DIAM SAJA

Selasa, 18 Agustus 2009

Bacaan : Yeremia 26:1-15

26:1. Pada permulaan pemerintahan Yoyakim, anak Yosia raja Yehuda, datanglah firman ini dari TUHAN, bunyinya:

26:2 Beginilah firman TUHAN: “Berdirilah di pelataran rumah TUHAN dan katakanlah kepada penduduk segala kota Yehuda, yang datang untuk sujud di rumah TUHAN, segala firman yang Kuperintahkan untuk kaukatakan kepada mereka. Janganlah kaukurangi sepatah katapun!

26:3 Mungkin mereka mau mendengarkan dan masing-masing mau berbalik dari tingkah langkahnya yang jahat, sehingga Aku menyesal akan malapetaka yang Kurancangkan itu terhadap mereka oleh karena perbuatan-perbuata mereka yang jahat.

26:4 Jadi katakanlah kepada mereka: Beginilah firman TUHAN: Jika kamu tidak mau mendengarkan Aku, tidak mau mengikuti Taurat-Ku yang telah Kubentangkan di hadapanmu,

26:5 dan tidak mau mendengarkan perkataan hamba-hamba-Ku, para nabi, yang terus-menerus Kuutus kepadamu, –tetapi kamu tidak mau mendengarkan–

26:6 maka Aku akan membuat rumah ini sama seperti Silo, dan kota ini menjadi kutuk bagi segala bangsa di bumi.”

 

26:7. Para imam, para nabi dan seluruh rakyat mendengar Yeremia mengucapkan perkataan-perkataan itu dalam rumah TUHAN.

26:8 Lalu sesudah Yeremia selesai mengatakan segala apa yang diperintahkan TUHAN untuk dikatakan kepada seluruh rakyat itu, maka para imam, para nabi dan seluruh rakyat itu menangkap dia serta berkata: “Engkau harus mati!

26:9 Mengapa engkau bernubuat demi nama TUHAN dengan berkata: Rumah ini akan sama seperti Silo, dan kota ini akan menjadi reruntuhan, sehingga tidak ada lagi penduduknya?” Dan seluruh rakyat berkumpul mengerumuni Yeremia di rumah TUHAN.

26:10 Ketika para pemuka Yehuda mendengar tentang hal ini, pergilah mereka dari istana raja ke rumah TUHAN, lalu duduk di pintu gerbang baru di rumah TUHAN.

26:11 Kemudian berkatalah para imam dan para nabi itu kepada para pemuka dan kepada seluruh rakyat itu, katanya: “Orang ini patut mendapat hukuman mati, sebab ia telah bernubuat tentang kota ini, seperti yang kamu dengar dengan telingamu sendiri.”

26:12 Tetapi Yeremia berkata kepada segala pemuka dan kepada seluruh rakyat itu, katanya: “Tuhanlah yang telah mengutus aku supaya bernubuat tentang rumah dan kota ini untuk menyampaikan segala perkataan yang telah kamu dengar itu.

26:13 Oleh sebab itu, perbaikilah tingkah langkahmu dan perbuatanmu, dan dengarkanlah suara TUHAN, Allahmu, sehingga TUHAN menyesal akan malapetaka yang diancamkan-Nya atas kamu.

26:14 Tetapi aku ini, sesungguhnya, aku ada di tanganmu, perbuatlah kepadaku apa yang baik dan benar di matamu.

26:15 Hanya ketahuilah sungguh-sungguh, bahwa jika kamu membunuh aku, maka kamu mendatangkan darah orang yang tak bersalah atas kamu dan atas kota ini dan penduduknya, sebab TUHAN benar-benar mengutus aku kepadamu untuk menyampaikan segala perkataan ini kepadamu.”

 

 

DIAM SAJA

Dalam miniseri HITLER: The Rise of Evil yang bercerita tentang Adolf Hitler, sang pemimpin NAZI yang membantai jutaan orang pada 1940-an, terdapat sebuah kalimat, “The only thing necessary for the triumph of evil is for good men to do nothing.” Kalimat ini dapat diterjemahkan, “Yang diperlukan oleh kejahatan untuk berjaya adalah orang-orang baik yang diam saja.”

Yeremia hidup pada masa ketika kejahatan merajalela di Israel. Dalam situasi itulah ia diutus Tuhan untuk memperingatkan dan mempertobatkan bangsa Israel. Dapat kita katakan bahwa ia dipanggil untuk melawan arus, sehingga pesannya acap kali tidak menyenangkan hati para pendengarnya. Firman Tuhan hari ini adalah salah satu contohnya. Di situ ia menyampaikan teguran dan ancaman Tuhan bagi bangsa Israel (ayat 1-6). Tujuannya adalah supaya para pendengarnya bertobat (ayat 3). Sangat disayangkan bahwa akhirnya mereka justru marah dan ingin membunuh Yeremia (ayat 8,11). Namun, ketaatan dan keberanian Yeremia ini adalah sesuatu yang perlu kita teladani.

Jika kita melihat sesuatu yang tidak baik sedang berkembang di sekitar kita, adalah tanggung jawab kita sebagai umat Allah untuk menyikapinya. Kalau bisa, kita rancang rencana-rencana yang akan mengubah keadaan. Kerap kali hal ini melibatkan kerja sama dengan orang lain yang juga sependapat dengan kita. Namun, jika itu tidak mungkin, setidaknya kita perlu berani berpendapat berbeda dan menyuarakan apa yang benar. Meskipun risikonya kita akan dikucilkan dan bahkan disingkirkan -ALS

JANGAN BIARKAN APA YANG TIDAK BAIK BERJAYA

KARENA KITA DIAM SAJA

Sumber : www.sabda.org

Iklan