MANIS BUKAN?

Rabu, 31 Maret 2010

Bacaan : Mazmur 21:1-14

21:1. Untuk pemimpin biduan. Mazmur Daud. (21-2) TUHAN, karena kuasa-Mulah raja bersukacita; betapa besar kegirangannya karena kemenangan yang dari pada-Mu!

21:2 (21-3) Apa yang menjadi keinginan hatinya telah Kaukaruniakan kepadanya, dan permintaan bibirnya tidak Kautolak. Sela

21:3 (21-4) Sebab Engkau menyambut dia dengan berkat melimpah; Engkau menaruh mahkota dari emas tua di atas kepalanya.

21:4 (21-5) Hidup dimintanya dari pada-Mu; Engkau memberikannya kepadanya, dan umur panjang untuk seterusnya dan selama-lamanya.

21:5 (21-6) Besar kemuliaannya karena kemenangan yang dari pada-Mu; keagungan dan semarak telah Kaukaruniakan kepadanya.

21:6 (21-7) Ya, Engkau membuat dia menjadi berkat untuk seterusnya; Engkau memenuhi dia dengan sukacita di hadapan-Mu.

21:7. (21-8) Sebab raja percaya kepada TUHAN, dan karena kasih setia Yang Mahatinggi ia tidak goyang.

21:8 (21-9) Tangan-Mu akan menjangkau semua musuh-Mu; tangan kanan-Mu akan menjangkau orang-orang yang membenci Engkau.

21:9 (21-10) Engkau akan membuat mereka seperti perapian yang menyala-nyala, pada waktu Engkau menampakkan Diri, ya TUHAN. Murka TUHAN akan menelan mereka, dan api akan memakan mereka.

21:10 (21-11) Keturunan mereka akan Kaubinasakan dari muka bumi, dan anak cucu mereka dari antara anak-anak manusia.

21:11 (21-12) Apabila mereka hendak mendatangkan malapetaka atasmu, merancangkan tipu muslihat, mereka tidak berdaya.

21:12 (21-13) Ya, Engkau akan membuat mereka melarikan diri, dengan tali busur-Mu Engkau membidik muka mereka.

21:13 (21-14) Bangkitlah, ya TUHAN, di dalam kuasa-Mu! Kami mau menyanyikan dan memazmurkan keperkasaan-Mu.

MANIS BUKAN?

Seorang bayi bernama Henry Michael dilahirkan melalui operasi caesar di Wisconsin, Amerika pada tanggal 09/09/09 pukul 09.09 pagi dengan berat badan 9 pon plus 9 ons. Manis, bukan? Apakah ini suatu kebetulan saja? Ya dan tidak. Hari dan jam operasi telah ditentukan oleh orangtuanya. Hal berat badannya adalah soal lain. Peristiwa unik ini terjadi karena bentuk kerja sama rencana manusia dan anugerah Allah.

Kerja sama semacam inilah yang dilihat oleh sang pemazmur. Semua hal baik yang diberikan kepada sang raja bukan sesuatu yang jatuh dari langit, tetapi karena dua hal. Pertama, “Sebab raja percaya kepada Tuhan” (ayat 8). Kedua, “karena kasih setia Yang Mahatinggi ia tidak goyang” (ayat 8). Kata percaya yang dipakai di sini adalah batach, yang artinya memercayakan diri dan merasa aman, mantap. Kita akan merasa aman kalau kita tahu siapa yang melindungi kita, atau di mana kita berlindung.

Sang Raja memercayakan dirinya pada tempat yang tepat, yakni pada kasih setia Tuhan, bahkan dalam situasi di mana musuh dan orang yang membenci Tuhan selalu mengancam (ayat 9). Dan sama seperti sang Raja, kita juga akan merasa sukacita dan kegirangan, jika tahu pasti di mana dan kepada siapa kita memercayakan diri (ayat 2).

Tuhan tidak memanjakan umat-Nya. Dia memanggil kita dalam sebuah kerja sama, dari pihak-Nya, Tuhan akan senantiasa setia dan tidak berubah. Dan dari pihak kita, Dia meminta iman yang teguh; teguh dalam badai, teguh dalam proses penantian. Manis bukan? -DKL

ORANG YANG BERMENTAL MANJA TIDAK AKAN MENDAPAT

RUANG GERAK DALAM PERTUMBUHAN HIDUP ROHANI

Sumber : http://www.sabda.org

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: