MEMPERSIAPKAN KEMATIAN

Selasa. 28 Juli 2009

Bacaan : Kejadian 49:29-33

49:29 Kemudian berpesanlah Yakub kepada mereka: “Apabila aku nanti dikumpulkan kepada kaum leluhurku, kuburkanlah aku di sisi nenek moyangku dalam gua yang di ladang Efron, orang Het itu,

49:30 dalam gua yang di ladang Makhpela di sebelah timur Mamre di tanah Kanaan, ladang yang telah dibeli Abraham dari Efron, orang Het itu, untuk menjadi kuburan milik.

49:31 Di situlah dikuburkan Abraham beserta Sara, isterinya; di situlah dikuburkan Ishak beserta Ribka, isterinya,

49:32 dan di situlah juga kukuburkan Lea; ladang dengan gua yang ada di sana telah dibeli dari orang Het.”

49:33 Setelah Yakub selesai berpesan kepada anak-anaknya, ditariknyalah kakinya ke atas tempat berbaring dan meninggallah ia, maka ia dikumpulkan kepada kaum leluhurnya.

 

MEMPERSIAPKAN KEMATIAN

Bu Mimin, usia 81 tahun, meninggal dunia, menyusul Pak Wijian, suaminya, yang berpulang empat tahun lalu. Anak-anak dan menantunya bersitegang. Gara-gara sebagian ingin jenazah almarhumah dikremasi, sebagian lagi berkeras harus dikubur. Mereka memang berasal dari gereja yang berbeda-beda. Masing-masing punya pandangan dan alasannya. Sedang Bu Mimin sendiri semasa masih hidup tidak meninggalkan pesan apa-apa. Akibatnya relasi di dalam keluarga pun menjadi rusak.

Untuk menghindarkan hal-hal seperti itu, maka ada baiknya kita mempersiapkan apa-apa yang perlu diperhatikan jika saatnya kematian tiba. Jangan sampai kita mati dengan meninggalkan masalah buat orang-orang yang ditinggalkan. Menyedihkan sekali. Kita mungkin sudah tenang-tenang “di alam sana”, tetapi keluarga kita malah saling bertengkar. Lagipula kematian adalah sesuatu yang pasti terjadi. Cepat atau lambat. Entah karena usia lanjut, sakit, atau penyebab lainnya. Jadi, perlulah kita mempersiapkan diri sebelum kematian datang.

Seperti Yakub dalam bacaan Alkitab hari ini. Sebelum kematiannya, ia berpesan kepada anak-anaknya agar dikuburkan di gua Makhpela bersama Lea, istri tertuanya (ayat 32). Andai yang menginginkan itu Ruben atau Yehuda atau anak Lea lainnya, bisa saja Yusuf dan Benyamin, anak-anak Rahel, memprotes. Apalagi ketika itu Yusuf adalah orang yang berkuasa. Rahel sendiri istri kesayangan Yakub, yang meninggal ketika melahirkan Benyamin dan dikuburkan di sisi jalan ke Betlehem (Kejadian 35:16-19). Namun, karena demikian pesan Yakub, anak-anaknya melakukan seperti yang dipesankannya (Kejadian 50:12), sehingga konflik di antara mereka pun tidak terjadi -AYA

UNTUK SESUATU YANG PASTI TERJADI SEPERTI KEMATIAN,

BERSIAP ITU PERLU

Sumber : www.sabda.org

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: