BATU LEBIH DULU

Senin, 12 April 2010

Bacaan : 2 Tawarikh 1:1-13

1:1. Salomo, anak Daud, menjadi kuat dalam kedudukannya sebagai raja; TUHAN, Allahnya, menyertai dia dan menjadikan kekuasaannya luar biasa besarnya.

1:2 Salomo memberi perintah kepada seluruh Israel, kepada kepala-kepala pasukan seribu dan pasukan seratus, kepada para hakim dan kepada semua pemimpin di seluruh Israel, yakni para kepala puak.

1:3 Lalu pergilah Salomo bersama-sama dengan segenap jemaah itu ke bukit pengorbanan yang di Gibeon, sebab di situlah Kemah Pertemuan Allah yang dibuat Musa, hamba TUHAN itu, di padang gurun.

1:4 –Tetapi Daud telah mengangkut tabut Allah dari Kiryat-Yearim ke tempat yang disiapkannya bagi tabut itu, –sebab ia telah memasang kemah untuk tabut itu di Yerusalem.

1:5 Namun mezbah tembaga yang dibuat Bezaleel bin Uri bin Hur masih ada di sana di depan Kemah Suci TUHAN. Maka ke sanalah Salomo dan jemaah itu meminta petunjuk TUHAN.

1:6 Salomo mempersembahkan korban di sana di hadapan TUHAN di atas mezbah tembaga yang di depan Kemah Pertemuan itu; ia mempersembahkan seribu korban bakaran di atasnya.

1:7 Pada malam itu juga Allah menampakkan diri kepada Salomo dan berfirman kepadanya: “Mintalah apa yang hendak Kuberikan kepadamu.”

1:8 Berkatalah Salomo kepada Allah: “Engkaulah yang telah menunjukkan kasih setia-Mu yang besar kepada Daud, ayahku, dan telah mengangkat aku menjadi raja menggantikan dia.

1:9 Maka sekarang, ya TUHAN Allah, tunjukkanlah keteguhan janji-Mu kepada Daud, ayahku, sebab Engkaulah yang telah mengangkat aku menjadi raja atas suatu bangsa yang banyaknya seperti debu tanah.

1:10 Berilah sekarang kepadaku hikmat dan pengertian, supaya aku dapat keluar dan masuk sebagai pemimpin bangsa ini, sebab siapakah yang dapat menghakimi umat-Mu yang besar ini?”

1:11 Berfirmanlah Allah kepada Salomo: “Oleh karena itu yang kauingini dan engkau tidak meminta kekayaan, harta benda, kemuliaan atau nyawa pembencimu, dan juga tidak meminta umur panjang, tetapi sebaliknya engkau meminta kebijaksanaan dan pengertian untuk dapat menghakimi umat-Ku yang atasnya Aku telah merajakan engkau,

1:12 maka kebijaksanaan dan pengertian itu diberikan kepadamu; selain itu Aku berikan kepadamu kekayaan, harta benda dan kemuliaan, sebagaimana belum pernah ada pada raja-raja sebelum engkau dan tidak akan ada pada raja-raja sesudah engkau.”

1:13. Lalu pulanglah Salomo dari bukit pengorbanan yang di Gibeon itu, dari depan Kemah Pertemuan, ke Yerusalem dan ia memerintah atas Israel.

BATU LEBIH DULU

Pernah Anda mencoba memadati ember plastik dengan batu dan pasir? Mana yang akan Anda masukkan dulu? Jika Anda memulai dengan mengisikan pasir, Anda akan segera kekurangan ruangan untuk memasukkan batu. Jika Anda memulai dengan mengisikan batu, Anda dapat memenuhi celah-celah di antaranya dengan pasir.

Semacam itulah penyusunan prioritas hidup. Jika kita mendahulukan hal-hal yang utama, kemungkinan besar kita masih memiliki waktu untuk hal-hal yang sekunder. Sebaliknya, jika waktu kita sudah tersita untuk hal-hal yang sekunder, tidak jarang hal yang utama malah tersisih.

Tuhan memberi Salomo kesempatan untuk mengajukan permintaan khusus. Sebagai raja Israel, apa kiranya yang ia inginkan? Secara bijaksana ia memilih meminta hikmat dan pengertian untuk memimpin bangsa yang besar itu. Tuhan berkenan atas permohonannya. Selain mengaruniakan hikmat dan pengertian, Tuhan masih memberinya bonus berupa kekayaan, harta benda, dan kemuliaan. Karena ia memilih yang utama, hal yang sekunder pun ditambahkan baginya. Coba bayangkan seandainya Salomo meminta kekayaan. Rasanya Tuhan tetap akan mengabulkan permintaan itu, tetapi belum tentu Dia memberikan bonus berupa hikmat dan pengertian.

Apakah hal yang utama dalam kehidupan Anda? Apakah Anda sudah menyusun prioritas secara benar dengan mendahulukan hal yang utama? Jika hidup Anda ternyata lebih banyak disibukkan oleh hal-hal sekunder, Anda perlu mengevaluasi dan menyusun ulang prioritas sebelum Anda menyesal karena kehilangan hal-hal yang penting dan berharga –ARS

MENGUTAMAKAN HAL YANG UTAMA

ADALAH KUNCI MENUJU KEHIDUPAN YANG BERMAKNA

Sumber : www.sabda.org

IBADAH YANG SEJATI

4 APRIL 2010

EDISI 120 TAHUN 03

PESAN GEMBALA

IBADAH YANG SEJATI

Shallom…salam miracle

Jemaat Bethany yang diberkati Tuhan, bulan April merupakan bulan yang sangat spesial bagi kita, sebab umat Kristen di seluruh dunia memperingati bagaimana pengorbanan Yesus Kristus yaitu dengan mati di kayu salib menebus dosa umat manusia. Dan akhirnya menunjukkan kepada kita semua yang percaya, bahwa Dia mengalami kemenangan atas maut melalui kuasa kebangkitan-Nya.

Natal memang penting dan baik dirayakan oleh orang percaya, namun Paskah sangat penting, karena memang kedatangan Tuhan membawa misi yang luar biasa ke dunia ini, yaitu pengorbanan diri-Nya untuk menunjukkan kasih-Nya kepada kita, tanpa penyaliban, kematian dan kebangkitan-Nya, sia-sialah kekristenan kita. Tuhan Yesus memulai ibadah yang baru dengan pengorbanan darah-Nya sendiri, sehingga sistem ibadah dalam Perjanjian Lama (PL) yang selalu ditandai dengan pengorbanan hewan, tidak perlu lagi dilakukan. Tetapi bukan berarti orang-orang percaya yang beribadah kepada Tuhan tidak perlu berkorban. Rasul Paulus dalam nasehatnya kepada jemaat yang ada di kota Roma (Roma 12:1) mengatakan:”…aku menasehatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itulah IBADAH mu yang sejati…”

Selain itu Paulus juga menunjukkan betapa kasih Allah itu melimpah kepada setiap orang percaya yang senantiasa mendukung dalam banyak hal pelayanan. Ada beberapa hal supaya kita memiliki ibadah yang berkenan kepada Tuhan :

1. Pekerjaan jangan mengganggu ibadah

    Keluaran 6:9 “lalu Musa mengatakan demikian kepada orang Israel, tetapi mereka tidak mendengarkan Musa KARENA MEREKA PUTUS ASA DAN KARENA PERBUDAKAN YANG BERAT…”. Kata perbudakan menunjukkan kepada pekerjaan yang sangat berat dan dengan paksa. Dalam kerja paksa yang dilakukan bangsa Israel, mereka ditarget untuk membuat batu bata dalam jumlah tertentu. Inilah yang membuat mereka berat untuk mendengarkan Firman Tuhan melalui hamba Tuhan. Di zaman sekarang banyak juga terjadi kepada orang Kristen dengan target tertentu dalam omset, hasil dan sebagainya, maka menghalangi untuk melakukan ibadah kepada Tuhan, apalagi seseorang yang bekerja pada tempat yang salah atau bukan bidangnya sehingga tidak mendatangkan sukacita dan tidak bisa berprestasi maksimal, akhirnya putus asa dan menjauh dari Tuhan. Untuk itu miliki pekerjaan yang senantiasa bisa mendukung kita dalam ibadah kepada Tuhan.

    2. Menikmati karya Tuhan lebih jauh

    Setelah seseorang menerima keselamatan, bukan berarti duduk menanti semua kegenapan janji Tuhan terjadi dalam hidupnya: ibadah ala kadarnya, membaca Alkitab kalau ada waktu senggang, berdoa hanya ketika menghadapi permasalahan, tetapi sekaranglah saatnya bagi kita semua untuk bertumbuh mengenal Tuhan dan rencana-Nya, mari kita semua berjalan bersama Tuhan sampai berhasil (makmur, kaya, sembuh, ekonomi baik) dan mengikut Tuhan sampai garis akhir.

    3. Beribadah dengan membawa seisi rumah

    Keselamatan adalah masalah pribadi masing-masing kepada Tuhan, bukan masalah komunal dengan Tuhan, sehingga satu keluarga tidak hanya diwakili oleh suami kepada kepala keluarga, atau isteri yang banyak waktu untuk beribadah sehingga mewakili suami atau anak-anak, atau anak-anak yang mewakili orang tuanya yang penting hadir diketahui gembala atau pengurus gereja. Mari kita semua membawa keluarga kita untuk memperoleh berkat, keberhasilan, dan keselamatan dari Tuhan.

    Selamat Paskah, Tuhan Yesus memberkati…

    Gembala Sidang

    Pdt. Ir. Joko Susanto, MA