KEBAKTIAN KEBANGUNAN ROHANI 4 Agustus 2009

HADIRILAH DAN NIKMATILAH KEBAKTIAN KEBANGUNAN ROHANI

 

Pencurahan Api Roh Kudus di Akhir Zaman Yoel 2:18-19

 

Selasa, 4 Agustus 2009

Gereja Bethany God The Miracle GTM Lt.2 Tarakan

Pukul :18.30 Wita -21.30 Wita

 

Pembicara: REV. UL BAL SINGH (USA)

Iklan

KRISTEN SEJATI (5)

PESAN GEMBALA

2 AGUSTUS 2009

Edisi 85 Tahun 2

 

KRISTEN SEJATI (5)

 

Shallom… Salam Miracle.

Jemaat Bethany yang diberkati Tuhan, hari ini kita akan melanjutkan pembahasan dalam warta jemaat minggu lalu, yaitu tentang Kristen Sejati.

Bagaimana supaya kita dapat bertumbuh kuat dan semangat dalam kehidupan rohani kita?

  1. JADILAH ORANG KRISTEN YANG MENJADIKAN ALKITAB SEBAGAI MAKANAN
  2. JADILAH ORANG KRISTEN YANG SETIA BERDOA
  3. JADILAH PENYEMBAH YANG TERATUR DALAM PERSEKUTUAN
  4. JADILAH ORANG KRISTEN YANG DIBAPTIS
  5. JADILAH ORANG KRISTEN YANG DIPENUHI ROH KUDUS
  6. JADILAH ORANG KRISTEN YANG MEMBERI
  7. JADILAH ORANG KRISTEN YANG BERSAKSI
  8. JADILAH ORANG KRISTEN YANG PENUH IMAN
  9. JADILAH ORANG KRISTEN YANG BERPENGHARAPAN

Berkat pengharapan yang Allah persiapkan sebelumnya bagi semua orang percaya di dalam Yesus Kristus adalah kedatanganNya sendiri ke bumi untuk membawa orang-orang-Nya kepada Dia sendiri. Pada kedatanganNya yang pertama oleh anugerah dan kemuliaan Allah, Yesus Kristus menebus dosa manusia, pada kedatanganNya yang kedua Dia akan menerima semua orang yang telah diselamatkan oleh penebusan dan iman di dalam Dia, yang disebut mempelaiNya, GerejaNya. “Demikian pula Kristus hanya satu kali saja mengorbankan diriNya untuk menanggung dosa banyak orang. Sesudah itu ia akan menyatakan diriNya sekali lagi tanpa menanggung dosa untuk menganugerahkan keselamatan bagi mereka yang menantikan DIA”. Ibrani 9:28.

 

Janji ini juga disampaikan oleh malaikat-malaikat,”…Yesus yang terangkat ke Surga meninggalkan kamu akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat DIA naik ke Surga”, Kisah Para Rasul 1:10-11. Dan oleh Tuhan sendiri,”Aku datang kembali dan membawa kamu ke tempatKu, supaya di tempat dimana Aku berada, kamupun berada”, Yohanes 14:3. Pengharapan yang indah dipersiapkan bagi mereka yang sedang menantikanNya dan bagi gereja yang dalam aniaya, hal ini disebutkan sebanyak 300 kali dalam Kitab Perjanjian baru. “Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan”, 1 Tesalonika 4:17.

 

Tujuan Tuhan bagi orang Kristen adalah segambar dengan Kristus, oleh itu Rasul Paulus bekerja dan berdoa dengan segala kekuatannya. Allah tetap sabar dan mengasihi kita untuk memulihkan kita yang telah dirusakkan oleh dosa sehingga menjadi segambar dengan Dia. Roh Kudus memiliki banyak pelayanan, salah satu diantaranya adalah mengajar, Dialah Pengajar yang Agung. Untuk itu tetaplah bergantung kepada Allah dan janjiNya,

 

”Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan yang biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu IA tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai IA akan memberikan kepadamu JALAN KELUAR, sehingga kamu dapat menanggungnya”. Kasih adalah kuasa yang paling besar di dunia ini, untuk itu berdoalah supaya kita dipenuhi setiap hari oleh Kasih Allah. Rahasianya adalah tetap memelihara kepenuhan Roh Kudus, Kasih Tuhan telah dicurahkan dalam hati kita oleh Roh Kudus yang dikaruniakan kepada kita. Dan dalam 2 Timotius 1:17 dikatakan: “Sebab Allah tidak memberikan roh ketakutan, tetapi roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban”. Ingatlah bahwa Allah telah memberi kita kuasa, otoritas dan kemenangan atas iblis dan setan dalam nama Tuhan Yesus Kristus.

 

Saudara, apabila kita dengan setia menanamkan apa yang kita baca dan pelajari bersama dan melakukannya, maka kita akan bertumbuh dengan kuat dan bersinar menjadi orang-orang Kristen yang berbuah bagi kemuliaan Kristus.

 

Di bulan Agustus ini saya juga mengajak jemaat tuhan untuk lebih mengasihi bangsa kita Indonesia dengan mendoakan kepada Tuhan sehingga belas kasihan Tuhan  turun atas bangsa dan Negara Indonesia. Selain itu mari kita tetap dukung pembangunan Gereja kita. Doakan senantiasa, berikan masukan-masukan yang membawa kebaikan untuk gereja kita dan tentunya dukung dalam dana pembangunan.

 

Tuhan Yesus memberkati kita semua… Amien

 

 

 

Gembala Sidang,

Pdt. Ir. Joko Susanto, MA

 

MENGAPA HARUS MENIRU?

Selasa, 4 Agustus 2009

Bacaan : Galatia 2:1-14

2:1. Kemudian setelah lewat empat belas tahun, aku pergi pula ke Yerusalem dengan Barnabas dan Tituspun kubawa juga.

2:2 Aku pergi berdasarkan suatu penyataan. Dan kepada mereka kubentangkan Injil yang kuberitakan di antara bangsa-bangsa bukan Yahudi–dalam percakapan tersendiri kepada mereka yang terpandang–,supaya jangan dengan percuma aku berusaha atau telah berusaha.

2:3 Tetapi kendatipun Titus, yang bersama-sama dengan aku, adalah seorang Yunani, namun ia tidak dipaksa untuk menyunatkan dirinya.

2:4 Memang ada desakan dari saudara-saudara palsu yang menyusup masuk, yaitu mereka yang menyelundup ke dalam untuk menghadang kebebasan kita yang kita miliki di dalam Kristus Yesus, supaya dengan jalan itu mereka dapat memperhambakan kita.

2:5 Tetapi sesaatpun kami tidak mau mundur dan tunduk kepada mereka, agar kebenaran Injil dapat tinggal tetap pada kamu.

2:6 Dan mengenai mereka yang dianggap terpandang itu–bagaimana kedudukan mereka dahulu, itu tidak penting bagiku, sebab Allah tidak memandang muka–bagaimanapun juga, mereka yang terpandang itu tidak memaksakan sesuatu yang lain kepadaku.

2:7 Tetapi sebaliknya, setelah mereka melihat bahwa kepadaku telah dipercayakan pemberitaan Injil untuk orang-orang tak bersunat, sama seperti kepada Petrus untuk orang-orang bersunat

2:8 –karena Ia yang telah memberikan kekuatan kepada Petrus untuk menjadi rasul bagi orang-orang bersunat, Ia juga yang telah memberikan kekuatan kepadaku untuk orang-orang yang tidak bersunat.

2:9 Dan setelah melihat kasih karunia yang dianugerahkan kepadaku, maka Yakobus, Kefas dan Yohanes, yang dipandang sebagai sokoguru jemaat, berjabat tangan dengan aku dan dengan Barnabas sebagai tanda persekutuan, supaya kami pergi kepada orang-orang yang tidak bersunat dan mereka kepada orang-orang yang bersunat;

2:10 hanya kami harus tetap mengingat orang-orang miskin dan memang itulah yang sungguh-sungguh kuusahakan melakukannya.

 

2:11. Tetapi waktu Kefas datang ke Antiokhia, aku berterang-terang menentangnya, sebab ia salah.

2:12 Karena sebelum beberapa orang dari kalangan Yakobus datang, ia makan sehidangan dengan saudara-saudara yang tidak bersunat, tetapi setelah mereka datang, ia mengundurkan diri dan menjauhi mereka karena takut akan saudara-saudara yang bersunat.

2:13 Dan orang-orang Yahudi yang lainpun turut berlaku munafik dengan dia, sehingga Barnabas sendiri turut terseret oleh kemunafikan mereka.

2:14 Tetapi waktu kulihat, bahwa kelakuan mereka itu tidak sesuai dengan kebenaran Injil, aku berkata kepada Kefas di hadapan mereka semua: “Jika engkau, seorang Yahudi, hidup secara kafir dan bukan secara Yahudi, bagaimanakah engkau dapat memaksa saudara-saudara yang tidak bersunat untuk hidup secara Yahudi?”

 

MENGAPA HARUS MENIRU?

Seorang rabi muda menggantikan ayahnya. Umat banyak yang protes, karena mereka sering membandingkannya dengan ayahnya, rabi senior yang mereka hormati. Dalam pertemuan jemaat, kritik kepadanya berbunyi “Engkau tidak seperti ayahmu”. Dengan tenang rabi muda menjawab, “Kalian tahu, ayahku seorang yang tidak pernah meniru siapa pun. Kini biarkan aku menjadi diriku sendiri, tidak meniru siapa pun, termasuk meniru ayahku. Dengan begitu, bukankah aku justru mirip ayahku?”

Sebagai rasul, Paulus adalah pendatang baru. Ketokohan para senior membayanginya. Apalagi jemaat di Yerusalem masih banyak yang mencurigainya, bahkan mempertanyakan kerasulannya. Namun, Paulus tidak gentar. Ia yakin akan panggilan Tuhan baginya. Ia tahu apa tugasnya, yaitu menginjil kepada orang-orang bukan Yahudi (ayat 2,7). Ia tidak mencari popularitas. Ia tidak mencari permusuhan, malahan dengan giat membangun persekutuan (ayat 9). Namun, ia juga tidak mencari muka di depan para seniornya. Ia berpendirian teguh dan menjunjung tinggi kebenaran. Bahkan ia berani menegur Petrus (Kefas) dengan tulus (ayat 11).

Godaan untuk meniru dan menyesuaikan diri dengan harapan banyak orang sering mengusik kita. Mengapa? Karena kita ingin diterima. Kita pun sering tergoda untuk mencari muka di depan orang yang berpengaruh. Padahal mereka pun bisa salah. Hari ini kita belajar perlunya mandiri dalam bersikap, tanpa berlaku sok pintar. Teguh dalam pendirian, tanpa menjadi keras kepala. Menjadi diri sendiri, tanpa merendahkan orang lain -PAD

JADI KENAPA MESTI MENIRU ORANG LAIN?

TUHAN MENCIPTAKAN KITA MASING-MASING UNIK

 

Sumber : www.sabda.org