Kesatuan (Bagian Kedua)

PESAN GEMBALA

21 FEBRUARI 2010

EDISI 114 TAHUN 3

Shalom, Salam Miracle…

Dalam pencapaian “The Golden Years” bagi kita semua, salah satu faktor yang menentukan adalah kesatuan. Ulangan 32:30, “Satu orang akan mengejar seribu orang, dan dua orang akan membuat sepuluh ribu orang lari”. Ada kuasa yang luar biasa tatkala dua orang bekerjasama secara harmonis, daripada saling menentang. “Jika dua orang daripadamu di dunia ini sepakat meminta apapun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di Sorga” (Matius 18:19).

Di dalam Kejadian 11:6, manusia memiliki satu bahasa dan satu tujuan. Karena itu Tuhan mendeklarasikan: “sekarang apapun juga yang mereka rencanakan, tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana.” Allah benar-benar mengerti akan kuasa kesatuan, namun setanpun juga tahu akan hal itu, sehingga memiliki keinginan untuk memecah belah dan menaklukkan umat Tuhan.

Kesatuan dalam Gereja dimulai dari kesatuan pribadi-pribadi di keluarga-keluarga. Gereja itu adalah kumpulan dari keluarga-keluarga. Kesatuan adalah sebuah pesan yang ada di hati Allah. Kristus berkata:”… setiap rumah tangga yang terpecah-pecah tidak dapat bertahan”.

Semua problem masa kini berasal dari rumah tangga. Allah ingin melawat rumah tangga kita. Ada gerakan-gerakan Roh yang terbatas di dalam Gereja yang disebabkan karena kondisi-kondisi di dalam keluarga-keluarga. Perasaan yang tersinggung, konflik yang belum terpecahkan, dan lain sebagainya.

Ada empat tingkatan KESATUAN

  1. KESATUAN ROH (Efesus 4:1-3)
  2. KESATUAN DI DALAM KITA (Mazmur 86:11)
  3. KESATUAN IMAN (Efesus 4:11-13)

Kesatuan iman membutuhkan suatu tingkat kedewasaan yang lebih tinggi dibandingkan dengan kesatuan Roh. Memang sudah baik kita semua denominasi dapat menyembah bersama-sama, tetapi lebih baik lagi kalau mereka setuju dalam hal kepercayaan-kepercayaan umum mereka (I Korintus 1:10). Kesatuan iman adalah kemampuan untuk setuju sepenuhnya dalam semua kebenaran utama dalam kekristenan. Ini menuntut adanya penyerahan opini-opini kita kepada Allah. Musuh terbesar dari kesatuan adalah pikiran-pikiran alami. Dinding-dinding yang memisahkan manusia terdapat di dalam pikiran dan hati mereka.

  1. KESATUAN SAUDARA SEIMAN (Mazmur 133:1-3)

“Lihat, alangkah baiknya dan menyenangkannya apabila saudara-saudara seiman diam bersama dalam kesatuan”. Kesatuan yang indah ini disamakan dengan minyak urapan yang mengalir turun dari kepala Harun kepada jubahnya. Agar kita dapat menghargai makna dari minyak urapan yang spesial ini, perlu bagi kita untuk mempelajari bahan-bahan dasar dari minyak urapan ini, dan arti rohaninya. Ini ditemukan di dalam Keluaran 30:22-25. Ada sembilan tumbuhan yang tercantum dalam Kidung Agung yang berhubungan dengan kesembilan buah-buah Roh di dalam Galatia 5.

Delima                  : kasih

Bunga Pacar       : sukacita

Narwastu             : damai sejahtera

Kunyit                   : kesabaran

Tebu                       : kemurahan

Kayu manis         : kebaikan

Kemenyan           : Kesetiaan / iman

Mur                        : Kelemahlembutan

Gaharu                 : penguasaan diri

Hati yang remuk, hati yang lunak, belas kasihan, pengertian, dan damai sejahtera semua dibutuhkan untuk mewujudkan kesatuan. Ini adalah kekristenan dan kedewasaan yang sejati, ketika kita umat-Nya dapat memiliki kecocokan dalam tingkat kesatuan ini dan memiliki belas kasihan satu terhadap yang lain. Ke tempat inilah Tuhan memerintahkan berkat dan kehidupan sampai selama-lamanya. Inilah tujuan utama dari kekristenan. Kasih adalah pengikat yang menyempurnakan. Kolose 3:14 “dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.”

Empat cara kita membuktikan Kasih kita kepada Allah:

  1. dengan menantikan Tuhan (Yes 64:4)
  2. dengan menggembalakan domba-domba-Nya (Yoh 21:15-17)
  3. dengan memelihara perintah-perintah-Nya (Yoh 14:15)
  4. dengan mengasihi saudara-saudara seiman (I Tim 5:10)

Tuhan Yesus memberkati kita semua..amien

Gembala Sidang,

Pdt. Ir. Joko Susanto, MA

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: