SPEKTAKULER

Senin, 22 Maret 2010

Bacaan : Yohanes 12:12-19

12:12. Keesokan harinya ketika orang banyak yang datang merayakan pesta mendengar, bahwa Yesus sedang di tengah jalan menuju Yerusalem,

12:13 mereka mengambil daun-daun palem, dan pergi menyongsong Dia sambil berseru-seru: “Hosana! Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan, Raja Israel!”

12:14 Yesus menemukan seekor keledai muda lalu Ia naik ke atasnya, seperti ada tertulis:

12:15 “Jangan takut, hai puteri Sion, lihatlah, Rajamu datang, duduk di atas seekor anak keledai.”

12:16 Mula-mula murid-murid Yesus tidak mengerti akan hal itu, tetapi sesudah Yesus dimuliakan, teringatlah mereka, bahwa nas itu mengenai Dia, dan bahwa mereka telah melakukannya juga untuk Dia.

12:17 Orang banyak yang bersama-sama dengan Dia ketika Ia memanggil Lazarus keluar dari kubur dan membangkitkannya dari antara orang mati, memberi kesaksian tentang Dia.

12:18 Sebab itu orang banyak itu pergi menyongsong Dia, karena mereka mendengar, bahwa Ia yang membuat mujizat itu.

12:19 Maka kata orang-orang Farisi seorang kepada yang lain: “Kamu lihat sendiri, bahwa kamu sama sekali tidak berhasil, lihatlah, seluruh dunia datang mengikuti Dia.”

SPEKTAKULER

Olimpiade ke-29 dibuka di Beijing, Cina, 8 Agustus 2008, jam 8.08 waktu setempat. Sekitar 90.000 penonton yang hadir di Stadion Bird Nest dan empat miliar pasang mata di seluruh dunia yang menyaksikan lewat televisi, dibuat terpukau dengan atraksi pembukaan berbiaya hingga US miliar itu. Esok harinya headline surat kabar di seluruh dunia memuji pesta akbar pembukaan yang disebut-sebut terhebat sepanjang sejarah Olimpiade. Pujian tak pelak diberikan pada panitia penyelenggara. Satu kata yang bisa menggambarkannya: spektakuler.

Kejadian spektakuler memang mengagumkan. Orang akan dibuat kagum ketika sesuatu yang tidak terpikirkan akal, tidak pernah terbayangkan, tidak pernah diduga, terjadi. Kejadian seperti ini biasanya akan menyebar dengan cepat menjadi buah bibir. Itulah yang dialami oleh Tuhan Yesus sesaat ketika Dia memasuki Yerusalem. Orang banyak itu telah menyaksikan kejadian “spektakuler” yang Tuhan Yesus buat; orang buta melihat, orang sakit disembuhkan, orang mati dibangkitkan, orang lumpuh berjalan.

Itu sebabnya Yesus bukannya senang, tetapi justru menangisinya (Lukas 19:41). Dia tidak ingin orang-orang mengikut Dia karena kejadian spektakuler. Maka, Dia kerap berpesan kepada orang-orang yang melihat mukjizat-Nya, supaya mereka tidak bercerita kepada siapa-siapa (Markus 7:36, Matius 9:30, Lukas 8:56). Dia ingin orang mengikut Dia dengan tulus hati. Dia tahu, iman yang berpangkal pada kejadian spektakuler itu sangat rapuh. Buktinya orang banyak di Yerusalem itu; hari ini mereka mengelu-elukan Dia, beberapa hari kemudian mereka berteriak, “Salibkan Dia! Salibkan Dia!”-AYA

DASARKAN IMAN BUKAN PADA KEJADIAN DI LUAR DIRI

TETAPI PADA KASIH DAN KETULUSAN DI DALAM HATI

Sumber : http://www.sabda.org


Iklan