MENGUBAH TAWA

Selasa, 7 Juli 2009

Bacaan : Kejadian 18:1-15

1Kemudian TUHAN menampakkan diri kepada Abraham dekat pohon tarbantin di Mamre, sedang ia duduk di pintu kemahnya waktu hari panas terik.

2Ketika ia mengangkat mukanya, ia melihat tiga orang berdiri di depannya. Sesudah dilihatnya mereka, ia berlari dari pintu kemahnya menyongsong mereka, lalu sujudlah ia sampai ke tanah,

3serta berkata: “Tuanku, jika aku telah mendapat kasih tuanku, janganlah kiranya lampaui hambamu ini.

4Biarlah diambil air sedikit, basuhlah kakimu dan duduklah beristirahat di bawah pohon ini;

5biarlah kuambil sepotong roti, supaya tuan-tuan segar kembali; kemudian bolehlah tuan-tuan meneruskan perjalanannya; sebab tuan-tuan telah datang ke tempat hambamu ini.” Jawab mereka: “Perbuatlah seperti yang kaukatakan itu.”

6Lalu Abraham segera pergi ke kemah mendapatkan Sara serta berkata: “Segeralah! Ambil tiga sukat tepung yang terbaik! Remaslah itu dan buatlah roti bundar!”

7Lalu berlarilah Abraham kepada lembu sapinya, ia mengambil seekor anak lembu yang empuk dan baik dagingnya dan memberikannya kepada seorang bujangnya, lalu orang ini segera mengolahnya.

8Kemudian diambilnya dadih dan susu serta anak lembu yang telah diolah itu, lalu dihidangkannya di depan orang-orang itu; dan ia berdiri di dekat mereka di bawah pohon itu, sedang mereka makan.

9Lalu kata mereka kepadanya: “Di manakah Sara, isterimu?” Jawabnya: “Di sana, di dalam kemah.”

10Dan firman-Nya: “Sesungguhnya Aku akan kembali tahun depan mendapatkan engkau, pada waktu itulah Sara, isterimu, akan mempunyai seorang anak laki-laki.” Dan Sara mendengarkan pada pintu kemah yang di belakang-Nya.

11Adapun Abraham dan Sara telah tua dan lanjut umurnya dan Sara telah mati haid.

12Jadi tertawalah Sara dalam hatinya, katanya: “Akan berahikah aku, setelah aku sudah layu, sedangkan tuanku sudah tua?”

13Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Abraham: “Mengapakah Sara tertawa dan berkata: Sungguhkah aku akan melahirkan anak, sedangkan aku telah tua?

14Adakah sesuatu apapun yang mustahil untuk TUHAN? Pada waktu yang telah ditetapkan itu, tahun depan, Aku akan kembali mendapatkan engkau, pada waktu itulah Sara mempunyai seorang anak laki-laki.”

15Lalu Sara menyangkal, katanya: “Aku tidak tertawa,” sebab ia takut; tetapi TUHAN berfirman: “Tidak, memang engkau tertawa!”

 MENGUBAH TAWA

Ada banyak jenis tawa. Tawa terbahak-bahak, tawa nyengir, tawa kecil, tawa sinis. Berbagai jenis tawa ini muncul karena sebab yang berbeda.

Firman Tuhan hari ini menyebutkan Sara yang tertawa di dalam hati. Dan, tawa ini “terdengar” oleh Tuhan. Agaknya, tawa Sara adalah tawa sinis; tawa yang tawar. Bukan tawa sukacita, tetapi tawa yang mempertanyakan; meragukan apa yang ia dengar. Sebetulnya, tawa sinis dan tawar dari Sara itu cukup masuk akal. Sebab ia mendengar bahwa ia akan mempunyai anak lelaki, padahal ia telah tua dan menopause. Umur Abraham 100 tahun dan Sara 90 tahun (Kejadian 17:17). Tentu sulit dipahami jika nenek setua Sara dan kakek setua Abraham masih dapat menghasilkan keturunan.

Namun Tuhan berkata, “Aku akan kembali tahun depan mendapatkan engkau, pada waktu itulah Sara, istrimu, akan mempunyai seorang anak laki-laki” (ayat 10). Pernyataan ini diulang dua kali (ayat 14). Tuhan tahu sabda-Nya terdengar janggal. Namun yang Dia kehendaki adalah agar Abraham dan Sara membuka hati bahwa apa yang tak masuk akal bagi mereka bukan hal mustahil bagi Allah. Jadi, kisah ini tak menganjurkan kita berandai-andai pada apa yang tidak mungkin, melainkan agar kita tidak ragu Tuhan bisa berkarya melampaui akal manusiawi.

Seperti Sara, mungkin kita pernah menertawakan secara sinis dan tawar jalan-jalan Tuhan bagi kita. Mari buka hati, buka telinga, lihat, rasakan, dan dengar karya Tuhan melalui sekeliling, sehingga tawa sinis dan tawar kita berubah menjadi tawa kekaguman dan sukacita! -DKL

TERTAWA KARENA IMAN ADALAH SUMBER KEKUATAN

Sumber : http://www.sabda.org 

Iklan

KRISTEN SEJATI (2)

PESAN GEMBALA

12 JULI 2009

Edisi 82 Tahun 2

 

KRISTEN SEJATI (2)

 

Shallom… Salam Miracle,

Jemaat Bethany yang diberkati Tuhan, hari ini kita melanjutkan pembahasan  dalam warta jemaat minggu lalu, yaitu tentang Kristen Sejati.

 

Bagaimana supaya kita dapat bertumbuh kuat dan semangat dalam kehidupan rohani kita?

  1. JADILAH ORANG KRISTEN YANG MENJADIKAN ALKITAB SEBAGAI MAKANAN
  2. JADILAH ORANG KRISTEN YANG SETIA BERDOA

 

Setelah Rasul Paulus menjadi orang percaya di jalan menuju Damsyik, kita membaca di dalam Kisah 9:22 “IA SEDANG BERDOA”, ini adalah satu hal yang wajar bagi seorang Kristen untuk berdoa, untuk berbicara dengan Bapanya yang di Sorga, membawa ucapan syukurnya, pujiannya, kasihnya dan juga supaya Allah mengetahui kebutuhannya, permasalahannya dan untuk meminta bimbingan dan pimpinan.

 

Doa secara pribadi akan tetap menjaga hubungan kita dengan Allah dalam persekutuan yang benar. Alkitab dipenuhi dengan dorongan dan dukungan untuk berdoa dan Allah berjanji akan menjawab doa kita, dalam Matius 7:7 “Mintalah maka akan diberikan kepadamu, carilah maka kamu akan mendapat, ketuklah maka pintu akan dibukakan bagimu”. Yesus berkata dalam Lukas 18:1, “Manusia harus berdoa dengan tidak jemu-jemu”. Dia sendiri ketika tinggal di bumi memberikan teladan yang luar biasa dalam berdoa,”Pagi-pagi benar waktu hari masih gelap, DIA bangun dan pergi keluar, DIA pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana.”

 

Berapa kalikah kita harus berdoa? Doa adalah satu sikap dari hati dan jiwa, jadi kapanpun pikiran kita bebas, akan berputar seperti kompas mencari arah magnetik utara untuk berkomunikasi dengan Tuhan. Milikilah waktu khusus dan tempat yang khusus untuk berdoa dimanapun yang memungkinkan. Khususnya mulailah suatu hari dengan berdoa dan membaca Alkitab.

3. JADILAH PENYEMBAH YANG TERATUR DALAM PERSEKUTUAN

Kisah Para Rasul pasal 2 menceritakan tentang Gereja mula-mula, ayat 42 membicarakan tentang orang Kristen yang pertama,”dan mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul, dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa.” Ini adalah satu contoh yang penuh inspirasi. Mereka murid-murid yang belajar Alkitab dengan giat, mereka menikmati pertemuan untuk bersekutu bersama-sama, mereka mengingat ketika makan bersama Tuhan untuk memecahkan roti bersama-sama.

Dalam Ibrani 10:25,”janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah.” Gereja adalah sebuah keluarga bagi orang-orang percaya di dalam Kristus, untuk tumbuh bersama, melayani bersama, saling membagi, menyembah Tuhan bersama, memberikan pertolongan dan dorongan satu dengan yang lain supaya bertumbuh menjadi serupa dengan Kristus.

 

Disamping itu juga membagikan sukacita dan kemenangan kita, berkat-berkat yang indah dan dorongan dalam waktu keputusasaan, diserang, sakit hati dan masalah-masalah yang lainnya, untuk saling memperhatikan, berdoa bersama dengan orang-orang percaya lainnya untuk membagikan beban kita.

4. JADILAH ORANG KRISTEN YANG DIBAPTIS

Baptisan dalam perjanjian baru selalu diterapkan kepada mereka yang sudah percaya (markus 16:16), bertobat (Kisah 2:38), menerima Firman Allah (Kisah 2:41) dan taat kepada Firman Tuhan Yesus (Matius 28:19), “pergilah dan jadikanlah semua bangsa muridku, baptislah mereka dalam Nama Allah Bapa dan Putra dan Roh Kudus” oleh karena itu keputusan yang tepat adalah bagi mereka yang mentaati apa yang dikatakan oleh Alkitab.

(Bersambung…)

 

Tuhan Yesus memberkati kita semua… Amien

Gembala Sidang,

Pdt. Ir. Joko Susanto, MA