IKUT MENGEMBARA

Senin, 14 Desember 2009

Bacaan : Ulangan 1:34-40

1:34 “Ketika TUHAN mendengar gerutumu itu, Ia menjadi murka dan bersumpah:

1:35 Tidak seorangpun dari orang-orang ini, angkatan yang jahat ini, akan melihat negeri yang baik, yang dengan sumpah Kujanjikan untuk memberikannya kepada nenek moyangmu,

1:36 kecuali Kaleb bin Yefune. Dialah yang akan melihat negeri itu dan kepadanya dan kepada anak-anaknya akan Kuberikan negeri yang diinjaknya itu, karena dengan sepenuh hati ia mengikuti TUHAN.

1:37 Juga kepadaku TUHAN murka oleh karena kamu, dan Ia berfirman: Juga engkau tidak akan masuk ke sana.

1:38 Yosua bin Nun, pelayanmu, dialah yang akan masuk ke sana. Berilah kepadanya semangat, sebab dialah yang akan memimpin orang Israel sampai mereka memiliki negeri itu.

1:39 Dan anak-anakmu yang kecil, yang kamu katakan akan menjadi rampasan, dan anak-anakmu yang sekarang ini yang belum mengetahui tentang yang baik dan yang jahat, merekalah yang akan masuk ke sana dan kepada merekalah Aku akan memberikannya, dan merekalah yang akan memilikinya.

1:40 Tetapi kamu ini, baliklah, berangkatlah ke padang gurun, ke arah Laut Teberau.”

IKUT MENGEMBARA

Dua belas orang diutus untuk mengintai Kanaan. Sepuluh orang membawa kabar buruk yang menciutkan hati bangsa Israel. Dua orang, Yosua dan Kaleb, bersikap lain. Mereka percaya pada Tuhan yang berjanji akan menyerahkan tanah itu kepada Israel. Mereka yakin, Tuhan pasti memampukan bangsa itu menghadapi kesulitan yang menghadang. Namun, bangsa Israel tetap tidak mau percaya. Tuhan murka, sehingga bangsa itu harus mengembara selama empat puluh tahun di padang gurun.

Menariknya, Yosua dan Kaleb juga ikut menanggung konsekuensi tersebut. Mereka tidak diistimewakan dengan boleh memasuki Kanaan lebih awal. Mereka harus ikut mengembara bersama bangsa yang tegar tengkuk itu. Artinya, hari demi hari mereka juga harus mempertahankan iman di tengah orang-orang sebangsa yang tidak percaya. Selama empat puluh tahun!

Perjuangan yang berat, tetapi mereka berhasil melewatinya. Mereka akhirnya memasuki Kanaan bersama angkatan baru bangsa Israel. Hal ini menunjukkan bahwa mereka berpegang pada janji Tuhan dengan sepenuh hati. Pengembaraan itu bukan penghukuman bagi mereka, melainkan masa pemurnian iman.

Iman kepada Tuhan memang tidak selalu mendatangkan hasil secara langsung. Yang lebih sering terjadi, iman kita malah akan diuji lebih jauh melalui keadaan dan lingkungan yang tidak mendukung. Pengalaman Yosua dan Kaleb menunjukkan bahwa iman justru diperkuat dan dimurnikan oleh tantangan tersebut. Teladan mereka menggugah kita untuk tidak menjadi ciut hati dalam menghadapi ujian iman hari demi hari –ARS

IMAN YANG TIDAK TERUJI BUKANLAH IMAN YANG BERHARGA

Sumber : www.sabda.org

Iklan