Mengenali Musuh

Pesan Gembala

11 April 2010

Edisi 122 tahun 3

Mengenali Musuh

Shallom… Salam Miracle.

Jemaat Tuhan di gereja Bethany yang diberkati, Rasul Paulus mengatakan dalam Efesus 6:12 demikian “Perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di dunia.” Sedangkan rasul Paulus mengatakan dalam 1 Petrus 5:8 demikian: “Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya.

Sebagai orang percaya Tuhan, pasti kita tidak mencari musuh, tetapi selalu menghadapi oposisi. Hal ini disebabkan karema terang tidak dapat bersatu dengan gelap. Bila kita berada dalam terang akan menghadapi oposisi dari kegelapan, dan tidak bisa dalam zona netral atau di tengah-tengah antara terang dan kegelapan. Mau tidak mau, sadar atau tidak sadar, kita berada dalam medan peperangan. Dalam medan perang jika kita tidak menang kita menjadi pihak yang kalah. Mari kita perhatikan beberapa sikap/ pandangan orang percaya terhadap musuh.

PERTAMA, beranggapan bahwa musuh tidak ada dan peperangan rohani dalam kehidupan tidak pernah ada.

KEDUA, berangapan bahwa tidak perlu tahu musuh, yang penting bersandar pada Allah.

KETIGA, sangat tahu keberadaan musuh dan tanpa sadar lebih banyak membicarakan dan memikirkan musuh yang akhirnya membuatnya menjadi takut. Atau musuh menjadi BERHALA. Seharusnya orang percaya lebih banyak membicarakan Allah yang jauh lebih besar dan lebih dahsyat daripada membicarakan musuh. Semakin kita memposisikan Allah lebih sedikit daripada musuh, maka semakin mengalami ketakutan dan akhirnya kalah sebelum bertanding.

Rasul Paulus sudah mengingatkan bahwa “…sadar dan berjaga-jagalah…” dengan kesadaran itu Firman Tuhan mendorong dan menguatkan kita, kesadaran dalam mengerti dan mengetahui musuh kita tidak bermaksud untuk membuat kita takut, tetapi membuat kita berjaga-jaga dan menggunakan segenap senjata Allah dalam menghadapinya.

Iblis mempunyai banyak cara dan strategi (Pdt. Pondsius Takaliung, YPII, 1984), berikut daftar pekerjaan Iblis:

  1. Memperdayakan manusia dengan memutarbalikkan firman Allah (2 Korintus 11:3; Kejadan 3:1-5).
  2. Bertengkar dengan malaikat Mikhael tentang mayat Musa (Yudas 1:9).
  3. Mengelilingi dan menjelajahi bumi (Ayub 1:7).
  4. Mendatangkan orang-orang jahat, api dari langit, menggerakkan orang jahat, mendatangan angin ribut (Ayub 1:12-19).
  5. Mendatangkan penyakit yang keras (Ayub 2:6-7).
  6. Mencobai orang beriman (Matius 4:2).
  7. Merampas Firman Allah yang ditaburkan (Matius 13:19).
  8. Menaburkan orang jahat dimana-mana (Matius 13:38-39).
  9. Membelokkan seseorang dari jalan Tuhan (Matius 16:23).

10. Mendatangkan gangguan pada Tubuh (Lukas 22:31)

11. Masuk dalam hati manusia (Lukas 22:3)

12. Menampi murid Tuhan (Lukas 22:31).

13. Merasuk manusia (Yohanes 13:27).

14. Menguasai manusia untuk berdusta (Kisah 5:3).

15. Membinasakan tubuh manusia (I Korintus 5:5).

16. Menggoda suami istri (I Korintus 7:5).

17. Mencari keuntungan dalam kesedihan orang percaya (II Korintus 2:11).

18. Menyamar sebagai malaikat terang (II Korintus 11:14).

19. Mencegah maksud baik dari hamba Tuhan (I Tesalonika 2:18).

20. Berbuat baik, mujizat-mujizat palsu (II Tesalonika 2:9).

21. Menyesatkan janda-janda (I Timotius 5:15).

22. Menciptkan gereja sendiri (Wahtu 2:9).

23. Melemparkan orang beriman ke dalam penjara (Wahyu 2:10).

24. Menyesatkan dan mendakwa orang beriman (Wahyu 12:9-10).

25. Menggelapkan hati manusia untuk melihat kemuliaan Injil Kristus (II Korintus 4:4).

26. Berkuasa atas maut (Ibrani 2:14).

Oleh sebab itu seperti tertulis dalam I Petrus 5:9-11 menyatakan demikian: “Lawanlah dia dengan iman yang teguh, sebab kamu tahu, bahwa saudara-saudaramu di seluruh dunia menanggung penderitaan yang sama. Dan Allah, sumber segala kasih karunia, yang telah memanggil kamu dalam Kristus kepada kemuliaanNya yang kekal, akan melengkapi, mengeuhkan, menguatkan dan mengokohkan kamu, sesudah kamu menderita seketika lamanya. Ialah yang empunya kuasa sampai selama-lamanya! Amin.

Tuhan Yesus memberkati kita semua….

Gembala Sidang,

Pdt. Ir. Joko Susanto, MA

Iklan

TANGGA PIANO

Kamis, 22 April 2010

Bacaan : Nehemia 8:3-13

8:3 (8-4) Ia membacakan beberapa bagian dari pada kitab itu di halaman di depan pintu gerbang Air dari pagi sampai tengah hari di hadapan laki-laki dan perempuan dan semua orang yang dapat mengerti. Dengan penuh perhatian seluruh umat mendengarkan pembacaan kitab Taurat itu.

8:4 (8-5) Ezra, ahli kitab itu, berdiri di atas mimbar kayu yang dibuat untuk peristiwa itu. Di sisinya sebelah kanan berdiri Matica, Sema, Anaya, Uria, Hilkia dan Maaseya, sedang di sebelah kiri berdiri Pedaya, Misael, Malkia, Hasum, Hasbadana, Zakharia dan Mesulam.

8:5 (8-6) Ezra membuka kitab itu di depan mata seluruh umat, karena ia berdiri lebih tinggi dari semua orang itu. Pada waktu ia membuka kitab itu semua orang bangkit berdiri.

8:6 (8-7) Lalu Ezra memuji TUHAN, Allah yang maha besar, dan semua orang menyambut dengan: “Amin, amin!”, sambil mengangkat tangan. Kemudian mereka berlutut dan sujud menyembah kepada TUHAN dengan muka sampai ke tanah.

8:7 (8-8) Juga Yesua, Bani, Serebya, Yamin, Akub, Sabetai, Hodia, Maaseya, Kelita, Azarya, Yozabad, Hanan, Pelaya, yang adalah orang-orang Lewi, mengajarkan Taurat itu kepada orang-orang itu, sementara orang-orang itu berdiri di tempatnya.

8:8 (8-9) Bagian-bagian dari pada kitab itu, yakni Taurat Allah, dibacakan dengan jelas, dengan diberi keterangan-keterangan, sehingga pembacaan dimengerti.

8:9. (8-10) Lalu Nehemia, yakni kepala daerah itu, dan imam Ezra, ahli kitab itu, dan orang-orang Lewi yang mengajar orang-orang itu, berkata kepada mereka semuanya: “Hari ini adalah kudus bagi TUHAN Allahmu. Jangan kamu berdukacita dan menangis!”, karena semua orang itu menangis ketika mendengar kalimat-kalimat Taurat itu.

8:10 (8-11) Lalu berkatalah ia kepada mereka: “Pergilah kamu, makanlah sedap-sedapan dan minumlah minuman manis dan kirimlah sebagian kepada mereka yang tidak sedia apa-apa, karena hari ini adalah kudus bagi Tuhan kita! Jangan kamu bersusah hati, sebab sukacita karena TUHAN itulah perlindunganmu!”

8:11 (8-12) Juga orang-orang Lewi menyuruh semua orang itu supaya diam dengan kata-kata: “Tenanglah! Hari ini adalah kudus. Jangan kamu bersusah hati!”

8:12 (8-13) Maka pergilah semua orang itu untuk makan dan minum, untuk membagi-bagi makanan dan berpesta ria, karena mereka mengerti segala firman yang diberitahukan kepada mereka.

8:13. (8-14) Pada hari yang kedua kepala-kepala kaum keluarga seluruh bangsa, juga para imam dan orang-orang Lewi berkumpul pada Ezra, ahli hukum Taurat itu, untuk menelaah kalimat-kalimat Taurat itu.

TANGGA PIANO

Di sebuah mal di Stockholm, seperti di mal-mal lain, orang lebih suka naik eskalator daripada tangga biasa. Pemilik mal lalu menjajal ide unik. Mereka memodifikasi sebuah tangga di mal itu menjadi seperti deretan bilah piano. Apabila orang menginjak anak tangga demi anak tangga, muncullah bunyi seperti jika bilah piano ditekan. Hasilnya? Orang jadi lebih tertarik untuk naik melalui tangga piano itu dan menikmati musiknya daripada menggunakan eskalator. Rupanya, kegembiraan bisa mengubah hal yang melelahkan jadi menggairahkan untuk dilakukan.

Bangsa Israel menangis ketika menyimak pembacaan hukum Taurat, insaf akan pelanggaran mereka. Namun, Nehemia malah mendorong mereka agar mulai bersukacita. Apakah Nehemia bermaksud mengatakan bahwa mereka tidak perlu bertobat? Tentu saja tidak. Hari itu-hari pertama bulan baru-hari yang kudus, dan patut didedikasikan untuk bersukacita di hadapan Tuhan. Mereka tidak perlu larut dalam kesedihan, dan justru perlu menerima sukacita Tuhan yang akan menguatkan mereka. Matthew Henry menulis, “Dukacita karena dosa seharusnya tidak menghambat kita untuk bersukacita di dalam Allah, tetapi malah membawa dan mempersiapkan kita untuk mengalaminya.”

Orang kristiani cenderung terkesan serius dan “muram”. Agak aneh sebetulnya. Sebagai umat yang memiliki Penebus, kita mestinya menjadi orang yang paling penuh sukacita, bukan? Kita mudah tertawa atau tersenyum, dan berkarya secara antusias, penuh rasa syukur. Sukacita itu akan menguatkan kita secara pribadi dan menular kepada sesama di sekeliling kita –ARS

SUKACITA SELARAS DENGAN KEKUDUSAN

ORANG YANG KUDUS SUNGGUH-SUNGGUH BERSUKACITA

Sumber : www.sabda.org

PILIHAN KARTINI

Rabu, 21 April 2010

Bacaan : 1 Tawarikh 29:1-9

29:1. Berkatalah raja Daud kepada segenap jemaah itu: “Salomo, anakku yang satu-satunya dipilih Allah adalah masih muda dan kurang berpengalaman, sedang pekerjaan ini besar, sebab bukanlah untuk manusia bait itu, melainkan untuk TUHAN Allah.

29:2 Dengan segenap kemampuan aku telah mengadakan persediaan untuk rumah Allahku, yakni emas untuk barang-barang emas, perak untuk barang-barang perak, tembaga untuk barang-barang tembaga, besi untuk barang-barang besi, dan kayu untuk barang-barang kayu, batu permata syoham dan permata tatahan, batu hitam dan batu permata yang berwarna-warna, dan segala macam batu mahal-mahal dan sangat banyak pualam.

29:3 Lagipula oleh karena cintaku kepada rumah Allahku, maka sebagai tambahan pada segala yang telah kusediakan bagi rumah kudus, aku dengan ini memberikan kepada rumah Allahku dari emas dan perak kepunyaanku sendiri

29:4 tiga ribu talenta emas dari emas Ofir dan tujuh ribu talenta perak murni untuk menyalut dinding ruangan,

29:5 yakni emas untuk barang-barang emas dan perak untuk barang-barang perak dan untuk segala yang dikerjakan oleh tukang-tukang. Maka siapakah pada hari ini yang rela memberikan persembahan kepada TUHAN?”

29:6 Lalu para kepala puak dan para kepala suku Israel dan para kepala pasukan seribu dan pasukan seratus dan para pemimpin pekerjaan untuk raja menyatakan kerelaannya.

29:7 Mereka menyerahkan untuk ibadah di rumah Allah lima ribu talenta emas dan sepuluh ribu dirham, sepuluh ribu talenta perak dan delapan belas ribu talenta tembaga serta seratus ribu talenta besi.

29:8 Siapa yang mempunyai batu permata menyerahkannya kepada Yehiel, orang Gerson itu, untuk perbendaharaan rumah TUHAN.

29:9 Bangsa itu bersukacita karena kerelaan mereka masing-masing, sebab dengan tulus hati mereka memberikan persembahan sukarela kepada TUHAN; juga raja Daud sangat bersukacita.

PILIHAN KARTINI

Kartini pernah ditawari beasiswa untuk bersekolah di negeri Belanda, tetapi batal demi menaati orangtuanya, yang menyuruhnya menikah dengan Bupati Rembang. Ia bisa saja meratapi nasib malangnya, tetapi ia mencoba melihat kepentingan yang lebih besar.

Ia pun mengusulkan agar beasiswa itu dialihkan kepada Agus Salim, seorang pemuda Sumatra Barat. Sebuah pilihan menarik yang menunjukkan bahwa ia tidak lagi berpikir dalam lingkup Jawa, tetapi sudah dalam lingkup Indonesia. Ia memilih Agus Salim bukan berdasarkan latar sukunya, melainkan karena melihat potensi menjanjikan dalam diri pemuda itu. Dan, ia melakukannya jauh sebelum Boedi Oetomo berdiri!

Dalam konteks yang agak berbeda, sikap Kartini mirip dengan kebesaran hati Daud. Ia rindu membangun Bait Allah, tetapi Tuhan tidak berkenan karena tangannya telah menumpahkan darah. Anaknyalah yang akan membangun bait itu. Daud juga bisa kecewa dan tidak lagi peduli pada pembangunan Bait Allah. Namun, oleh kasihnya kepada Allah, ia memikirkan jalan untuk mendukung pembangunan rumah Allah. Ia merancang bangunan Bait Allah itu dan mempersiapkan sebanyak mungkin bahan-bahan yang diperlukan. Sikap Daud ini mendorong bangsa Israel untuk turut memberikan persembahan sukarela. Sumbangsih mereka tentu sangat meringankan beban Salomo dalam memenuhi panggilannya.

Impian pribadi kita bisa jadi kandas. Apakah kita akan terpuruk berputus asa? Ataukah kita tertantang untuk menemukan jalur alternatif guna tetap memberkati keluarga, gereja, masyarakat, dan bahkan bangsa kita? –ARS

SEBUAH PINTU YANG TERTUTUP BUKAN BERARTI JALAN BUNTU

TETAPI KESEMPATAN UNTUK MELIHAT PINTU LAIN TERBUKA

Sumber : www.sabda.org

PIMPINAN TUHAN

Selasa, 20 April 2010

Bacaan : Keluaran 40:34-38

40:34. Lalu awan itu menutupi Kemah Pertemuan, dan kemuliaan TUHAN memenuhi Kemah Suci,

40:35 sehingga Musa tidak dapat memasuki Kemah Pertemuan, sebab awan itu hinggap di atas kemah itu, dan kemuliaan TUHAN memenuhi Kemah Suci.

40:36 Apabila awan itu naik dari atas Kemah Suci, berangkatlah orang Israel dari setiap tempat mereka berkemah.

40:37 Tetapi jika awan itu tidak naik, maka merekapun tidak berangkat sampai hari awan itu naik.

40:38 Sebab awan TUHAN itu ada di atas Kemah Suci pada siang hari, dan pada malam hari ada api di dalamnya, di depan mata seluruh umat Israel pada setiap tempat mereka berkemah.

PIMPINAN TUHAN

Pada 2006, saat menjadi ketua Komisi Pemuda, saya merasa kelelahan dengan jadwal pelayanan yang begitu padat. Maka, saya hendak menguranginya dengan mengundurkan diri dari paduan suara. Namun, niat saya itu berkali-kali tertahan. Saya merasa Tuhan ingin saya bertahan di paduan suara. Pada akhirnya saya mengerti mengapa Tuhan menginginkan saya bertahan. Sebab, lewat pelayanan itulah Papa dan Mama mau ke gereja setelah sepuluh tahun saya doakan. Untuk pertama kalinya, mereka datang ke Kebaktian Natal hanya untuk melihat saya bernyanyi.

Ketika Tuhan memimpin langkah kita, kerap kali Tuhan tidak memberitahukan kepada kita rencana-Nya dari awal sampai akhir. Tuhan memimpin kita selangkah demi selangkah. Seperti halnya ketika Tuhan memimpin bangsa Israel menuju tanah Kanaan. Tuhan memimpin mereka melalui keberadaan tiang awan. Jika awan naik dari atas kemah suci, bangsa Israel berangkat; sebaliknya, jika awan itu tidak naik, mereka tidak berangkat (ayat 36, 37). Tuhan sama sekali tidak menjelaskan, mengapa mereka mesti berangkat pada saat itu dan mengapa mereka harus menetap untuk beberapa waktu.

Rencana dan pemikiran Tuhan melampaui apa yang dapat kita pikirkan. Karena itu, kita mesti percaya; percaya kepada Allah dan tidak bersandar pada pengertian kita sendiri (Amsal 3:5). Jika Tuhan memimpin kita melangkah ke tempat baru atau meminta kita bertahan pada situasi yang tidak mengenakkan sekalipun, percayalah Tuhan punya rencana indah. Yang Tuhan minta dari kita adalah ketaatan dan kepercayaan total akan pimpinan-Nya –VT

PIMPINAN TUHAN BAGAI PELITA YANG MENERANGI KEGELAPAN

JIKA KITA MAU MELANGKAH, KELAK KITA AKAN SAMPAI DI TUJUAN

Sumber : www.sabda.org

KARYA YANG SEMPURNA

PESAN GEMBALA

11 APRIL 2010

EDISI 121 TAHUN 3

KARYA YANG SEMPURNA

Shallom… Salam Miracle!

Jemaat Tuhan di Gereja Bethany yang diberkati, ketika Allah menciptakan Adam dan Hawa, Dia memberikan otoritas untuk menguasai bumi ini. Melalui dosa, mereka telah kehilangan otoritas ini. Lalu Yesus, manusia yang sempurna itu, Adam yang terakhir hidup dalam segala hal, tepat seperti yang diciptakan Allah di dalam manusia. Yesus mengambil dosa seluruh manusia di atas diriNya dan mati di kayu salib untuk membayar hukuman atas dosa-dosa itu. Dia menderita kematian bagi seluruh umat manusia. Dia telah melepaskan dosa-dosa itu sampai kedalamannya, lalu kuasa Allah sendiri turun atas Yesus. Dia telah mengalahkan Setan dan semua roh-roh jahat pada pintu gerbang Neraka.

Yesus mengambil kembali kunci otoritas itu. Yesus mengambil segala sesuatu yang telah dicuri dari manusia. Segala sesuatu yang tadinya telah diciptakan Allah untuk dimiliki Adam dan Hawa diperoleh kembali dan dierikan kembali kepada manusia oleh Yesus. Ketika Yesus pertama kali berbicara tentang Gereja yang akan dibangun, Dia berkata: “…di atas Batu Karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak menguasainya. Kepada-Mu akan kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kau ikat di dunia ini akan terikat di Surga dan apa yang kau lepaskan di dunia ini akan terlepas di Surga.” Matius 16:18-19.

Penulis kitab Ibrani menyampaikan kedudukan Yesus pada hari ini: “… tetapi Ia, setelah mempersembahkan hanya satu korban saja karena dosa, Ia duduk untuk selama-lamanya di sebelah kanan Allah dan sekarang Ia hanya menantikan saatnya, dimana musuh-musuh-Nya akan dijadikan tumpuan kaki-Nya.” Yesus duduk di sebelah kanan Allah Bapa, Daud juga menubuatkan kedudukan Yesus sebagai berikut: “…Demikianlah firman Tuhan kepada tuanku: Duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai kubuat musuh-musuhmu menjadi tumpuan kakimu.”

Jadi disini sangat jelas bahwa Daud menubuatkan Yesus akan duduk di sisi kanan Bapa. Daud dan penulis kitab Ibrani memberitahu kepada kita bahwa Yesus melakukan lebih daripada duduk di sisi kanan Bapa. Yesus sedang menunggu sampai semua musuh-Nya dibuat menjadi tumpuan kaki-Nya.

Siapa yang akan membuat musuh-musuh-Nya menjadi tumpuan kaki-Nya? Yesus sedang menunggu umat tebusan untuk menemukan kembali otoritas mereka dan untuk menunjukkan bahwa Setan adalah musuh yang telah dikalahkan. Karya Yesus adalah sempurna. Dia sedang menunggu musuh-musuh-Nya dibuat menjadi tumpuan kaki-Nya. Yesus telah melakukan segala sesuatu yang Dia harus lakukan, karya-Nya sempurna. Sekarang tanggungjawab ada pada kita.

Kita adalah tubuh-Nya di bumi ini. Kita adalah tangan-Nya dan kaki-Nya, kita adalah orang-orang yang berotoritas di dunia sekarang ini. Rasul Paulus menyampaikan suatu doa yang sangat penting dan berkuasa bagi semua orang kudus. Doanya mencakup posisi Yesus di sisi kanan Bapa, posisi kita dan tanggung jawab kita. Dalam Efesus 1:18-23, “dan supaya Ia menjadikan mata hatimu terang, agar kamu mengerti pengharapan apakah yang terkandung dalam panggilan-Nya; betapa kayanya kemuliaan bagian yang ditentukan-Nya bagi orang-orang kudus dan betapa hebat kuasa-Nya bagi kita yang percaya, sesuai dengan kekuatan kuasa-Nya, yang dikerjakan-Nya di dalam Kristus dengan membangkitkan Dia dari antara orang mati dan mendudukkan Dia di sebelah kanan-Nya di Sorga, jauh lebih tinggi dari segala pemerintahan dan penguasa dan kekuasaan dan kerajaan dan tiap-tiap nama yang dapat disebut, bukan hanya di dunia ini saja, melainkan juga di dunia yang akan datang. Dan segala sesuatu telah diletakkan-Nya di bawah kaki Kristus dan Dia telah diberikan-Nya kepada jemaat sebagai kepala dari segala yang ada. Jemaat yang adalah tubuh-Nya, yaitu kepenuhan Dia, yang memenuhi semua dan segala sesuatu.”

Jadi menurut Rasul Paulus kedudukan Yesus sebagai berikut:

Yesus dibangkitkan dari antara orang mati

Duduk di sisi kanan Bapa di Surga

Jauh lebih tinggi dari segala pemerintahan, penguasa, kerajaan dan kekuasaan

Di atas tiap-tiap nama yang dapat disebut

Segala sesuatu ada di bawah kaki-Nya

Ditetapkan menjadi kepala

Dengan karya Yesus di kayu salib dan oleh peristiwa-peristiwa yang mengikutinya, Setan telah dikalahkan. Setiap roh-roh jahat telah dikalahkan. Yesus mengalahkan mereka dan membawa mereka ke dalam kekosongan. Lukas memberi gambaran kepada kita dengan jelas tentang posisi setan. Dia harus terinjak-injak di bawah kaki kita. Kita juga dijanjikan, bahwa tidak ada sesuatupun yang akan melukai kita dengan cara apapun.

Dalam Lukas 10:19,”Sesungguhnya Aku teah memberikan kuasa kepada kamu untuk menginjak ular dan kalajengking dan kuasa untuk menahan kekuatan musuh, sehingga tidak ada yang akan membahayakan kamu.”. Manusia telah diselamatkan, dibawa masuk, ditebus, diampuni dan dipulihkan secara sempurna ke dalam gambar Allah di bumi ini.

Jemaat yang dikasihi Tuhan, kiranya kasih Allah memenuhi kita semua, dan tetap dukung dalam doa untuk PEMBANGUNAN GEREJA kita.

Tuhan Yesus memberkati kita semua….Amien.

Gembala Sidang,

Pdt. Ir. Joko Susanto, MA

SENTUHAN KASIH

Senin, 19 April 2010

Bacaan : Kolose 4:10-18

4:10 Salam kepada kamu dari Aristarkhus, temanku sepenjara dan dari Markus, kemenakan Barnabas–tentang dia kamu telah menerima pesan; terimalah dia, apabila dia datang kepadamu–

4:11 dan dari Yesus, yang dinamai Yustus. Hanya ketiga orang ini dari antara mereka yang bersunat yang menjadi temanku sekerja untuk Kerajaan Allah; mereka itu telah menjadi penghibur bagiku.

4:12 Salam dari Epafras kepada kamu; ia seorang dari antaramu, hamba Kristus Yesus, yang selalu bergumul dalam doanya untuk kamu, supaya kamu berdiri teguh, sebagai orang-orang yang dewasa dan yang berkeyakinan penuh dengan segala hal yang dikehendaki Allah.

4:13 Sebab aku dapat memberi kesaksian tentang dia, bahwa ia sangat bersusah payah untuk kamu dan untuk mereka yang di Laodikia dan Hierapolis.

4:14 Salam kepadamu dari tabib Lukas yang kekasih dan dari Demas.

4:15 Sampaikan salam kami kepada saudara-saudara di Laodikia; juga kepada Nimfa dan jemaat yang ada di rumahnya.

4:16 Dan bilamana surat ini telah dibacakan di antara kamu, usahakanlah, supaya dibacakan juga di jemaat Laodikia dan supaya surat yang untuk Laodikia dibacakan juga kepadamu.

4:17 Dan sampaikanlah kepada Arkhipus: Perhatikanlah, supaya pelayanan yang kauterima dalam Tuhan kaujalankan sepenuhnya.

4:18 Salam dari padaku, Paulus. Salam ini kutulis dengan tanganku sendiri. Ingatlah akan belengguku. Kasih karunia menyertai kamu.

SENTUHAN KASIH

Dulu, setiap Natal tiba, orang Inggris suka mengirim surat pendek berisi ucapan Natal di atas kartu kosong. Lama-kelamaan cara ini dianggap tidak praktis. Tahun 1843, Sir Henry Cole mencetak kartu bergambar disertai ucapan selamat, sehingga ia tinggal membubuhkan tanda tangan di atasnya. Sejak itulah kartu ucapan mulai populer. Kini cara itu pun dipandang kurang praktis. Banyak orang mengirim ucapan Natal lewat SMS. Sekali tekan tombol “Kirim”, ratusan orang menerima ucapan Natal. Praktis memang, tetapi sentuhan kasihnya kurang terasa.

Untuk menunjukkan cinta kasih, orang harus bersedia repot. Ketika Rasul Paulus mengakhiri tulisannya bagi jemaat Kolose, ia mengucapkan salam yang panjang. Salam dari rekan sepelayanannya disebut satu per satu: dari Aristarkus, Markus, Yustus, Eprafas, tabib Lukas, dan Demas. Selain itu Paulus juga menulis bagian salam ini dengan tulisan tangannya sendiri. Padahal isi suratnya ditulis dengan bantuan seorang sekretaris. Sungguh tidak praktis! Namun, lewat semua ini Paulus ingin menunjukkan sentuhan kasihnya yang bersifat pribadi pada jemaat Kolose.

Kesibukan dan kemajuan teknologi kadang membuat kita menyukai segala sesuatu yang serbapraktis dan otomatis. Sentuhan kasih pun diabaikan. Ketika seorang sahabat berduka, kita merasa cukup menelepon atau menyatakan rasa duka lewat SMS, ketimbang membesuk dan memeluknya. Saat ia menikah, kita hanya menghadiri pestanya. Enggan menghadiri pemberkatan pernikahannya. Banyak orang merindukan sentuhan kasih Anda. Maukah Anda sedikit repot untuk mewujudkannya? –JTI

ORANG LEBIH MEMBUTUHKAN SENTUHAN KASIH ANDA

DARIPADA SEMUA TALENTA DAN HARTA MILIK ANDA

Sumber : www.sabda.org

KEBEBASAN FINANSIAL

Sabtu, 17 April 2010

Bacaan : Lukas 12:13-21

12:13. Seorang dari orang banyak itu berkata kepada Yesus: “Guru, katakanlah kepada saudaraku supaya ia berbagi warisan dengan aku.”

12:14 Tetapi Yesus berkata kepadanya: “Saudara, siapakah yang telah mengangkat Aku menjadi hakim atau pengantara atas kamu?”

12:15 Kata-Nya lagi kepada mereka: “Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu.”

12:16 Kemudian Ia mengatakan kepada mereka suatu perumpamaan, kata-Nya: “Ada seorang kaya, tanahnya berlimpah-limpah hasilnya.

12:17 Ia bertanya dalam hatinya: Apakah yang harus aku perbuat, sebab aku tidak mempunyai tempat di mana aku dapat menyimpan hasil tanahku.

12:18 Lalu katanya: Inilah yang akan aku perbuat; aku akan merombak lumbung-lumbungku dan aku akan mendirikan yang lebih besar dan aku akan menyimpan di dalamnya segala gandum dan barang-barangku.

12:19 Sesudah itu aku akan berkata kepada jiwaku: Jiwaku, ada padamu banyak barang, tertimbun untuk bertahun-tahun lamanya; beristirahatlah, makanlah, minumlah dan bersenang-senanglah!

12:20 Tetapi firman Allah kepadanya: Hai engkau orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu, dan apa yang telah kausediakan, untuk siapakah itu nanti?

12:21 Demikianlah jadinya dengan orang yang mengumpulkan harta bagi dirinya sendiri, jikalau ia tidak kaya di hadapan Allah.”

KEBEBASAN FINANSIAL

Suatu hari, saya berkesempatan berbincang-bincang dengan seorang agen keuangan. Ia menjelaskan tentang konsep kebebasan finansial dan tahap-tahap yang perlu saya ikuti agar dapat mencapainya. Konsep ini sendiri merujuk kepada keadaan ketika kita tidak lagi perlu bekerja mencari uang, karena jumlah harta yang kita miliki sudah lebih dari cukup untuk menafkahi kita seumur hidup. Tentu ini suatu keadaan yang diidam-idamkan oleh banyak orang. Namun, sebagai anak Tuhan kita mesti selalu ingat bahwa tiada sesuatu pun yang pasti di dunia ini, termasuk kekayaan. Jadi, kita perlu memegang perintah yang Yesus sampaikan dalam perikop hari ini.

Ada seorang yang kaya raya dan memiliki hasil panen yang berlimpah. Suatu saat ia mengamat-amati segala kekayaannya tersebut. Lalu ia merasa bahwa hidupnya sudah terjamin untuk bertahun-tahun ke depan. Ia sudah berhasil meraih kebebasan finansial! Tak perlu lagi bekerja keras; tinggal menikmati hidup. Namun, Tuhan menghardik orang ini dan mengingatkan bahwa rasa aman semacam itu tidak tepat. Sebab, tiada materi apa pun dapat menjamin masa depan.

Merencanakan masa depan secara finansial, baik dengan agen keuangan atau dilakukan sendiri, memang baik dan perlu. Namun, ingatlah bahwa banyak hal bisa terjadi dan menghancurkan segala rencana tersebut. Mungkin kecelakaan atau penyakit, bencana alam, krisis finansial, dan sebagainya. Karena itu, jangan sampai perencanaan tersebut kita jadikan sandaran hidup; menggantikan posisi Tuhan. Sebab hidup kita tidak bergantung pada kekayaan (ayat 15) –ALS

RENCANA FINANSIAL TIDAK BISA MENJAMIN MASA DEPAN

HANYA TUHAN YANG BISA

Sumber : www.sabda.org