Kerajaan Sorga

PESAN GEMBALA

13 DESEMBER 2009

EDISI 104 TAHUN 2

Shallom… Salam Miracle…

Jemaat Tuhan di Gereja Bethany yang diberkati Tuhan. dalam Matius 4:17, Sejak waktu itulah Yesus memberitakan: “Bertobatlah, sebab Kerajaan Allah sudah dekat”. Juga dalam Matius 9:35, “Demikianlah Yesus berkeliling ke semua kota dan desa; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Sorga serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan.” Jadi sejak awal pelayanan, Tuhan Yesus sudah memberitakan tentang hadirnya Kerajaan Sorga di bumi. Dari hal tersebut maka Injil yang Dia sampaikan disebut juga sebagai Injil Kerajaan. Dia ingin menghadirkan kerajaan-Nya di muka bumi, dimana Tuhan sendiri sebagai raja di atas segala raja.

Bagaimanakah wujud dan ciri-ciri Kerajaan Tuhan di bumi ini?

Berdasarkan Firman Tuhan di atas ada 3 karakteristik utama dari Kerajaan Sorga:

  1. Kerajaan Tuhan memiliki kehidupan rohani/ spritual

Ciri pertama dari Kerajaan Tuhan adalah setiap orang memiliki kehidupan rohani atau spritual yang baik dengan mengalami pertobatan hidup, yaitu meninggalkan dosa-dosanya dan menerima anugerah keselamatan serta pengampunan dari Tuhan Yesus. Karena syarat untuk dapat masuk dan menjadi warga kerajaan-Nya adalah mengalami kelahiran kembali di dalam Yesus Kristus (Yohanes 3:3). Di dunia ini hanya ada 2 jenis kerajaan, yaitu kerajaan Tuhan (Kerajaan Terang) dan kerajaan Iblis (Kerajaan Kegelapan). Dan seluruh manusia telah tertawan oleh Kerajaan Iblis. Tetapi Kristus datang untuk membebaskan dan melepaskan manusia dari cengkeraman Kerajaan Iblis serta membangun kerajaanNya di bumi ini dengan wargaNya yang telah ditebus oleh darah-Nya serta mengalami pertobatan. Harus ada perbedaan yang nyata antara kehidupan warga Kerajaan Tuhan dan Kerajaan Iblis, ialah setiap warga Kerajaan Tuhan  memiliki kehidupan yang bertobat terus menerus. Tidak lagi kompromi dengan dosa, serta membenci perbuatan-perbuatan Iblis. Dalam I Yohanes 3:8 dikatakan bahwa barangsiapa yang tetap berbuat dosa, berasal dari Iblis, sebab Iblis berbuat dosa dari mulanya. Untuk inilah Anak Allah menyatakan diri-Nya, yaitu supaya Ia membinasakan perbuatan-perbuatan Iblis itu.

2. Kristus memiliki otoritas dan berdaulat penuh dalam kerajaan-Nya

Di dalam Kerajaan Tuhan, maka Kristuslah sebagai pemenang otoritas tertinggi dan berdaulat penuh. Dengan demikian, setiap warga Kerajaan Tuhan harus tunduk kepada perintah-perintah Tuhan Yesus serta berpegang kepada perjanjian-Nya. Tunduk dan taat kepada Kristus adalah ciri dan kunci warga Kerajaan Tuhan di bumi. Ketaatan mendatangkan berkat, sedangkan ketidaktaatan mendatangkan hukuman. Mengakui otoritas dan kedaulatan Tuhan, juga berarti bahwa umat-Nya mempercayai sepenuhnya apa yang Dia perintahkan dan Dia janjikan. Tidak ada keraguan ataupun kebimbangan. Kalau umat-Nya ingin melihat Kerajaan Tuhan hadir di Indonesia, maka setiap umat Tuhan harus menjadi orang-orang yang bersedia untuk taatt dan tunduk kepada otoritas dan kehendak Kristus dalam hidupnya. Mulai dari para pemimpin sampai kepada anggota jemaat harus memiliki ketaatan yang sama kepada perinta-perintah-Nya. Di setiap aspek kehidupan Tuhan berdaulat dan berotoritas.

3. Kerajaan Tuhan memiliki kehidupan yang sejahtera dan berkelimpahan

Tuhan Yesus berkata dalam Yohanes 10:10, “Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mepunyainya dalam segala kelimpahan.”

Kehidupan dalam Kerajaan Tuhan harus mempunyai standar dan kualitas yang terbaik dibandingkan kehidupan yang ditawarkan oleh Kerajaan Iblis. Itulah sebabnya, Tuhan memerintahkan umat-Nya agar mendatangkan kesejahteraan bagi kota dimana mereka tinggal (Yeremia 29:7). Tuhan menginginkan di dalam KerajaanNya tidak ada orang miskin, tidak ada kejahatan, tidak ada keadilan, hukum ditegakkan, tidak ada suap dan korupsi, sehingga KerajaanNya disebut sebagai Kerjaan Kekal dan Rajanya Damai (Daniel 7:14; Yesaya 9:5-6).

Gereja Tuhan adalah wakil kerajaanNya di muka bumi. Merupakan suatu tugas terhormat bagi gereja untuk mewujudkan Kerajaan Tuhan di Indonesia ini. Mari kita bergandengan tangan dan bekerjasama dengan sungguh-sungguh agar visi Kerajaan Tuhan itu segera terwujud. Itulah panggilan kita semua. Datanglah KerajaanMu ya Tuhan.

Dalam kesempatan ini juga saya sampaikan untuk terus dukung dan doakan PEMBANGUNAN GEDUNG GEREJA KITA.

Tuhan Yesus memberkati kita semua… Amien

Gembala Sidang,

Pdt. Ir. Joko Susanto, MA

Iklan

PIJAKAN YANG KUAT

Jumat, 18 Desember 2009

Bacaan : Kisah 9:1-16

9:1. Sementara itu berkobar-kobar hati Saulus untuk mengancam dan membunuh murid-murid Tuhan. Ia menghadap Imam Besar,

9:2 dan meminta surat kuasa dari padanya untuk dibawa kepada majelis-majelis Yahudi di Damsyik, supaya, jika ia menemukan laki-laki atau perempuan yang mengikuti Jalan Tuhan, ia menangkap mereka dan membawa mereka ke Yerusalem.

9:3 Dalam perjalanannya ke Damsyik, ketika ia sudah dekat kota itu, tiba-tiba cahaya memancar dari langit mengelilingi dia.

9:4 Ia rebah ke tanah dan kedengaranlah olehnya suatu suara yang berkata kepadanya: “Saulus, Saulus, mengapakah engkau menganiaya Aku?”

9:5 Jawab Saulus: “Siapakah Engkau, Tuhan?” Kata-Nya: “Akulah Yesus yang kauaniaya itu.

9:6 Tetapi bangunlah dan pergilah ke dalam kota, di sana akan dikatakan kepadamu, apa yang harus kauperbuat.”

9:7 Maka termangu-mangulah teman-temannya seperjalanan, karena mereka memang mendengar suara itu, tetapi tidak melihat seorang jugapun.

9:8 Saulus bangun dan berdiri, lalu membuka matanya, tetapi ia tidak dapat melihat apa-apa; mereka harus menuntun dia masuk ke Damsyik.

9:9 Tiga hari lamanya ia tidak dapat melihat dan tiga hari lamanya ia tidak makan dan minum.

9:10. Di Damsyik ada seorang murid Tuhan bernama Ananias. Firman Tuhan kepadanya dalam suatu penglihatan: “Ananias!” Jawabnya: “Ini aku, Tuhan!”

9:11 Firman Tuhan: “Mari, pergilah ke jalan yang bernama Jalan Lurus, dan carilah di rumah Yudas seorang dari Tarsus yang bernama Saulus. Ia sekarang berdoa,

9:12 dan dalam suatu penglihatan ia melihat, bahwa seorang yang bernama Ananias masuk ke dalam dan menumpangkan tangannya ke atasnya, supaya ia dapat melihat lagi.”

9:13 Jawab Ananias: “Tuhan, dari banyak orang telah kudengar tentang orang itu, betapa banyaknya kejahatan yang dilakukannya terhadap orang-orang kudus-Mu di Yerusalem.

9:14 Dan ia datang ke mari dengan kuasa penuh dari imam-imam kepala untuk menangkap semua orang yang memanggil nama-Mu.”

9:15 Tetapi firman Tuhan kepadanya: “Pergilah, sebab orang ini adalah alat pilihan bagi-Ku untuk memberitakan nama-Ku kepada bangsa-bangsa lain serta raja-raja dan orang-orang Israel.

9:16 Aku sendiri akan menunjukkan kepadanya, betapa banyak penderitaan yang harus ia tanggung oleh karena nama-Ku.”

PIJAKAN YANG KUAT

Seorang petani berduka. Keledainya, harta tunggalnya, terperosok ke sumur. Ia minta tolong pada tetangga, tetapi usahanya sia-sia. Semua membujuk supaya ia merelakan keledainya. Dan, agar kelak bangkai si keledai tak menimbulkan bau dan penyakit, tetangga mengusulkan agar sumur itu ditimbun tanah. Sementara tanah ditimbunkan ke sumur, si keledai terus merintih. Mereka berpikir si keledai pasti sudah mati. Namun, semua kaget ketika keledai itu melompat keluar! Ternyata, setiap gundukan tanah yang menimpa dan menyakiti si keledai itu selalu dikibaskannya, dan lama-lama menumpuk di bawah kaki dan menjadi pijakan baru baginya.

Tatkala Paulus melayani Tuhan, muncul banyak tantangan, hambatan, bahkan aniaya. Namun, ia tak lekas putus asa dan menyerah, sebab ia sangat yakin akan panggilannya memberitakan Injil bagi bangsa-bangsa non-Yahudi. Dan, pengalaman bergaul dengan Tuhan membuatnya kuat menanggung segala hal. Bahkan, segala hambatan justru menjadi pijakan baru baginya untuk memenuhi panggilan pelayanan Tuhan baginya, menjadi “… alat pilihan bagi-Ku untuk memberitakan nama-Ku di hadapan bangsa-bangsa lain serta raja-raja dan orang-orang Israel (ayat 15). Dan bagaimana Tuhan membuat Paulus bisa memberitakan Injil kepada raja-raja dan penghuni istana? Ternyata melalui aniaya dan penjara, ia berjumpa para pejabat tinggi yang mengadili kasusnya (bandingkan Kisah Para Rasul 24,25,26,28).

Jika hari ini Anda mengalami kesulitan, hambatan, dan tantangan: jangan menyerah. Dengan mata iman yang mengarah kepada Kristus, mari jadikan segala kesulitan itu menjadi pijakan kuat untuk mencapai tujuan Tuhan bagi hidup kita –SST

KETIKA KITA MEMINTA ALLAH MEMIMPIN HIDUP KITA

SETIAP PERISTIWA PASTI BERGUNA BAGI KEBAIKAN KITA

Sumber : www.sabda.org