretasikan hal itu sebagai “kiamat”, tetapi banyak pula yang memaknainya secara kontemplatif sebagai seruan untuk mencegah kerusakan bumi.

Alkitab telah menyediakan satu kitab yang secara khusus membahas “kiamat” atau rangkaian peristiwa pada akhir zaman, yakni kitab Wahyu. Kitab ini tidak menjelaskan kapan persisnya hal itu akan terjadi, tetapi memaparkan gambaran simbolis tentang bagaimana hal itu akan terjadi. Baca lebih lanjut

MEMPERSIAPKAN KEMATIAN

Selasa. 28 Juli 2009

Bacaan : Kejadian 49:29-33

49:29 Kemudian berpesanlah Yakub kepada mereka: “Apabila aku nanti dikumpulkan kepada kaum leluhurku, kuburkanlah aku di sisi nenek moyangku dalam gua yang di ladang Efron, orang Het itu,

49:30 dalam gua yang di ladang Makhpela di sebelah timur Mamre di tanah Kanaan, ladang yang telah dibeli Abraham dari Efron, orang Het itu, untuk menjadi kuburan milik.

49:31 Di situlah dikuburkan Abraham beserta Sara, isterinya; di situlah dikuburkan Ishak beserta Ribka, isterinya,

49:32 dan di situlah juga kukuburkan Lea; ladang dengan gua yang ada di sana telah dibeli dari orang Het.”

49:33 Setelah Yakub selesai berpesan kepada anak-anaknya, ditariknyalah kakinya ke atas tempat berbaring dan meninggallah ia, maka ia dikumpulkan kepada kaum leluhurnya.

 

MEMPERSIAPKAN KEMATIAN

Bu Mimin, usia 81 tahun, meninggal dunia, menyusul Pak Wijian, suaminya, yang berpulang empat tahun lalu. Anak-anak dan menantunya bersitegang. Gara-gara sebagian ingin jenazah almarhumah dikremasi, sebagian lagi berkeras harus dikubur. Mereka memang berasal dari gereja yang berbeda-beda. Masing-masing punya pandangan dan alasannya. Sedang Bu Mimin sendiri semasa masih hidup tidak meninggalkan pesan apa-apa. Akibatnya relasi di dalam keluarga pun menjadi rusak.

Untuk menghindarkan hal-hal seperti itu, maka ada baiknya kita mempersiapkan apa-apa yang perlu diperhatikan jika saatnya kematian tiba. Jangan sampai kita mati dengan meninggalkan masalah buat orang-orang yang ditinggalkan. Baca lebih lanjut

BELAJAR MEMAHAMI

Senin, 27 Juli 2009

Bacaan : Nehemia 5:14-19

5:14. Pula sejak aku diangkat sebagai bupati di tanah Yehuda, yakni dari tahun kedua puluh sampai tahun ketiga puluh dua pemerintahan Artahsasta jadi dua belas tahun lamanya, aku dan saudara-saudaraku tidak pernah mengambil pembagian yang menjadi hak bupati.

5:15 Tetapi para bupati yang sebelumnya, yang mendahului aku, sangat memberatkan beban rakyat. Bupati-bupati itu mengambil dari mereka empat puluh syikal perak sehari untuk bahan makanan dan anggur. Bahkan anak buah mereka merajalela atas rakyat. Tetapi aku tidak berbuat demikian karena takut akan Allah.

5:16 Akupun memulai pekerjaan tembok itu, walaupun aku tidak memperoleh ladang. Dan semua anak buahku dikumpulkan di sana khusus untuk pekerjaan itu.

5:17 Duduk pada mejaku orang-orang Yahudi dan para penguasa, seratus lima puluh orang, selain mereka yang datang kepada kami dari bangsa-bangsa sekeliling kami.

5:18 Yang disediakan sehari atas tanggunganku ialah: seekor lembu, enam ekor kambing domba yang terpilih dan beberapa ekor unggas, dan bermacam-macam anggur dengan berlimpah-limpah setiap sepuluh hari. Namun, dengan semuanya itu, aku tidak menuntut pembagian yang menjadi hak bupati, karena pekerjaan itu sangat menekan rakyat.

5:19 Ya Allahku, demi kesejahteraanku, ingatlah segala yang kubuat untuk bangsa ini.

 

BELAJAR MEMAHAMI

Selamat atas pernikahan putramu minggu lalu,” kata Pak Badu sambil menyalami tangan Pak Indra seusai kebaktian. “Maaf, saya tidak datang ke pestamu, soalnya saya tidak diundang!” sambungnya ketus. Rupanya Pak Badu tersinggung. Pikirnya, “Kalau ia menganggapku teman baik, seharusnya aku diundang.” Ia tidak paham bahwa Pak Indra sedang didera kesulitan keuangan, sehingga hanya mampu menyelenggarakan pesta kecil untuk kerabat dekat.

Dalam relasi dengan sesama, orang biasanya menuntut diperlakukan sesuai dengan statusnya. Status istimewa sebagai suami, istri, teman baik, penguasa, atau majikan membuat kita merasa berhak menerima perlakuan khusus. Kita marah jika mereka tidak memberi apa yang menjadi hak kita. Nehemia tidak demikian! Baca lebih lanjut

ANUGERAH DAN SYUKUR

Sabtu, 25 Juli 2009

Bacaan : Mazmur 8

8:1. Untuk pemimpin biduan. Menurut lagu: Gitit. Mazmur Daud. (8-2) Ya TUHAN, Tuhan kami, betapa mulianya nama-Mu di seluruh bumi! Keagungan-Mu yang mengatasi langit dinyanyikan.

8:2 (8-3) Dari mulut bayi-bayi dan anak-anak yang menyusu telah Kauletakkan dasar kekuatan karena lawan-Mu, untuk membungkamkan musuh dan pendendam.

 

8:3. (8-4) Jika aku melihat langit-Mu, buatan jari-Mu, bulan dan bintang-bintang yang Kautempatkan:

8:4 (8-5) apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya? Apakah anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya?

8:5 (8-6) Namun Engkau telah membuatnya hampir sama seperti Allah, dan telah memahkotainya dengan kemuliaan dan hormat.

8:6 (8-7) Engkau membuat dia berkuasa atas buatan tangan-Mu; segala-galanya telah Kauletakkan di bawah kakinya:

8:7 (8-8) kambing domba dan lembu sapi sekalian, juga binatang-binatang di padang;

8:8 (8-9) burung-burung di udara dan ikan-ikan di laut, dan apa yang melintasi arus lautan.

8:9 (8-10) Ya TUHAN, Tuhan kami, betapa mulianya nama-Mu di seluruh bumi!

 

ANUGERAH DAN SYUKUR

Ada banyak acara bagi-bagi uang di televisi Indonesia. Bentuknya bisa berupa kuis, undian, bantuan, dan sebagainya. Semua penerima uang tersebut selalu menunjukkan kegembiraan. Tetapi ada sedikit perbedaan respons antara mereka yang mendapat uang yang berupa bantuan, dengan mereka yang mendapatkannya karena menang kuis. Biasanya, kelompok yang pertama menunjukkan rasa syukur yang meluap-luap kepada pembawa acara. Hal ini lebih jarang terjadi di kelompok yang kedua.

Perbedaan ini disebabkan oleh karena cara pandang yang berbeda. Mereka yang mendapatkan uang dengan memenangkan suatu kuis, merasa layak mendapatkan uangnya. Sementara mereka yang menerima uang sebagai bantuan tanpa berbuat apa pun yang membuatnya pantas menerima, melihat uang tersebut sebagai anugerah.

Bacaan Alkitab hari ini mengingatkan kita bahwa hubungan kita dengan Allah sebetulnya adalah seperti orang yang menerima “uang bantuan”. Kita terlalu kecil untuk dapat dipandang layak diperhatikan Allah. Akan tetapi, oleh anugerah-Nya, justru Allah menjadikan kita puncak dan pemimpin ciptaan.

Fakta ini seharusnya menghadirkan perasaan takjub dan syukur kepada-Nya. Sayangnya, kadang kala kita lupa akan hal tersebut. Kadang kita merasa bahwa kita layak untuk diberkati Allah, mungkin karena merasa sudah aktif melayani, memberi banyak persembahan, bekerja keras dalam hidup, dan sebagainya. Akibatnya, kita jadi merasa tidak perlu lagi bersyukur. Hari ini kita diingatkan bahwa kita semua terlalu kecil bagi Allah, tetapi anugerah-Nya sangatlah besar bagi kita. Karena itu, kita harus selalu bersyukur pada-Nya -ALS

MENGHASILKAN UNGKAPAN SYUKUR DALAM DIRI KITAKESADARAN AKAN KEBESARAN ANUGERAH ALLAH PADA KITA

Sumber : www.sabda.org