PILIHAN JITU

Sabtu, 15 Agustus 2009

Bacaan : Yosua 24:14-18

24:14 Oleh sebab itu, takutlah akan TUHAN dan beribadahlah kepada-Nya dengan tulus ikhlas dan setia. Jauhkanlah allah yang kepadanya nenek moyangmu telah beribadah di seberang sungai Efrat dan di Mesir, dan beribadahlah kepada TUHAN.

 

24:15. Tetapi jika kamu anggap tidak baik untuk beribadah kepada TUHAN, pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah; allah yang kepadanya nenek moyangmu beribadah di seberang sungai Efrat, atau allah orang Amori yang negerinya kamu diami ini. Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN!”

24:16 Lalu bangsa itu menjawab: “Jauhlah dari pada kami meninggalkan TUHAN untuk beribadah kepada allah lain!

24:17 Sebab TUHAN, Allah kita, Dialah yang telah menuntun kita dan nenek moyang kita dari tanah Mesir, dari rumah perbudakan, dan yang telah melakukan tanda-tanda mujizat yang besar ini di depan mata kita sendiri, dan yang telah melindungi kita sepanjang jalan yang kita tempuh, dan di antara semua bangsa yang kita lalui,

24:18 TUHAN menghalau semua bangsa dan orang Amori, penduduk negeri ini, dari depan kita. Kamipun akan beribadah kepada TUHAN, sebab Dialah Allah kita.”

PILIHAN JITU

Pernahkah Anda memperhatikan kapal-kapal yang berlabuh? Agar tetap berada di tempatnya, setiap kapal “dikendalikan” oleh sebuah jangkar yang besar. Jangkar ini membuat kapal tidak diombang-ambingkan angin dan gelombang pantai; agar kapal tidak hanyut dan hilang.

Setelah umat Israel menetap di tanah Perjanjian, mereka mengalami perubahan suasana sosial. Dulu mereka bangsa nomaden yang suka berpindah-pindah, kini menetap. Dulu peternak pindahan, kini menjadi bangsa agraris yang juga harus bergaul dengan bangsa-bangsa lain. Dulu mereka disediakan manna dan burung puyuh, kini mereka harus mengusahakan tanah sendiri. Perubahan sosial dan pengaruh religius ini membuat mereka tergoda untuk berpaling kepada ilah-ilah lain. Kekhawatiran Yosua terungkap dalam pasal 23. Oleh karena itu, Yosua dengan tegas mengingatkan kembali umat Israel akan apa yang telah diperbuat Tuhan kepada mereka dalam sejarah. Dari situ Yosua menantang umat meneguhkan komitmen mereka untuk setia kepada Tuhan. Komitmen itu tumbuh dari kebebasan dan kesadaran diri akan karya Tuhan. Bagi Yosua, hal itu dimulai dari situasi masyarakat yang paling kecil: keluarga. “Aku dan seisi rumahku akan beribadah kepada Tuhan”, kata Yosua.

Dunia memberikan banyak pilihan. Di tengah banyak pilihan itu, adakah kita juga memilih untuk menggembalakan keluarga kita sendiri? Jagalah pertumbuhan iman keluarga Anda. Izinkan Tuhan memakai keluarga Anda dengan segala pergumulannya, menjadi kesaksian nyata bagi keluarga-keluarga lain -DKL

KELUARGA MERUPAKAN UNIT YANG KECIL

TETAPI KEKUATANNYA BEGITU BESAR

Sumber : www.sabda.org