KEBEBASAN FINANSIAL

Sabtu, 17 April 2010

Bacaan : Lukas 12:13-21

12:13. Seorang dari orang banyak itu berkata kepada Yesus: “Guru, katakanlah kepada saudaraku supaya ia berbagi warisan dengan aku.”

12:14 Tetapi Yesus berkata kepadanya: “Saudara, siapakah yang telah mengangkat Aku menjadi hakim atau pengantara atas kamu?”

12:15 Kata-Nya lagi kepada mereka: “Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu.”

12:16 Kemudian Ia mengatakan kepada mereka suatu perumpamaan, kata-Nya: “Ada seorang kaya, tanahnya berlimpah-limpah hasilnya.

12:17 Ia bertanya dalam hatinya: Apakah yang harus aku perbuat, sebab aku tidak mempunyai tempat di mana aku dapat menyimpan hasil tanahku.

12:18 Lalu katanya: Inilah yang akan aku perbuat; aku akan merombak lumbung-lumbungku dan aku akan mendirikan yang lebih besar dan aku akan menyimpan di dalamnya segala gandum dan barang-barangku.

12:19 Sesudah itu aku akan berkata kepada jiwaku: Jiwaku, ada padamu banyak barang, tertimbun untuk bertahun-tahun lamanya; beristirahatlah, makanlah, minumlah dan bersenang-senanglah!

12:20 Tetapi firman Allah kepadanya: Hai engkau orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu, dan apa yang telah kausediakan, untuk siapakah itu nanti?

12:21 Demikianlah jadinya dengan orang yang mengumpulkan harta bagi dirinya sendiri, jikalau ia tidak kaya di hadapan Allah.”

KEBEBASAN FINANSIAL

Suatu hari, saya berkesempatan berbincang-bincang dengan seorang agen keuangan. Ia menjelaskan tentang konsep kebebasan finansial dan tahap-tahap yang perlu saya ikuti agar dapat mencapainya. Konsep ini sendiri merujuk kepada keadaan ketika kita tidak lagi perlu bekerja mencari uang, karena jumlah harta yang kita miliki sudah lebih dari cukup untuk menafkahi kita seumur hidup. Tentu ini suatu keadaan yang diidam-idamkan oleh banyak orang. Namun, sebagai anak Tuhan kita mesti selalu ingat bahwa tiada sesuatu pun yang pasti di dunia ini, termasuk kekayaan. Jadi, kita perlu memegang perintah yang Yesus sampaikan dalam perikop hari ini.

Ada seorang yang kaya raya dan memiliki hasil panen yang berlimpah. Suatu saat ia mengamat-amati segala kekayaannya tersebut. Lalu ia merasa bahwa hidupnya sudah terjamin untuk bertahun-tahun ke depan. Ia sudah berhasil meraih kebebasan finansial! Tak perlu lagi bekerja keras; tinggal menikmati hidup. Namun, Tuhan menghardik orang ini dan mengingatkan bahwa rasa aman semacam itu tidak tepat. Sebab, tiada materi apa pun dapat menjamin masa depan.

Merencanakan masa depan secara finansial, baik dengan agen keuangan atau dilakukan sendiri, memang baik dan perlu. Namun, ingatlah bahwa banyak hal bisa terjadi dan menghancurkan segala rencana tersebut. Mungkin kecelakaan atau penyakit, bencana alam, krisis finansial, dan sebagainya. Karena itu, jangan sampai perencanaan tersebut kita jadikan sandaran hidup; menggantikan posisi Tuhan. Sebab hidup kita tidak bergantung pada kekayaan (ayat 15) –ALS

RENCANA FINANSIAL TIDAK BISA MENJAMIN MASA DEPAN

HANYA TUHAN YANG BISA

Sumber : www.sabda.org