DOA SEPAKAT

Pesan Gembala

28 Maret 2010

Edisi 119 Tahun 03

DOA SEPAKAT

Jemaat Tuhan di Bethany yang diberkati. Dalam Matius 18, Yesus memberikan sebuah janji yang luar biasa kepada orang-orang percaya. Dia berkata: ”Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang daripadamu di dunia ini sepakat meminta apapun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh BapaKu yang di Sorga.” (Matius 18:19).

Doa yang sepakat itulah yang membuka sumber-sumber di Sorga. Yesus berkata bahwa kita dapat memiliki “apapun juga” bila kita sepakat/sehati dalam doa. Nampaknya tidak ada kualifikasi atau batasan bila kita sehati. Dan kita perlu mempelajari sifat doa yang sehati dan bagaimana menerapkannya. Seperti setiap prinsip yang Alkitabiah, adalah sangat penting bagi kita untuk memahami dan berpegang pada konteks yang ada.

Dalam bagian pertama dari ayat 18, Yesus berbicara mengenai kedudukan dalam Kerajaan Allah, batu-batu sandungan dan domba yang hilang. Dalam ayat 15-35, Yesus mengajar mengenai mendisiplin seorang saudara seiman dan pengampunan. Yesus berkata bahwa apabila seorang saudara seiman menolak koreksi, maka kesalahannya harus diteguhkan oleh dua atau tiga orang saksi (ayat 16). Bila tidak ada pertobatan, maka seluruh jemaat harus memberikan disiplin. Dalam konteks inilah Yesus berkata bahwa apapun yang kita ikat atau lepaskan di dunia juga akan terikat atau terlepas di Surga.

“Mengikat dan melepaskan” mencakup tiga bidang yang utama.

PERTAMA, penerapan otoritas rohani atas Setan dan kerajaannya.

KEDUA, mengikat dan melepaskan orang-orang dari dosa dan kesalahan. Kita bukanlah orang-orang yang mengampuni dosa; hanya Allah yang sanggup melakukan hal iu. Meskipun demikian, bila kita menolak memberikan/membebaskan orang-orang yang telah mengakui dosa-dosanya di hadapan Allah, maka masih ada belenggu yang berakibat pada kehidupan mereka. Kita harus memberikan pengampunan atau kelepasan, sehingga Petrus memberikan pertanyaan “sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku?”

KETIGA, mengikat dan melepaskan akan mencakup jawaban atas doa. Selanjutnya Tuhan Yesus berbicara demikian: “Jika dua orang daripadamu sepakat”. Kesehatian atau kesepakatan menghasilkan jawaban atas doa yang kita naikkan, kita harus belajar sehati. Perjanjian baru memakai beberapa istilah/kata dalam bahasa Yunani bagi kata SEPAKAT.

Dalam Matius 5:25, kita disuruh untuk bedamai dengan musuh kita segera. Dalam bahasa Yunani-nya adalah EUNOEO yang artinya rekonsiliasi. Dalam I Yohanes 5:8 kita diberitahu baha Roh dan Air dan Darah. Kata Yunani-nya disini adalah EKSIS dan itu digunakan untuk menegaskan. Dalam Kisah para Rasul 15:5 kita diberitahu bahwa “perkataan para nabi sesuai satu sama lain”. Konkordasi Strong mendefinisikan kata SUMPHONEO sebagai “menjadi harmonis”. Kata yang sama digunakan dalam Matius 18:19 . Kata SUMPHONEO berasal dari kata SUM yang merupakan kata depan yang berarti bersatu dengan, dan kata PHONE yang artinya mengartikulasikan sebuah nada atau suara. Bila digabungkan kedua kata tersebut maka berkembang menjadi kata simponi yang artinya sebuah kesatuan suara yang muncul dalam dalam simponi yang sempurna.

Doa sepakat adalah kesehatian yang sempurna antara hati, kerinduan, harapan dan suara dua orang atau lebih yang sedang berdoa (dikutip dari Clarke Commentary). Selanjutnya Clarke mengatakan seperti beberapa alat musik yang dimainkan dengan penuh keahlian sangat menyukakan hati manusia. Demikian pula doa umat Allah yang harmonis menyukakan hati Tuhan. Sebuah simponi terdiri dari berbagai macam alat musik, masing-masing alat musik memiliki ciri khas dan unik, memiliki karakteristik dan suara. Meskipun demikian bila dimainkan dengan selaras maka menghasilkan musik yang indah.

Doa sepakat adalah perpaduan individu-individu yang unik dengan sebuah tujuan yang sama dalam kesatuan Roh. Jadi dibutuhkan dua orang percaya atau lebih untuk menaikkan doa sepakat. Seorang percaya tidak dapat sepakat dengan orang yang belum percaya kecuali itu adalah doa untuk keselamatan orang yang belum percaya itu. Namun bila dua atau tiga orang yang adalah umat Allah, masing-masing mengijinkan pikiran Kristus dan sifat-Nya menguasai mereka, menaikkan doa sepakat , terjadi sesuatu..!!!

Siapakah yang lebih bisa sehati, dibandingkan sepasang suami istri? Di dalam Kristus mereka menjadi satu, bukan hanya secara fisik namun juga di dalam Roh. Jemaat dan kelompok-kelompok kecil dapat menaikkan doa sepakat, namun mereka jarang bisa menandingi kesehatian sepasang suami istri Kristen yang komit. Itulah sebabnya mengapa begitu penting bagi suami istri Kristen untuk berdoa bersama. Doa mereka yang sehati dapat memindahkan gunung. Meskipun demikian mereka tetap harus memerlukan latihan bersama, sebab dengan latihan bisa membawa mereka menjadi lebih baik.

Allah sedang memulihkan doa di dalam gereja. Doa adalah alat yang penuh kuasa yang tersedia bagi kita orang percaya.

Tuhan Yesus memberkati kita semua…Amien

Gembala Sidang

Pdt. Ir. Joko Susanto, MA

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: