TAK MEMEDULIKAN TUHAN

Kamis, 2 Juli 2009

Bacaan : Mazmur 63:1-9

63:1. Mazmur Daud, ketika ia ada di padang gurun Yehuda. (63-2) Ya Allah, Engkaulah Allahku, aku mencari Engkau, jiwaku haus kepada-Mu, tubuhku rindu kepada-Mu, seperti tanah yang kering dan tandus, tiada berair.

63:2 (63-3) Demikianlah aku memandang kepada-Mu di tempat kudus, sambil melihat kekuatan-Mu dan kemuliaan-Mu.

 

63:3. (63-4) Sebab kasih setia-Mu lebih baik dari pada hidup; bibirku akan memegahkan Engkau.

63:4 (63-5) Demikianlah aku mau memuji Engkau seumur hidupku dan menaikkan tanganku demi nama-Mu.

63:5 (63-6) Seperti dengan lemak dan sumsum jiwaku dikenyangkan, dan dengan bibir yang bersorak-sorai mulutku memuji-muji.

63:6 (63-7) Apabila aku ingat kepada-Mu di tempat tidurku, merenungkan Engkau sepanjang kawal malam, —

 

63:7. (63-8) sungguh Engkau telah menjadi pertolonganku, dan dalam naungan sayap-Mu aku bersorak-sorai.

63:8 (63-9) Jiwaku melekat kepada-Mu, tangan kanan-Mu menopang aku.

63:9 (63-10) Tetapi orang-orang yang berikhtiar mencabut nyawaku, akan masuk ke bagian-bagian bumi yang paling bawah.

 

TAK MEMEDULIKAN TUHAN

Sebagai mantan guru SMA dan dosen tidak tetap di universitas, saya sering berpikir seperti ini: Alangkah tidak menyenangkan berdiri di depan kelas dan tak diperhatikan oleh seorang siswa pun — berbicara tetapi tidak didengarkan oleh siapa pun, mengajar tetapi tidak dipedulikan para siswa.

Tak seorang pun suka apabila dirinya diabaikan. Pada saat kita sedang berbicara dengan seorang teman, sakit hati rasanya apabila kata-kata kita tidak diperhatikan. Ketika kita di toko dan sedang membutuhkan bantuan, sakit hati rasanya apabila para pegawai toko tidak memedulikan kita. Kalau kita sedang berjuang menghadapi masalah, sakit hati rasanya apabila tak seorang pun menawarkan bantuan.

Jadi, bayangkan betapa berdukanya Allah bila kita tidak memedulikan-Nya. Coba pikirkan bagaimana hati-Nya yang penuh kasih itu akan merasa sedih apabila kita bersikap seolah-olah Dia tidak ada, padahal sebenarnya Dia tinggal di dalam hati kita melalui Roh Kudus. Pikirkan bagaimana perasaan-Nya apabila kita mengabaikan petunjuk-petunjuk-Nya yang terdapat di dalam Kitab Suci, yang diberikan-Nya kepada kita.

Marilah kita berhati-hati untuk tidak mengabaikan Allah! Dalam segala hal, besar maupun kecil, biarlah Dia tetap ada di pikiran kita setiap saat. Kita dapat melakukannya dengan membaca Kitab Suci yang Dia berikan kepada kita; dengan menyediakan waktu untuk berdoa dan mendengarkan suara-Nya yang lembut dan tenang; dengan menikmati kehadiran-Nya; dengan melayani sesama di dalam nama-Nya. Sama seperti pemazmur, marilah kita bersama-sama berkata, “Jiwaku melekat kepada-Mu” (Mazmur 63:9) –JDB

HANYA ORANG BEBAL YANG TIDAK MEMEDULIKAN ALLAH

Sumber : http://www.sabda.org

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: