Peresmian Peletakan Batu Pertama Pembangunan Gereja Bethany God The Miracle Kota Tarakan

peletakan batu & rancangan gedung

Iklan

DOA-DOA YANG HILANG

Senin, 2 November 2009

Bacaan : Mazmur 86:1-7

86:1. Doa Daud. Sendengkanlah telinga-Mu, ya TUHAN, jawablah aku, sebab sengsara dan miskin aku.

86:2 Peliharalah nyawaku, sebab aku orang yang Kaukasihi, selamatkanlah hamba-Mu yang percaya kepada-Mu.

86:3 Engkau adalah Allahku, kasihanilah aku, ya Tuhan, sebab kepada-Mulah aku berseru sepanjang hari.

86:4 Buatlah jiwa hamba-Mu bersukacita, sebab kepada-Mulah, ya Tuhan, kuangkat jiwaku.

86:5 Sebab Engkau, ya Tuhan, baik dan suka mengampuni dan berlimpah kasih setia bagi semua orang yang berseru kepada-Mu.

86:6 Pasanglah telinga kepada doaku, ya TUHAN, dan perhatikanlah suara permohonanku.

86:7 Pada hari kesesakanku aku berseru kepada-Mu, sebab Engkau menjawab aku.

DOA-DOA YANG HILANG

Sebuah judul berita berbunyi: Doa-doa yang Tak Terjawab: Surat-surat untuk Tuhan Ditemukan Terbuang di Lautan. Surat-surat itu, yang berjumlah 300 buah dan dikirimkan kepada seorang pendeta di New Jersey, telah dibuang ke laut. Kebanyakan surat itu belum dibuka. Pendeta tersebut sudah lama meninggal. Bagaimana ratusan surat itu bisa ditemukan terapung-apung di atas ombak pantai New Jersey, masih menjadi misteri.

Surat-surat itu ditujukan kepada sang pendeta karena ia berjanji untuk mendoakannya. Beberapa surat meminta hal-hal yang tidak keruan; yang lainnya ditulis oleh pasangan, anak-anak, atau janda yang sedang menderita. Mereka menumpahkan isi hati mereka kepada Allah, memohon pertolongan untuk saudara mereka yang menyalahgunakan obat dan alkohol, atau pasangan yang mengkhianati mereka. Ada satu surat yang minta seorang suami dan ayah yang mencintai anaknya. Reporter itu menyimpulkan, semua surat itu adalah “doa-doa yang tak terjawab”.

Tidak demikian! Jika para penulis surat itu berseru kepada Allah, maka Dia mendengar setiap seruan mereka. Tak satu pun doa yang jujur terlewat dari telinga-Nya. “Engkau mengetahui segala keinginanku,” Daud menulis di tengah-tengah krisis pribadi yang mendalam, “dan keluhku pun tidak tersembunyi bagi-Mu” (Mazmur 38:10). Daud mengerti bahwa kita bisa menyerahkan segala kesusahan kita kepada Tuhan, bahkan jika tidak ada orang lain yang mau mendoakan kita. Dengan penuh keyakinan, ia menyimpulkan, “Pada hari kesesakanku aku berseru kepada-Mu, sebab Engkau menjawab aku” (86:7) –DHR

YESUS MENDENGAR SERUAN KITA YANG PALING LEMAH

Sumber : www.sabda.org

MEMBANGUN DAN MENOLONG

PESAN GEMBALA

1 NOVEMBER 2009

Edisi 98 Tahun 2

MEMBANGUN DAN MENOLONG

Shallom… Salam Miracle.

Jemaat Tuhan di Bethany yang diberkati Tuhan, Galatia 6:2 mengajarkan prinsip tentang membangun dan menolong atau dengan kata lain dengan saling menanggung beban,”Bertolong-tolonglah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus”. Dalam terjemahan Amplified Bible dikatakan demikian “Bertolong-tolonglah menanggung bebanmu serta kesalahan moral yang mengganggu. Dengan demikian kamu memenuhi dan menjalankan secara sempurna hukum Kristus, yang adalah Mesias, dan melengkapi apa yang kurang”.

Kata menanggung berarti juga memikul, maksud ayat ini tidak lain adalah saling menolong. Sementara dalam Roma 14:19 berbunyi: “sebab itu marilah kita mengejar apa yang mendatangkan damai sejahtera dan yang berguna untuk membangun”.

Kata membangun adalah bagian dari menyokong atau meningkatkan pertumbuhan dalam hal ini pertumbuhan dalam kekudusan, kebajikan, kasih karunia dan hikmat kristiani. Sedangkan menolong berarti membantu seseorang melakukan sesuatu untuk perbaikan keadaannya. Kita harus bertanya kepada diri kita,”apakah hal yang saya lakukan terhadap orang lain ini akan membuat kehidupan kristianinya / kerohaniannya bertumbuh dan menolong dia menjadi kuat?” kalau mengacu dari ayat-ayat di atas kita lakukan bisa membawa orang lain untuk bertumbuh.

Sekali waktu, datang seseorang kepada Saudara dan berkata “saya ingin anda membantu saya”, seringkali yang dimaksudkan oleh orang tersebut adalah bahwa ia ingin Saudara menyetujui pandangannya, maka kita perlu membantunya.

Bentuk lain menolong orang lain adalah dengan membesarkan hatinya. Amsal 12:25, “kekuatiran dalam hati membungkukkan orang, tetapi perkataan yang baik menggembirakan orang”. Dalam Tesalonika 5:11 dinyatakan bahwa karena itu besarkanlah hati seseorang akan yang lain dan saling membangunlah (saling menguatkan) kamu. Membesarkan hati bersamaan dengan tindakan mendengarkan, merupakan salah satu teknik paling penting dalam menolong seorang yang sedang menghadapi masalah, tekanan, dan krisis, membesarkan hati artinya mendorong untuk maju, membangkitkan semangat seseorang untuk melakukan apa yang seharusnya ia lakukan. Membesarkan hati juga mempunyai arti membantu seseorang untuk mempercayai nilai pribadinya sendiri.

Jemaat yang dikasihi Tuhan…

Kiranya di bulan November ini kita semakin saling membantu dan menolong, maka akan semakin terasa kesatuan kita dan itulah menyenangkan Tuhan.

Tuhan Yesus memberkati… Amien

Gembala Sidang,

Pdt. Ir. Joko Susanto, MA