ARUNG JERAM

Rabu, 1 Juli 2009

Bacaan : 1Tawarikh 28:9-20

28:9 Dan engkau, anakku Salomo, kenallah Allahnya ayahmu dan beribadahlah kepada-Nya dengan tulus ikhlas dan dengan rela hati, sebab TUHAN menyelidiki segala hati dan mengerti segala niat dan cita-cita. Jika engkau mencari Dia, maka Ia berkenan ditemui olehmu, tetapi jika engkau meninggalkan Dia maka Ia akan membuang engkau untuk selamanya.

28:10 Camkanlah sekarang, sebab TUHAN telah memilih engkau untuk mendirikan sebuah rumah menjadi tempat kudus. Kuatkanlah hatimu dan lakukanlah itu.”

 

28:11. Lalu Daud menyerahkan kepada Salomo, anaknya, rencana bangunan dari balai Bait Suci dan ruangan-ruangannya, dari perbendaharaannya, kamar-kamar atas dan kamar-kamar dalamnya, serta dari ruangan untuk tutup pendamaian.

28:12 Selanjutnya rencana dari segala yang dipikirkannya mengenai pelataran rumah TUHAN, dan bilik-bilik di sekelilingnya, mengenai perbendaharaan-perbendaharaan rumah Allah dan perbendaharaan-perbendaharaan barang-barang kudus;

28:13 mengenai rombongan-rombongan para imam dan para orang Lewi dan mengenai segala pekerjaan untuk ibadah di rumah TUHAN dan segala perkakas untuk ibadah di rumah TUHAN.

28:14 Juga ia memberikan emas seberat yang diperlukan untuk segala perkakas pada tiap-tiap ibadah; dan diberikannya perak seberat yang diperlukan untuk segala perkakas perak pada tiap-tiap ibadah,

28:15 yakni sejumlah emas untuk kandil-kandil emas dan lampu-lampunya yang dari emas, seberat yang diperlukan tiap-tiap kandil dan lampu-lampunya, dan perak untuk kandil perak seberat yang diperlukan perak untuk satu kandil dan lampu-lampunya, sesuai dengan pemakaian tiap-tiap kandil dalam ibadah.

28:16 Kemudian diberikannya sejumlah emas untuk meja-meja roti sajian, meja demi meja, dan perak untuk meja-meja dari perak;

28:17 selanjutnya emas murni untuk garpu-garpu, dan bokor-bokor penyiraman dan kendi-kendi, juga untuk piala-piala dari emas seberat yang diperlukan untuk tiap-tiap piala, dan perak untuk piala dari perak seberat yang diperlukan untuk tiap-tiap piala;

28:18 juga emas yang disucikan untuk mezbah pembakaran ukupan seberat yang diperlukan dan emas untuk pembentukan kereta yang menjadi tumpangan kedua kerub, yang mengembangkan sayapnya sambil menudungi tabut perjanjian TUHAN.

28:19 Semuanya itu terdapat dalam tulisan yang diilhamkan kepadaku oleh TUHAN, yang berisi petunjuk tentang segala pelaksanaan rencana itu.

28:20 Lalu berkatalah Daud kepada Salomo, anaknya: “Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, dan lakukanlah itu; janganlah takut dan janganlah tawar hati, sebab TUHAN Allah, Allahku, menyertai engkau. Ia tidak akan membiarkan dan meninggalkan engkau sampai segala pekerjaan untuk ibadah di rumah Allah selesai.

 

ARUNG JERAM

Mulanya saya menikmati pengalaman pertama saya berarung jeram, sampai saya mendengar suara gemuruh jeram di depan saya. Tiba-tiba emosi saya dibanjiri dengan perasaan tak pasti, takut, sekaligus tak aman. Mengarungi jeram sungguh pengalaman yang sangat mendebarkan! Lalu, tiba-tiba, semuanya kembali tenang. Pemandu yang duduk di bagian belakang rakit berhasil memandu kami dengan baik melalui jeram itu. Saya selamat — setidaknya sampai bertemu jeram berikutnya.

Transisi-transisi dalam hidup kita juga serupa dengan jeram-jeram sungai. Banyak transisi tak terelakkan saat kita beralih dari suatu masa kehidupan ke masa berikutnya — dari masa kuliah ke masa bekerja, dari masa lajang ke pernikahan, dari masa berkarier ke masa pensiun, dari pernikahan ke hidup menduda atau menjanda — semua ditandai dengan kebimbangan dan kegelisahan.

Salah satu perubahan yang paling berarti dan tercatat di Perjanjian Lama adalah ketika Salomo mengambil alih takhta dari Daud, ayahnya. Saya yakin Salomo berdebar-debar karena masa depannya seakan-akan penuh dengan ketidakpastian. Namun, apa nasihat ayahnya? “Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, dan lakukanlah itu; … sebab Tuhan Allah, Allahku, menyertai engkau” (1Tawarikh 28:20).

Anda akan mengalami masa-masa transisi dalam hidup Anda. Namun, apabila Anda bersama Allah di dalam rakit kehidupan, maka Anda tidak sendirian dalam menghadapi beragam perubahan itu. Pandanglah Pribadi yang menjadi Pemandu dalam mengarungi jeram kehidupan. Dia sudah membimbing banyak orang melewati jeram kehidupan. Air tenang sudah menanti di depan Anda –JMS

TUHAN AKAN MEMBIMBING ANDA
MELINTASI JERAM-JERAM TRANSISI DALAM HIDUP INI

Sumber : http://www.sabda.org

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: