TERLALU MULUK?

Kamis, 25 Februari 2010

Bacaan : Yohanes 3:16-18

3:16 Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

3:17 Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia.

3:18 Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah.

TERLALU MULUK?

Sebuah lembaga keuangan di negeri kita mengiklankan dirinya: “Mengatasi Masalah Tanpa Masalah.” Betapa baiknya jika ada lembaga keuangan yang sanggup menolong kita mengatasi masalah keuangan, tanpa disertai berbagai masalah sampingan. Namun kalau tidak, pernyataan itu menjadi janji yang terlalu muluk.

Berita Injil sejatinya penuh dengan pernyataan-pernyataan yang terdengar “terlalu muluk”, tetapi sekaligus sangat indah. Ketika membacanya, kita diperhadapkan pada dua alternatif saja: pernyataan itu mutlak benar atau pernyataan itu hanya dusta besar. Nas hari ini, misalnya. Benarkah ayat itu menyatakan “setiap orang”? Benarkah undangan untuk percaya itu berlaku bagi siapa saja? Tidak ada pengecualian?

Apabila kelompok tertentu, atau bahkan satu orang saja, ada yang terkecualikan, maka ayat tadi hanyalah kata-kata manis tanpa substansi. Sebaliknya jika pernyataan itu benar, maka setiap orang — siapa saja, dari presiden sampai pengemis, dari Hitler sampai Ibu Teresa, dari orang kulit putih sampai orang kulit legam, dari anak kecil sampai orang yang sudah sangat tua — sungguh-sungguh mendapatkan kesempatan yang sama untuk menanggapi undangan radikal tersebut.

Syukurlah, berita Injil dari Tuhan kita bukan sekadar iklan, melainkan kebenaran. Siapa saja kita, apa pun latar belakang kita, bagaimanapun kondisi kita, di mana pun kita berada, kapan saja — undangan untuk percaya dan beroleh hidup kekal itu berlaku bagi setiap orang. Setiap orang! Maukah kita menerima undangan itu? –ARS

KARENA BERITA INJIL ITU KEBENARAN

PILIHAN TANGGAPAN KITA HANYA MENOLAK ATAU MENERIMANYA

Sumber : www.sabda.org