BERLARI SIA-SIA

Selasa, 20 Oktober 2009

Bacaan : Roma 4:1-17

4:1. Jadi apakah akan kita katakan tentang Abraham, bapa leluhur jasmani kita?

4:2 Sebab jikalau Abraham dibenarkan karena perbuatannya, maka ia beroleh dasar untuk bermegah, tetapi tidak di hadapan Allah.

4:3 Sebab apakah dikatakan nas Kitab Suci? “Lalu percayalah Abraham kepada Tuhan, dan Tuhan memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran.”

4:4 Kalau ada orang yang bekerja, upahnya tidak diperhitungkan sebagai hadiah, tetapi sebagai haknya.

4:5 Tetapi kalau ada orang yang tidak bekerja, namun percaya kepada Dia yang membenarkan orang durhaka, imannya diperhitungkan menjadi kebenaran.

4:6 Seperti juga Daud menyebut berbahagia orang yang dibenarkan Allah bukan berdasarkan perbuatannya:

4:7 “Berbahagialah orang yang diampuni pelanggaran-pelanggarannya, dan yang ditutupi dosa-dosanya;

4:8 berbahagialah manusia yang kesalahannya tidak diperhitungkan Tuhan kepadanya.”

4:9. Adakah ucapan bahagia ini hanya berlaku bagi orang bersunat saja atau juga bagi orang tak bersunat? Sebab telah kami katakan, bahwa kepada Abraham iman diperhitungkan sebagai kebenaran.

4:10 Dalam keadaan manakah hal itu diperhitungkan? Sebelum atau sesudah ia disunat? Bukan sesudah disunat, tetapi sebelumnya.

4:11 Dan tanda sunat itu diterimanya sebagai meterai kebenaran berdasarkan iman yang ditunjukkannya, sebelum ia bersunat. Demikianlah ia dapat menjadi bapa semua orang percaya yang tak bersunat, supaya kebenaran diperhitungkan kepada mereka,

4:12 dan juga menjadi bapa orang-orang bersunat, yaitu mereka yang bukan hanya bersunat, tetapi juga mengikuti jejak iman Abraham, bapa leluhur kita, pada masa ia belum disunat.

4:13 Sebab bukan karena hukum Taurat telah diberikan janji kepada Abraham dan keturunannya, bahwa ia akan memiliki dunia, tetapi karena kebenaran, berdasarkan iman.

4:14 Sebab jika mereka yang mengharapkannya dari hukum Taurat, menerima bagian yang dijanjikan Allah, maka sia-sialah iman dan batallah janji itu.

4:15 Karena hukum Taurat membangkitkan murka, tetapi di mana tidak ada hukum Taurat, di situ tidak ada juga pelanggaran.

4:16 Karena itulah kebenaran berdasarkan iman supaya merupakan kasih karunia, sehingga janji itu berlaku bagi semua keturunan Abraham, bukan hanya bagi mereka yang hidup dari hukum Taurat, tetapi juga bagi mereka yang hidup dari iman Abraham. Sebab Abraham adalah bapa kita semua, —

4:17. seperti ada tertulis: “Engkau telah Kutetapkan menjadi bapa banyak bangsa” –di hadapan Allah yang kepada-Nya ia percaya, yaitu Allah yang menghidupkan orang mati dan yang menjadikan dengan firman-Nya apa yang tidak ada menjadi ada.

BERLARI SIA-SIA

Saat teman saya, Roger Weber, memulai perlombaan Maraton Chicago 2006 yang diikutinya, ia melihat sesuatu di tanah. Rupanya, itu adalah chip seorang pelari, yaitu alat yang dipasang oleh setiap pelari di sepatunya untuk mencatat kemajuan mereka saat melewati berbagai stasiun pencatat waktu di sepanjang perlombaan. Sepertinya, seorang pelari yang malang akan berlari sepanjang 4,5 kilometer berikutnya tanpa ada bukti kemajuan yang tercatat.

Itu sama artinya, pelari tersebut tidak mengikuti perlombaan. Tak akan ada catatan mengenai keikutsertaannya. Meskipun ia menyelesaikan perlombaan dengan memecahkan rekor waktu, hal itu tidak akan ada artinya. Para pengatur perlombaan telah menetapkan peraturan, dan betapapun cepatnya seseorang berlari, jika mereka berkata bahwa pelari itu tidak memenuhi persyaratan, maka ia tidak memenuhi persyaratan.

Seperti itulah kurang lebih halnya dengan kita semua. Kita dapat berlari dalam perlombaan yang sepertinya baik dengan melakukan hal-hal baik bagi orang lain dan menaati berbagai peraturan. Akan tetapi, saat kita tiba di garis akhir, yaitu surga, maka kita akan didiskualifikasi dan tidak diperbolehkan masuk karena kita belum memastikan bahwa nama kita tercatat di Buku Kehidupan Anak Domba dengan menaruh iman kita kepada Yesus sebagai Juru Selamat.

Yesus berkata, “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” (Yohanes 14:6). Apakah Anda sudah percaya kepada Yesus? Jika belum, maka Anda sedang berlari dengan sia-sia –JDB

JIKA KITA DAPAT MEMPEROLEH KESELAMATAN DENGAN USAHA SENDIRI
KRISTUS TIDAK PERLU MATI UNTUK MENYEDIAKANNYA

Sumber : www.sabda.org

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: