JADI LENGKAP

Rabu, 23 Desember 2009

Bacaan : Lukas 24:13-35

24:13. Pada hari itu juga dua orang dari murid-murid Yesus pergi ke sebuah kampung bernama Emaus, yang terletak kira-kira tujuh mil jauhnya dari Yerusalem,

24:14 dan mereka bercakap-cakap tentang segala sesuatu yang telah terjadi.

24:15 Ketika mereka sedang bercakap-cakap dan bertukar pikiran, datanglah Yesus sendiri mendekati mereka, lalu berjalan bersama-sama dengan mereka.

24:16 Tetapi ada sesuatu yang menghalangi mata mereka, sehingga mereka tidak dapat mengenal Dia.

24:17 Yesus berkata kepada mereka: “Apakah yang kamu percakapkan sementara kamu berjalan?” Maka berhentilah mereka dengan muka muram.

24:18 Seorang dari mereka, namanya Kleopas, menjawab-Nya: “Adakah Engkau satu-satunya orang asing di Yerusalem, yang tidak tahu apa yang terjadi di situ pada hari-hari belakangan ini?”

24:19 Kata-Nya kepada mereka: “Apakah itu?” Jawab mereka: “Apa yang terjadi dengan Yesus orang Nazaret. Dia adalah seorang nabi, yang berkuasa dalam pekerjaan dan perkataan di hadapan Allah dan di depan seluruh bangsa kami.

24:20 Tetapi imam-imam kepala dan pemimpin-pemimpin kami telah menyerahkan Dia untuk dihukum mati dan mereka telah menyalibkan-Nya.

24:21 Padahal kami dahulu mengharapkan, bahwa Dialah yang datang untuk membebaskan bangsa Israel. Tetapi sementara itu telah lewat tiga hari, sejak semuanya itu terjadi.

24:22 Tetapi beberapa perempuan dari kalangan kami telah mengejutkan kami: Pagi-pagi buta mereka telah pergi ke kubur,

24:23 dan tidak menemukan mayat-Nya. Lalu mereka datang dengan berita, bahwa telah kelihatan kepada mereka malaikat-malaikat, yang mengatakan, bahwa Ia hidup.

24:24 Dan beberapa teman kami telah pergi ke kubur itu dan mendapati, bahwa memang benar yang dikatakan perempuan-perempuan itu, tetapi Dia tidak mereka lihat.”

24:25 Lalu Ia berkata kepada mereka: “Hai kamu orang bodoh, betapa lambannya hatimu, sehingga kamu tidak percaya segala sesuatu, yang telah dikatakan para nabi!

JADI LENGKAP

Kado ulang tahun itu datang terlambat dua bulan, tetapi maknanya tidak berkurang. Seorang kawan yang bekerja di AS mengirimi saya CD Messiah, oratorium dalam tiga bagian karya George Frideric Handel. Sebuah rekaman lengkap karya musik sepanjang hampir dua setengah jam yang menuturkan nubuatan tentang kedatangan Kristus serta kehidupan, kematian, kebangkitan, dan kemuliaan-Nya. Sebelumnya saya hanya mendengar cuplikan-cuplikannya, terutama chorus Hallelujah yang termashyur itu. Kini saya dapat mengapresiasi keseluruhan karya itu secara utuh. Sungguh indah!

Para murid sudah bersama-sama dengan Yesus selama tiga tahun. Namun, mereka belum mengenal Guru mereka secara utuh, bahkan tidak memahami misi-Nya datang ke dunia ini. Begitu juga dengan dua orang murid yang berjalan ke Emaus setelah penyaliban Yesus ini. Yesus yang telah bangkit secara khusus mendatangi mereka, menjelaskan Mesias seperti yang terurai dalam Perjanjian Lama (PL). Penjelasan Yesus itu mengobarkan hati mereka, melengkapkan pemahaman mereka, dan meneguhkan iman mereka.

Dengan demikian, sangat vital bagi kita untuk mengenal Yesus Kristus secara lengkap. Tanpa PL, pemahaman kita akan Yesus seperti cuplikan oratorium yang tidak utuh. Dari catatan PL, kita menemukan kesaksian tentang bagaimana Allah mempersiapkan kedatangan-Nya. Dari situ kita dapat memahami akar dan latar belakang sosok Mesias: bahwa Dia bukan Juru Selamat yang muncul tiba-tiba dari ruang hampa.

Jadi, kita perlu meluangkan waktu untuk mempelajari PL jika ingin semakin bertumbuh di dalam pengenalan akan Kristus –ARS

TANPA MEMAHAMI PERJANJIAN LAMA, KITA TIDAK AKAN MEMAHAMI

MISI KEDATANGAN YESUS KRISTUS DALAM PERJANJIAN BARU

Sumber : www.sabda.org

Iklan