BERSIH TANGANNYA

Selasa, 29 Desember 2009

Bacaan : Mazmur 24

24:1. Mazmur Daud. Tuhanlah yang empunya bumi serta segala isinya, dan dunia serta yang diam di dalamnya.

24:2 Sebab Dialah yang mendasarkannya di atas lautan dan menegakkannya di atas sungai-sungai.

24:3. “Siapakah yang boleh naik ke atas gunung TUHAN? Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus?”

24:4 “Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan dirinya kepada penipuan, dan yang tidak bersumpah palsu.

24:5 Dialah yang akan menerima berkat dari TUHAN dan keadilan dari Allah yang menyelamatkan dia.

24:6 Itulah angkatan orang-orang yang menanyakan Dia, yang mencari wajah-Mu, ya Allah Yakub.” Sela

24:7. Angkatlah kepalamu, hai pintu-pintu gerbang, dan terangkatlah kamu, hai pintu-pintu yang berabad-abad, supaya masuk Raja Kemuliaan!

24:8 “Siapakah itu Raja Kemuliaan?” “TUHAN, jaya dan perkasa, TUHAN, perkasa dalam peperangan!”

24:9 Angkatlah kepalamu, hai pintu-pintu gerbang, dan terangkatlah kamu, hai pintu-pintu yang berabad-abad, supaya masuk Raja Kemuliaan!

24:10 “Siapakah Dia itu Raja Kemuliaan?” “TUHAN semesta alam, Dialah Raja Kemuliaan!” Sela

BERSIH TANGANNYA

Pada hari Pemilu Presiden Juli 2009 lalu, saya menerima beberapa SMS. Isinya menuduh calon presiden tertentu berniat jahat terhadap umat kristiani, sehingga umat dihimbau tidak memilihnya. Tidak jelas dari mana asalnya berita itu. Yang jelas, SMS itu telah menjadi pesan berantai yang diteruskan ke mana-mana, tanpa diteliti dulu kebenarannya. Teknologi SMS memudahkan orang menyebarluaskan berita dengan cepat ke banyak orang, cukup dengan menekan tombol “send”. Orang tidak sadar bahwa ketika ia meneruskan pesan berisi fitnah, ia pun masuk dalam jaringan pemfitnah!

Menipu dan memfitnah adalah persoalan serius di mata Tuhan. Di Mazmur 24, pemazmur bertanya: “Siapakah yang boleh naik ke atas gunung Tuhan?” Gunung Tuhan adalah Bukit Sion, sebuah bukit di Yerusalem tempat Bait Allah berdiri. Lokasi ini dipandang sangat kudus, sebab kehadiran Tuhan nyata disana. Maka, tidak semua orang boleh naik ke situ untuk mendekati Tuhan dan menikmati hadirat-Nya. Hanya “orang yang bersih tangannya dan murni hatinya” (ayat 4). Bersih tangannya berarti tidak melakukan perbuatan yang merugikan orang lain. Tidak menipu dan memfitnah. Sedang murni hatinya berarti tulus. Tidak memakai intrik untuk menjatuhkan sesama. Itulah syarat untuk mendekat dan menerima berkat serta keadilan Allah (ayat 5).

Penipuan dan fitnah bisa terjadi lewat gosip dari mulut ke mulut, lewat SMS, e-mail, maupun internet. Waspadalah! Jagalah agar tangan dan hati kita selalu bersih, dengan tidak menyebarkan pesan yang belum jelas kebenarannya. Keakraban kita dengan Tuhan terkait erat dengan perbuatan dan hati yang bersih –JTI

TANPA KEMURNIAN DALAM KATA DAN PERBUATAN

TIDAK DAPAT KITA MENDEKAT PADA TUHAN

Sumber : www.sabda.org

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: