CARON BUTLER

Rabu, 9 September 2009

Bacaan : Ratapan 3:39-48

3:39 Mengapa orang hidup mengeluh? Biarlah setiap orang mengeluh tentang dosanya!

3:40 Marilah kita menyelidiki dan memeriksa hidup kita, dan berpaling kepada TUHAN.

3:41 Marilah kita mengangkat hati dan tangan kita kepada Allah di sorga:

 

3:42. Kami telah mendurhaka dan memberontak, Engkau tidak mengampuni.

3:43 Engkau menyelubungi diri-Mu dengan murka, mengejar kami dan membunuh kami tanpa belas kasihan.

3:44 Engkau menyelubungi diri-Mu dengan awan, sehingga doa tak dapat menembus.

3:45 Kami Kaujadikan kotor dan keji di antara bangsa-bangsa.

3:46 Terhadap kami semua seteru kami mengangakan mulutnya.

3:47 Kejut dan jerat menimpa kami, kemusnahan dan kehancuran.

3:48 Air mataku mengalir bagaikan batang air, karena keruntuhan puteri bangsaku.

 

CARON BUTLER

Caron Butler adalah pemain basket profesional yang bermain untuk tim Washington Wizards di Amerika Serikat. Saat ini ia dikenal sebagai pemain yang bukan saja hebat, tetapi juga mengabdi kepada masyarakat. Padahal semasa kecilnya, ia dikenal sebagai anak yang bermasalah dan pernah dipenjara. Namun ternyata justru di dalam penjara itulah, ia mengevaluasi hidupnya dan menyadari kesalahan-kesalahan yang telah ia perbuat. Maka ia pun berubah, sehingga bisa menjadi Caron Butler seperti yang dikenal sekarang.

Kesusahan yang kita alami kerap kali menjadi waktu yang tepat untuk kita berdiam diri dan mengevaluasi hidup. Inilah yang dilakukan oleh sang penulis ratapan ketika bersusah hati di tengah kondisi bangsanya yang porak-poranda. Ia bisa saja hanya mengasihani diri. Namun, bukan itu yang dilakukannya. Ia mengevaluasi hidup bangsanya dan menemukan bahwa situasi bangsanya ini sebenarnya disebabkan oleh dosa-dosa mereka kepada Tuhan. Dan bukan itu saja. Daripada berlarut-larut dalam sedih, ia mengajak bangsanya kembali kepada Tuhan.

Jika saat ini kita sedang berada dalam kesusahan, jangan hanya meratap dan mengasihani diri. Pakailah kesempatan ini untuk mengevaluasi diri. Pikirkan dengan jujur apakah situasi ini disebabkan oleh kesalahan kita sendiri. Memang tidak selalu demikian. Namun, ambillah kesempatan untuk benar-benar “menilai” hidup kita. Bagaimana sikap kita terhadap sesama, terhadap Tuhan? Waktu evaluasi akan menolong kita untuk memperbaiki kesalahan dan mengambil langkah yang baru -ALS

PERTOBATAN = EVALUASI DIRI + TINDAKAN PEMULIHAN

Sumber : www.sabda.org

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: