NIKMATNYA MENUNDA

Jumat, 12 Februari 2010

Bacaan : Kolose 3:22-4:6

3:22 Hai hamba-hamba, taatilah tuanmu yang di dunia ini dalam segala hal, jangan hanya di hadapan mereka saja untuk menyenangkan mereka, melainkan dengan tulus hati karena takut akan Tuhan.

3:23 Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.

3:24 Kamu tahu, bahwa dari Tuhanlah kamu akan menerima bagian yang ditentukan bagimu sebagai upah. Kristus adalah tuan dan kamu hamba-Nya.

3:25 Barangsiapa berbuat kesalahan, ia akan menanggung kesalahannya itu, karena Tuhan tidak memandang orang.

4:1. Hai tuan-tuan, berlakulah adil dan jujur terhadap hambamu; ingatlah, kamu juga mempunyai tuan di sorga.

4:2. Bertekunlah dalam doa dan dalam pada itu berjaga-jagalah sambil mengucap syukur.

4:3 Berdoa jugalah untuk kami, supaya Allah membuka pintu untuk pemberitaan kami, sehingga kami dapat berbicara tentang rahasia Kristus, yang karenanya aku dipenjarakan.

4:4 Dengan demikian aku dapat menyatakannya, sebagaimana seharusnya.

4:5. Hiduplah dengan penuh hikmat terhadap orang-orang luar, pergunakanlah waktu yang ada.

4:6 Hendaklah kata-katamu senantiasa penuh kasih, jangan hambar, sehingga kamu tahu, bagaimana kamu harus memberi jawab kepada setiap orang.

NIKMATNYA MENUNDA

Suatu sore saya berniat mengerjakan tugas untuk esok hari, dengan segera. Namun, ketika melihat sebungkus kacang kulit, saya menyempatkan diri untuk duduk menikmatinya — hingga habis. Setelah itu saya menonton film bagus di televisi. Ketika melihat jam, sudah waktunya makan malam. Selesai makan malam, seorang teman datang bertamu! Selanjutnya bisa ditebak: saya mengantuk. Maka, saya memutuskan untuk tidur dan mengerjakan tugas itu dengan setengah mati pada dini hari. Sebenarnya tugas itu tidak berat, tetapi terasa begitu berat karena saya menundanya! Menunda itu nikmat. Selagi bisa menghindar, kita cenderung menunda pekerjaan. Padahal menunda kerja berarti menambah persoalan!

Firman Tuhan mengingatkan bahwa apa pun yang menjadi tugas kita, harus dilakukan dengan segenap hati (3:23). Dalam kata ini terkandung sikap melakukan sesuatu dengan segera, bersemangat, serius, tekun, tidak main-main, dan tidak menunda-nunda. Ketika Tuhan memercayakan pekerjaan dan memberi waktu bagi kita untuk menyelesaikannya, Dia ingin kita melakukannya dengan sungguh-sungguh. Apalagi firman Tuhan meminta kita untuk bijak mempergunakan waktu yang ada (4:5), sebab waktu yang kita pakai untuk menunda sesuatu, takkan kembali. Akibatnya, kita yang rugi.

Apakah Anda memiliki kebiasaan menunda? Belum terlambat untuk berubah! Mulai hari ini, lakukanlah segala pekerjaan dengan semangat, segera, tanpa menunda. Jika kita tidak menunda, kita dapat mengerjakannya tanpa terburu-buru. Mari manfaatkan setiap waktu dengan maksimal. Dan kita percaya, Tuhan akan menyempurnakan karya kita –HA

JANGAN MENUNDA UNTUK MELAKUKAN

APA YANG BISA ANDA LAKUKAN HARI INI

Sumber : www.sabda.org

Iklan