BOPENG BOLA GOLF

Rabu, 24 Maret 2010

Bacaan : Mazmur 107:1-9

107:1. Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.

107:2 Biarlah itu dikatakan orang-orang yang ditebus TUHAN, yang ditebus-Nya dari kuasa yang menyesakkan,

107:3 yang dikumpulkan-Nya dari negeri-negeri, dari timur dan dari barat, dari utara dan dari selatan.

107:4 Ada orang-orang yang mengembara di padang belantara, jalan ke kota tempat kediaman orang tidak mereka temukan;

107:5 mereka lapar dan haus, jiwa mereka lemah lesu di dalam diri mereka.

107:6 Maka berseru-serulah mereka kepada TUHAN dalam kesesakan mereka, dan dilepaskan-Nya mereka dari kecemasan mereka.

107:7 Dibawa-Nya mereka menempuh jalan yang lurus, sehingga sampai ke kota tempat kediaman orang.

107:8 Biarlah mereka bersyukur kepada TUHAN karena kasih setia-Nya, karena perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib terhadap anak-anak manusia,

107:9 sebab dipuaskan-Nya jiwa yang dahaga, dan jiwa yang lapar dikenyangkan-Nya dengan kebaikan.

BOPENG BOLA GOLF

Pernahkah Anda memperhatikan bola golf? Bola itu tidak bulat mulus. Ada lubang-lubang kecil di permukaannya seperti bopeng bekas kena cacar pada wajah. Kelihatannya tidak elok, ya? Nyatanya, tampang jelek itu ada maksudnya. Menurut perancang bola golf, bola kecil yang bulat sempurna hanya akan terlontar paling jauh sekitar 119 meter. Bola serupa dengan lubang-lubang yang sesuai dapat mencapai dua kali lipat jarak itu! Bopeng tadi berguna untuk mengurangi daya tangkis udara dan memampukan bola golf meluncur lebih jauh.

Kehidupan kita juga “berlubang-lubang”. Kita memiliki cacat bawaan dari lahir, bergumul dengan kelemahan tertentu, atau melewati pengalaman menyakitkan yang meninggalkan luka batin. Allah mengizinkan hal semacam itu terjadi, namun Dia tidak berdiam diri. Apabila kita berseru kepada-Nya, maka Allah, yang “turut bekerja dalam segala sesuatu,” sanggup memulihkan kita. Selanjutnya Dia akan mengubah hal itu menjadi kekuatan untuk melayani.

Peristiwa seperti itu dapat menambahkan kepekaan, belas kasihan, dan pengertian kita dalam menghadapi masalah orang lain. Misalnya, sebagai anak Anda diperlakukan secara kasar. Keadaan itu pasti menyakitkan, dan Allah tidak menghendakinya. Namun, karena Anda pernah mengalaminya, dan Anda telah mengalami pemulihan oleh anugerah Tuhan, kini Anda dapat memahami dengan lebih baik kondisi seorang anak yang diperlakukan secara kasar dan Anda dapat membantunya mengatasi hal itu, dengan cara yang tepat. Pengalaman buruk kita pun diubah-Nya menjadi berkat bagi orang lain. Indah, bukan? -ARS

PENGALAMAN BURUK + CAMPUR TANGAN TUHAN =

KEKUATAN UNTUK MELAYANI

Sumber : http://www.sabda.org


Iklan