PEMBODOHAN

Jumat, 24 Juli 2009

Bacaan : Matius 23:1-12

23:1. Maka berkatalah Yesus kepada orang banyak dan kepada murid-murid-Nya, kata-Nya:

23:2 “Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi telah menduduki kursi Musa.

23:3 Sebab itu turutilah dan lakukanlah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu, tetapi janganlah kamu turuti perbuatan-perbuatan mereka, karena mereka mengajarkannya tetapi tidak melakukannya.

23:4 Mereka mengikat beban-beban berat, lalu meletakkannya di atas bahu orang, tetapi mereka sendiri tidak mau menyentuhnya.

23:5 Semua pekerjaan yang mereka lakukan hanya dimaksud supaya dilihat orang; mereka memakai tali sembahyang yang lebar dan jumbai yang panjang;

23:6 mereka suka duduk di tempat terhormat dalam perjamuan dan di tempat terdepan di rumah ibadat;

23:7 mereka suka menerima penghormatan di pasar dan suka dipanggil Rabi.

23:8 Tetapi kamu, janganlah kamu disebut Rabi; karena hanya satu Rabimu dan kamu semua adalah saudara.

23:9 Dan janganlah kamu menyebut siapapun bapa di bumi ini, karena hanya satu Bapamu, yaitu Dia yang di sorga.

23:10 Janganlah pula kamu disebut pemimpin, karena hanya satu Pemimpinmu, yaitu Mesias.

23:11 Barangsiapa terbesar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu.

23:12 Dan barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.

 

PEMBODOHAN

Tujuan pendidikan adalah membuat seseorang yang tidak tahu menjadi tahu. Dari tidak bisa menjadi bisa. Dari yang sudah tahu menjadi lebih tahu. Dan dari yang sudah bisa menjadi lebih bisa. Sehingga ada perubahan dalam hidup. Dan untuk mewujudkan semuanya itu diperlukan seorang guru yang memang memiliki hati untuk mendidik siswanya.

Yesus menegur orang-orang Farisi dengan sangat keras karena mereka tidak menjadi guru yang baik bagi umat. Orang Farisi sebagai orang yang duduk di kursi Musa, yaitu orang yang memahami hukum dan peraturan agama, memiliki tugas membawa umat menjadi orang-orang yang hidup sesuai hukum Tuhan. Namun kenyataannya tidaklah demikian. Baca lebih lanjut

Iklan

KRISTEN SEJATI (3)

Shallom… Salam Miracle

 

Jemaat Bethany yang diberkati Tuhan, hari ini kita melanjutkan pembahasan dalam warta jemaat minggu lalu, yaitu tentang Kristen Sejati.

 

Bagaimana supaya kita dapat bertumbuh kuat dan semangat dalam kehidupan rohani kita?

 

  1. JADILAH ORANG KRISTEN YANG MENJADIKAN ALKITAB SEBAGAI MAKANAN
  2.  JADILAH ORANG KRISTEN YANG SETIA BERDOA
  3. JADILAH PENYEMBAH YANG TERATUR DALAM PERSEKUTUAN
  4. JADILAH ORANG KRISTEN YANG DIBAPTIS

Baptisan dalam Perjanjian Baru selalu diterapkan kepada mereka yang sudah percaya (Markus 16:16), bertobat (Kisah 2:38), menerima Firman Allah (Kisah 2:41) dan taat kepada Firman Tuhan Yesus (Matius 28:19), “pergilah dan jadikanlah semua bangsa muridku, baptislah mereka dalam nama Allah Bapa dan Putra dan Roh Kudus.” Oleh karena itu keputusan yang tepat adalah mentaati apa yang dikatakan oleh Alkitab.

 

Bagaimana caranya jemaat dalam masa perjanjian Baru dibaptis? Dengan satu cara yaitu ditenggelamkan di dalam air dalam nama Bapa, Putera, dan Roh Kudus. Roma 6:3-5 menunjukkan bahwa baptisan air adalah satu bentuk atau gambaran dari pengalaman rohani yaitu dikuburkan dan dibangkitkan bersama Kristus.

Kapan orang Kristen harus dibaptis? Segera setelah menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat.

 

       5. JADILAH ORANG KRISTEN YANG DIPENUHI ROH KUDUS

Tidak seorangpun yang dapat hidup dengan menggunakan kekuataannya sendiri, sebab Allah tidak pernah merencanakan cara seperti itu, Allah yang membuat ketetapan supaya orang percaya dipenuhi Roh Kudus untuk menguatkannya, dipenuhi dalam hidup kekristenannya dan diberi kuasa supaya berbuah, serta efektif dalam melayani Kristus.

Sebelum Tuhan Yesus meninggalkan bumi dan kembali ke Sorga, Dia menjanjikan seorang Penolong yang lain untuk mengambil alih kehadiran fisikNya. Roh Kudus akan datang dan menjadikan fisik orang percaya sebagai bait-Nya (1 korintus 6:19), “dipenuhi oleh ROH KUDUS” (Efesus 5:18), ini perintah yang sama untuk dilakukan seperti Baptisan Air.

Tuhan Yesus memerintahkan murid-muridNya untuk dibaptis atau dipenuhi Roh Kudus sebelum mereka pergi melayani. Ini terjadi pada hari PENTAKOSTA, dalam Kisah Para Rasul 2. Saat Roh Kudus tercurah dan memenuhi jiwa-jiwa yang haus. Mereka mulai berbicara dalam bahasa lidah yang tidak pernah mereka pelajari, di bawah kuasa Roh Kudus. Siapakah yang membaptis dengan Roh Kudus? Adalah Tuhan Yesus sebagai Pembaptis. Seorang pendeta atau hamba Tuhan yang membaptis kita dengan air, tetapi hanya  Tuhan Yesus yang dapat memenuhi kita dengan Roh Kudus. Tuhan Yesus mengundang kita untuk datang kepadaNya dan oleh iman dipenuhi Roh Kudus (Yohanes 7:37-38).

Setiap orang percaya dapat menerima kepenuhan Roh Kudus atau menerima baptisan Roh Kudus dan kepenuhan Roh Kudus secara terus menerus. Kata “dipenuhi” merupakan bentuk waktu sekarang, menandakan satu peristiwa yang dipenuhi oleh Roh Kudus dari dalam sampai menutupi, membungkus kita.

 

     6. JADILAH ORANG KRISTEN YANG SUKA MEMBERI

Uang memegang peranan penting dalam segala macam aspek dan kegiatan dalam pekerjaan Tuhan, melalui Gereja Allah yang memberkati dan mendayagunakan orang-orangNya untuk memanfaatkan kebutuhan akan keuangan bagi pekerjaanNya. Memberi merupakan bagian yang pentng dalam penyembahan dan pelayanan kita, juga sebagai sarana untuk menerima berkatNya. Dalam 2 Korintus 9:7,”Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita”.

Berapa banyak kita harus memberi?…. (BERSAMBUNG)

 

Tuhan Yesus memberkati kita semua… Amien.

 

 

 

Gembala Sidang,

Pdt. Ir. Joko Susanto, MA

MENYEWA HAWAII

Kamis, 23 Juli 2009

Bacaan : Yesaya 44:1-5

44:1. “Tetapi sekarang, dengarlah, hai Yakub, hamba-Ku, dan hai Israel, yang telah Kupilih!

44:2 Beginilah firman TUHAN yang menjadikan engkau, yang membentuk engkau sejak dari kandungan dan yang menolong engkau: Janganlah takut, hai hamba-Ku Yakub, dan hai Yesyurun, yang telah Kupilih!

44:3 Sebab Aku akan mencurahkan air ke atas tanah yang haus, dan hujan lebat ke atas tempat yang kering. Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas keturunanmu, dan berkat-Ku ke atas anak cucumu.

44:4 Mereka akan tumbuh seperti rumput di tengah-tengah air, seperti pohon-pohon gandarusa di tepi sungai.

44:5 Yang satu akan berkata: Aku kepunyaan TUHAN, yang lain akan menyebut dirinya dengan nama Yakub, dan yang ketiga akan menuliskan pada tangannya: Kepunyaan TUHAN, dan akan menggelari dirinya dengan nama Israel.”

 

MENYEWA HAWAII

Corush Muzuni masih berusia tiga belas tahun ketika ia turut mendaftar sebagai calon presiden Iran tahun ini. Dalam sebuah wawancara, ia mengungkapkan alasannya mendaftar sebagai calon presiden. “Aku ingin mengukir sejarah, karena aku akan menandatangani kesepakatan dengan Barack Obama untuk menyewa beberapa pulau di Hawaii, sehingga anak-anak Gaza beserta anak-anak di seluruh dunia dapat merasa aman dan nyaman.”

Kepulauan Hawaii terkenal sebagai surga para wisatawan karena tempatnya yang tenang dan indah. Tepat jika anak-anak mendambakan tempat seperti ini. Anak-anak akan memiliki lingkungan yang tenang, aman, dan nyaman bagi pertumbuhannya, baik pertumbuhan jasmani maupun rohani.

Tuhan, di dalam Yesaya 44, memberikan pengharapan bagi anak cucu dan keturunan Yakub yang masih dalam pembuangan. Baca lebih lanjut

ANJING MENGGONGGONG

Rabu, 22 Juli 2009

Bacaan : Kejadian 6:9-22

6:9 Inilah riwayat Nuh: Nuh adalah seorang yang benar dan tidak bercela di antara orang-orang sezamannya; dan Nuh itu hidup bergaul dengan Allah.

6:10 Nuh memperanakkan tiga orang laki-laki: Sem, Ham dan Yafet.

 

6:11. Adapun bumi itu telah rusak di hadapan Allah dan penuh dengan kekerasan.

6:12 Allah menilik bumi itu dan sungguhlah rusak benar, sebab semua manusia menjalankan hidup yang rusak di bumi.

 

6:13. Berfirmanlah Allah kepada Nuh: “Aku telah memutuskan untuk mengakhiri hidup segala makhluk, sebab bumi telah penuh dengan kekerasan oleh mereka, jadi Aku akan memusnahkan mereka bersama-sama dengan bumi.

6:14 Buatlah bagimu sebuah bahtera dari kayu gofir; bahtera itu harus kaubuat berpetak-petak dan harus kaututup dengan pakal dari luar dan dari dalam.

6:15 Beginilah engkau harus membuat bahtera itu: tiga ratus hasta panjangnya, lima puluh hasta lebarnya dan tiga puluh hasta tingginya.

6:16 Buatlah atap pada bahtera itu dan selesaikanlah bahtera itu sampai sehasta dari atas, dan pasanglah pintunya pada lambungnya; buatlah bahtera itu bertingkat bawah, tengah dan atas.

6:17 Sebab sesungguhnya Aku akan mendatangkan air bah meliputi bumi untuk memusnahkan segala yang hidup dan bernyawa di kolong langit; segala yang ada di bumi akan mati binasa.

6:18 Tetapi dengan engkau Aku akan mengadakan perjanjian-Ku, dan engkau akan masuk ke dalam bahtera itu: engkau bersama-sama dengan anak-anakmu dan isterimu dan isteri anak-anakmu.

6:19 Dan dari segala yang hidup, dari segala makhluk, dari semuanya haruslah engkau bawa satu pasang ke dalam bahtera itu, supaya terpelihara hidupnya bersama-sama dengan engkau; jantan dan betina harus kaubawa.

6:20 Dari segala jenis burung dan dari segala jenis hewan, dari segala jenis binatang melata di muka bumi, dari semuanya itu harus datang satu pasang kepadamu, supaya terpelihara hidupnya.

6:21 Dan engkau, bawalah bagimu segala apa yang dapat dimakan; kumpulkanlah itu padamu untuk menjadi makanan bagimu dan bagi mereka.”

 

6:22. Lalu Nuh melakukan semuanya itu; tepat seperti yang diperintahkan Allah kepadanya, demikianlah dilakukannya.

 

ANJING MENGGONGGONG

“Anjing menggonggong, kafilah tetap berlalu.” Pepatah lama ini tepat untuk menggambarkan upaya tidak kenal lelah dari Chaerudin atau Bang Idin. Cita-citanya untuk menghijaukan bantaran Kali Pesanggrahan di Jakarta Selatan awalnya mendapat tentangan, kecaman, dan cemoohan. Ia dianggap gila merancang ide mustahil itu. Maklum pada 1980, bantaran Kali Pesanggrahan benar-benar kumuh dan tidak terurus; sampah bergunung-gunung teronggok, berdampingan dengan tembok tinggi para juragan tanah. Namun, itu dulu. Kini kalau Anda melewati Pondok Cabe Udik sampai Pondok Pinang, sejauh mata memandang pepohonan hijau terlihat menyegarkan mata.

Hasil jerih lelah Bang Idin selama lebih dari lima belas tahun berbuah hasil. Di jalur sepanjang 30 km, seluas 35 hektar, sekarang telah ditanami lebih dari 60 ribu spesies tanaman. Sungguh sebuah perjuangan keras dan tidak mudah. Atas jerih lelahnya itu, Bang Idin menerima penghargaan di bidang lingkungan dari pemerintah.

Hal yang sama dialami oleh Nuh. Tidak ada hujan, tidak ada angin, Allah memerintahkannya membuat bahtera raksasa. Nuh taat. Walaupun bisa jadi ia harus menerima cemoohan dan hinaan orang-orang di sekitarnya. Usaha Nuh tidak sia-sia. Berkat bahteranya, ia dan keluarganya, serta binatang-binatang, selamat dari amukan air bah.

Ada saatnya kita harus melakukan sesuatu yang, mungkin bagi banyak orang, “bodoh”. Kita dicemooh dan diolok-olok. Jangan undur. Jalan terus, sepanjang kita meyakininya dengan sepenuh hati dan menjalankannya dengan tulus. Bukankah mereka yang tertawa belakangan adalah pemenang yang sesungguhnya? -AYA

EJEKAN DAN CEMOOHAN

JANGAN MENYURUTKAN LANGKAH KITA

Sumber : www.sabda.org

PUASA BELANJA

Selasa, 21 Juli 2009

Bacaan : Yakobus 4:1-4

4:1. Dari manakah datangnya sengketa dan pertengkaran di antara kamu? Bukankah datangnya dari hawa nafsumu yang saling berjuang di dalam tubuhmu?

4:2 Kamu mengingini sesuatu, tetapi kamu tidak memperolehnya, lalu kamu membunuh; kamu iri hati, tetapi kamu tidak mencapai tujuanmu, lalu kamu bertengkar dan kamu berkelahi. Kamu tidak memperoleh apa-apa, karena kamu tidak berdoa.

4:3 Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu.

4:4 Hai kamu, orang-orang yang tidak setia! Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah.

 

PUASA BELANJA

The Compact, sekelompok aktivis lingkungan Amerika, bertekad untuk puasa belanja selama setahun. Tidak membeli barang baru apa pun kecuali kebutuhan pokok. Hasilnya? Mereka belajar banyak. Seorang remaja berkata, “Banyak barang yang tadinya sangat kuinginkan, ternyata tidak kubutuhkan.” Seorang ibu menutup kartu kreditnya. Seorang bapak mengaku bisa lebih menghargai barang. Jika rusak, ia berusaha memperbaikinya dulu, tidak langsung membeli yang baru. Mereka menyimpulkan, perilaku konsumtif membuat kita berbelanja lebih dari yang kita butuhkan.

Waspadailah jebakan perilaku konsumtif. Iklan dan promosi terus meyakinkan kita bahwa hidup belumlah lengkap sebelum membeli produk mereka. Kita dipacu untuk menginginkan dan memperoleh semuanya. Baca lebih lanjut

BERSIAP-SIAP

Senin, 20 Juli 2009

Bacaan : 1Korintus 16:5-18

16:5. Aku akan datang kepadamu, sesudah aku melintasi Makedonia, sebab aku akan melintasi Makedonia.

16:6 Dan di Korintus mungkin aku akan tinggal beberapa lamanya dengan kamu atau mungkin aku akan tinggal selama musim dingin, sehingga kamu dapat menolong aku untuk melanjutkan perjalananku.

16:7 Sebab sekarang aku tidak mau melihat kamu hanya sepintas lalu saja. Aku harap dapat tinggal agak lama dengan kamu, jika diperkenankan Tuhan.

16:8 Tetapi aku akan tinggal di Efesus sampai hari raya Pentakosta,

16:9 sebab di sini banyak kesempatan bagiku untuk mengerjakan pekerjaan yang besar dan penting, sekalipun ada banyak penentang.

 

16:10. Jika Timotius datang kepadamu, usahakanlah supaya ia berada di tengah-tengah kamu tanpa takut, sebab ia mengerjakan pekerjaan Tuhan, sama seperti aku.

16:11 Jadi, janganlah ada orang yang menganggapnya rendah! Tetapi tolonglah dia, supaya ia melanjutkan perjalanannya dengan selamat, agar ia datang kembali kepadaku, sebab aku di sini menunggu kedatangannya bersama-sama dengan saudara-saudara yang lain.

16:12 Tentang saudara Apolos: telah berulang-ulang aku mendesaknya untuk bersama-sama dengan saudara-saudara lain mengunjungi kamu, tetapi ia sama sekali tidak mau datang sekarang. Kalau ada kesempatan baik nanti, ia akan datang.

 

16:13. Berjaga-jagalah! Berdirilah dengan teguh dalam iman! Bersikaplah sebagai laki-laki! Dan tetap kuat!

16:14 Lakukanlah segala pekerjaanmu dalam kasih!

16:15 Ada suatu permintaan lagi kepadamu, saudara-saudara. Kamu tahu, bahwa Stefanus dan keluarganya adalah orang-orang yang pertama-tama bertobat di Akhaya, dan bahwa mereka telah mengabdikan diri kepada pelayanan orang-orang kudus.

16:16 Karena itu taatilah orang-orang yang demikian dan setiap orang yang turut bekerja dan berjerih payah.

16:17 Aku bergembira atas kedatangan Stefanus, Fortunatus dan Akhaikus, karena mereka melengkapi apa yang masih kurang padamu;

16:18 karena mereka menyegarkan rohku dan roh kamu. Hargailah orang-orang yang demikian!

 

BERSIAP-SIAP

“Bu,” kata seorang anak kecil, “Kata guru Sekolah Mingguku, kita hanya hidup sementara di dunia ini. Dan Tuhan meminta kita bersiap-siap untuk pergi ke dunia yang lebih baik. Tapi, Bu, kulihat tidak ada orang yang bersiap-siap. Ibu bersiap-siap mengunjungi Nenek, dan Tante Santi bersiap-siap menjemput kita, tapi kulihat tidak ada yang bersiap-siap pergi ke dunia yang lebih baik itu. Kenapa, Bu?”

Orang percaya hidup dalam penantian akan kedatangan kembali Tuhan Yesus Kristus. Penantian ini bukan suatu sikap pasif, melainkan sikap yang waspada dan siap siaga. Baca lebih lanjut

Kepingan Kecil

Bacaan: I Samuel 17:34

Hambamu ini biasa menggembalakan kambing domba ayahnya. Apabila datang singa atau beruang, yang menerkam… – I Samuel 17:1-58

kepingan_kecil

Hidup merupakan akumulasi. Kesuksesan besar yang kita capai hari ini tidak terjadi tiba-tiba, melainkan akumulasi dari kesuksesan-kesuksesan kecil yang berhasil kita capai. Demikian juga kegagalan besar yang terjadi biasanya tidak terjadi dengan tiba-tiba, karena kegagalan besar juga merupakan akumulasi dari kegagalan-kegagalan kecil yang tidak pernah kita sadari atau kita abaikan begitu saja.

Keberhasilan Daud menjadi raja Israel juga tidak terjadi dengan tiba-tiba. Semuanya melalui kejadian-kejadian kecil yang terakumulasi. Dia harus setia menggembalakan beberapa dombanya sebelum ia bisa menggembalakan bangsa yang besar. Dia harus mengalahkan singa dan beruang dulu sebelum bisa mengalahkan Goliat.

Dulu berat badan saya hanya berkisar di angka 60-an kg, namun sekarang berat badan saya sudah 75 kg. Pertambahan berat badan sebanyak 15 kg itu tidak terjadi dengan tiba-tiba. Jika saya bangun tidur dengan berat badan bertambah 15 kg tentu saja akan shock dan cepat-cepat pergi ke rumah sakit. Namun berbeda jika pertambahan berat badan itu terjadi secara perlahan dan bertahap, saya hampir tidak pernah menyadari bahwa berat badan saya sudah melebihi berat badan ideal. Saya baru sadar setelah melihat kenyataan bahwa pakaian saya sudah tidak muat lagi.

Kesuksesan maupun kegagalan dalam hidup sangat mirip dengan illustrasi tersebut. Semuanya berasal dari hal-hal kecil yang terus terakumulasi. Jangan pernah abaikan hal-hal kecil. Jika kita mengabaikan kerikil kecil kita akan tersandung batu besar, jika kita mengabaikan batu besar kita akan tersandung batu raksasa. Demikian juga jika kita unggul di dalam hal kecil, kita akan lebih mudah untuk bisa unggul di hal yang lebih besar dan seterusnya. Seandainya kita sangat sadar bahwa hidup merupakan akumulasi, kita akan menghargai kepingan-kepingan kecil dalam perjalanan hidup kita, karena dari kepingan-kepingan kecil itulah terbentuk gambar besar hidup kita yang sebenarnya.

Hidup merupakan akumulasi, setiap kepingan-kepingan kecil dalam hidup sangatlah berharga.

(Kwik)