MALAIKAT PENOLONG

Kamis, 9 Juli 2009

Bacaan : Kisah 3:12-19

3:12. Petrus melihat orang banyak itu lalu berkata: “Hai orang Israel, mengapa kamu heran tentang kejadian itu dan mengapa kamu menatap kami seolah-olah kami membuat orang ini berjalan karena kuasa atau kesalehan kami sendiri?

3:13 Allah Abraham, Ishak dan Yakub, Allah nenek moyang kita telah memuliakan Hamba-Nya, yaitu Yesus yang kamu serahkan dan tolak di depan Pilatus, walaupun Pilatus berpendapat, bahwa Ia harus dilepaskan.

3:14 Tetapi kamu telah menolak Yang Kudus dan Benar, serta menghendaki seorang pembunuh sebagai hadiahmu.

3:15 Demikianlah Ia, Pemimpin kepada hidup, telah kamu bunuh, tetapi Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati; dan tentang hal itu kami adalah saksi.

3:16 Dan karena kepercayaan dalam Nama Yesus, maka Nama itu telah menguatkan orang yang kamu lihat dan kamu kenal ini; dan kepercayaan itu telah memberi kesembuhan kepada orang ini di depan kamu semua.

3:17 Hai saudara-saudara, aku tahu bahwa kamu telah berbuat demikian karena ketidaktahuan, sama seperti semua pemimpin kamu.

3:18 Tetapi dengan jalan demikian Allah telah menggenapi apa yang telah difirmankan-Nya dahulu dengan perantaraan nabi-nabi-Nya, yaitu bahwa Mesias yang diutus-Nya harus menderita.

3:19 Karena itu sadarlah dan bertobatlah, supaya dosamu dihapuskan,

 

MALAIKAT PENOLONG

Seorang mahasiswa sakit gigi. Dokter berkata gigi belakangnya harus dicabut lewat operasi bedah mulut. Gigi lainnya juga banyak yang berlubang. Perlu perawatan intensif, tetapi mahasiswa itu tidak punya cukup uang! Sang dokter kristiani memandangnya, lalu berkata: “Jangan khawatir. Kamu urusi saja semua kuliahmu, biarkan saya mengurusi gigimu. Nanti sesudah lulus dan bekerja, baru kamu bayar biaya perawatannya.” Sang mahasiswa terharu. Baginya, dokter itu adalah malaikat penolong. Seorang yang Tuhan kirim untuk menolongnya di masa sulit.

Petrus dan Yohanes adalah “malaikat penolong” bagi orang lumpuh yang duduk di depan Bait Allah. Tiap hari ia duduk dekat pintu Gerbang Indah, tetapi hidupnya tidak indah. Kelumpuhan sejak lahir membuatnya bergantung pada belas kasihan orang lain. Suatu hari, Petrus dan Yohanes berpapasan dengannya saat akan memasuki Bait Allah. Pada momen itu, Petrus sadar bahwa Allah menginginkannya berbuat sesuatu bagi si lumpuh. Maka, ia menawarkan kesembuhan dalam nama Tuhan Yesus. Si lumpuh percaya. Mukjizat pun terjadi. Dia berdiri, berjalan, bahkan melompat-lompat! Pertemuan yang hanya berlangsung beberapa menit itu mengubah seluruh jalan hidupnya!

Tuhan ingin memakai Anda menjadi malaikat penolong bagi orang yang berpapasan dengan Anda di jalan hidup Anda. Kita harus peka. Jika melihat orang perlu pertolongan atau perhatian, lakukanlah sesuatu. Berikanlah apa yang Anda punya. Bantuan. Pelukan. Ucapan yang mengobarkan semangat. Berita Injil. Sayang jika momen itu lewat dengan sia-sia. -JTI

TANPA MENYENTUH HIDUP ORANG-ORANG DI SEKITAR ANDAJANGAN BIARKAN HARI BERLALU

Sumber : www.sabda.org

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: