MEMILIKI YESUS

Jumat, 16 April 2010

Bacaan : 1 Yohanes 5:1-12

5:1. Setiap orang yang percaya, bahwa Yesus adalah Kristus, lahir dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi Dia yang melahirkan, mengasihi juga Dia yang lahir dari pada-Nya.

5:2 Inilah tandanya, bahwa kita mengasihi anak-anak Allah, yaitu apabila kita mengasihi Allah serta melakukan perintah-perintah-Nya.

5:3 Sebab inilah kasih kepada Allah, yaitu, bahwa kita menuruti perintah-perintah-Nya. Perintah-perintah-Nya itu tidak berat,

5:4 sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita.

5:5 Siapakah yang mengalahkan dunia, selain dari pada dia yang percaya, bahwa Yesus adalah Anak Allah?

5:6. Inilah Dia yang telah datang dengan air dan darah, yaitu Yesus Kristus, bukan saja dengan air, tetapi dengan air dan dengan darah. Dan Rohlah yang memberi kesaksian, karena Roh adalah kebenaran.

5:7 Sebab ada tiga yang memberi kesaksian (di dalam sorga: Bapa, Firman dan Roh Kudus; dan ketiganya adalah satu.

5:8 Dan ada tiga yang memberi kesaksian di bumi): Roh dan air dan darah dan ketiganya adalah satu.

5:9 Kita menerima kesaksian manusia, tetapi kesaksian Allah lebih kuat. Sebab demikianlah kesaksian yang diberikan Allah tentang Anak-Nya.

5:10. Barangsiapa percaya kepada Anak Allah, ia mempunyai kesaksian itu di dalam dirinya; barangsiapa tidak percaya kepada Allah, ia membuat Dia menjadi pendusta, karena ia tidak percaya akan kesaksian yang diberikan Allah tentang Anak-Nya.

5:11 Dan inilah kesaksian itu: Allah telah mengaruniakan hidup yang kekal kepada kita dan hidup itu ada di dalam Anak-Nya.

5:12 Barangsiapa memiliki Anak, ia memiliki hidup; barangsiapa tidak memiliki Anak, ia tidak memiliki hidup.

MEMILIKI YESUS

Ketika kecil, kita cenderung sangat posesif. Sulit bagi kita untuk berbagi. Kita terganggu kalau mainan kita dipinjam teman dalam waktu cukup lama, apalagi kalau sampai dibawa pulang. Bagi seorang anak, memiliki berarti menguasai dan memonopoli secara absolut.

Surat Yohanes menyatakan bahwa Allah mengaruniakan hidup yang kekal kepada kita, dan hidup itu berada di dalam Anak-Nya, Yesus Kristus. “Siapa yang memiliki Anak, ia memiliki hidup” (ayat 12). Apakah itu berarti, seperti pemaknaan anak kecil, kita menguasai dan memonopoli Yesus Kristus? Bukan! Yohanes justru ingin menekankan pentingnya umat percaya untuk hidup dalam respons yang tepat terhadap rahmat Allah (1 Yohanes 4:8, 11). Maksudnya, rahmat Allah perlu disambut oleh iman dan sikap hidup beriman dari pihak kita. Gayung pun bersambut, ketika kita merespons rahmat Allah yang mendatangi kita di dalam Yesus.

Tidak semua orang yang mengaku percaya terhitung sebagai mereka yang memiliki Yesus. Yesus bukan barang yang bisa kita kuasai dan kita monopoli. Memiliki Yesus berarti beriman di dalam dan hidup menurut teladan Yesus Kristus. Memiliki Yesus bukan hanya soal memiliki ajaran yang benar, melainkan soal menjalankan tindakan yang benar, sesuai dengan iman (ayat 2).

Anda mau membuktikan bahwa Anda memiliki Yesus? Bukan seperti anak kecil yang ingin menguasai dan memonopoli mainan miliknya, kita yang sungguh-sungguh memiliki Yesus malah tergerak untuk membagikan kasih Yesus kepada sesama melalui tindakan nyata. Dan kita tidak akan merasa berat menjalankan perintah-Nya –DKLKASIH

ALLAH TIDAK DAPAT DIMILIKI SECARA EKSKLUSIF

MELAINKAN MERENGKUH ORANG LAIN UNTUK TURUT MENGECAPNYA

Sumber : www.sabda.org

Iklan

PENYAKIT ROHANI

Kamis, 15 April 2010

Bacaan : Galatia 5:16-24

5:16 Maksudku ialah: hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging.

5:17 Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging–karena keduanya bertentangan–sehingga kamu setiap kali tidak melakukan apa yang kamu kehendaki.

5:18 Akan tetapi jikalau kamu memberi dirimu dipimpin oleh Roh, maka kamu tidak hidup di bawah hukum Taurat.

5:19 Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu,

5:20 penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah,

5:21 kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu–seperti yang telah kubuat dahulu–bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.

5:22 Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan,

5:23 kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.

5:24 Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya.

PENYAKIT ROHANI

Yang namanya penyakit: ada penyakit jasmani, ada penyakit rohani. Penyakit rohani lebih berbahaya daripada penyakit jasmani, karena berlaku tidak hanya di dunia ini saja, tetapi juga dalam kehidupan nanti sesudah kehidupan di dunia ini. Tidak ada, misalnya, orang yang masuk neraka karena menderita diabetes atau darah tinggi. Selain itu penyakit rohani biasanya tidak disadari, kecuali oleh orang lain. Orang yang tamak, misalnya, ia tidak akan sadar kalau dirinya tamak. Malah bisa jadi tersinggung kalau dibilang tamak.

Bagaimana mengatasi penyakit rohani? Pertama-tama, kenali jenis-jenis penyakit rohani yang ada. Paulus menyebut penyakit rohani ini sebagai “perbuatan daging” (ayat 19). Lalu, lakukan “check-up” rutin, yaitu dengan melakukan evaluasi dan introspeksi diri; bisa secara pribadi, bisa bersama orang terdekat-apakah kita mengidap salah satu atau beberapa dari penyakit rohani tersebut?

Apabila ada, segeralah lakukan “penyembuhan”, bisa dengan meminta nasihat orang-orang yang kita percayai, bisa juga dengan membaca buku-buku rohani yang sesuai. Dan yang paling utama, berdoalah kepada Tuhan. Salah satu contoh bagus doa agar terbebas dari penyakit rohani ada di Amsal 30:7-9, “Dua hal aku mohon kepada-Mu, jangan itu Kautolak sebelum aku mati, yakni: Jauhkanlah dari padaku kecurangan dan kebohongan. Jangan berikan kepadaku kemiskinan atau kekayaan. Biarkanlah aku menikmati makanan yang menjadi bagianku. Supaya, kalau aku kenyang, aku tidak menyangkal-Mu dan berkata: Siapa Tuhan itu? Atau, kalau aku miskin, aku mencuri, dan mencemarkan nama Allahku” –AYA

KITA JANGAN HANYA PEDULI DENGAN PENYAKIT JASMANI

KITA JUGA PERLU PEDULI DENGAN PENYAKIT ROHANI DALAM DIRI KITA

Sumber : www.sabda.org

MISKOMUNIKASI

Rabu, 14 April 2010

Bacaan : Kejadian 11:1-9

11:1. Adapun seluruh bumi, satu bahasanya dan satu logatnya.

11:2 Maka berangkatlah mereka ke sebelah timur dan menjumpai tanah datar di tanah Sinear, lalu menetaplah mereka di sana.

11:3 Mereka berkata seorang kepada yang lain: “Marilah kita membuat batu bata dan membakarnya baik-baik.” Lalu bata itulah dipakai mereka sebagai batu dan ter gala-gala sebagai tanah liat.

11:4 Juga kata mereka: “Marilah kita dirikan bagi kita sebuah kota dengan sebuah menara yang puncaknya sampai ke langit, dan marilah kita cari nama, supaya kita jangan terserak ke seluruh bumi.”

11:5. Lalu turunlah TUHAN untuk melihat kota dan menara yang didirikan oleh anak-anak manusia itu,

11:6 dan Ia berfirman: “Mereka ini satu bangsa dengan satu bahasa untuk semuanya. Ini barulah permulaan usaha mereka; mulai dari sekarang apapun juga yang mereka rencanakan, tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana.

11:7 Baiklah Kita turun dan mengacaubalaukan di sana bahasa mereka, sehingga mereka tidak mengerti lagi bahasa masing-masing.”

11:8 Demikianlah mereka diserakkan TUHAN dari situ ke seluruh bumi, dan mereka berhenti mendirikan kota itu.

11:9 Itulah sebabnya sampai sekarang nama kota itu disebut Babel, karena di situlah dikacaubalaukan TUHAN bahasa seluruh bumi dan dari situlah mereka diserakkan TUHAN ke seluruh bumi.

MISKOMUNIKASI

Kini orang makin sering berkomunikasi lewat SMS, e-mail, atau chatting. Media komunikasi canggih ini memungkinkan kita menyampaikan pesan dengan cepat dan murah. Namun, para pakar mengingatkan: alat komunikasi berbasis teks ini sering menimbulkan miskomunikasi! Mengapa? Karena penerima pesan tidak bisa melihat ekspresi wajah maupun suara pengirim. Lagipula, karena dituntut menjawab dengan cepat, orang cenderung ceroboh memilih kata. Alhasil, pesan berupa teks sangat mudah disalahartikan dan memicu konflik.

Teknologi diciptakan untuk memudahkan hidup, tetapi jika tidak dipakai secara bijak, teknologi bisa merusak. Kisah Menara Babel dimulai dengan ditemukannya teknologi pembuatan batu bata. Teknologi ini memungkinkan orang membangun kota dan menara yang tinggi. Muncullah rencana ambisius: menyatukan tempat tinggal seluruh manusia. Penguasaan teknologi membuat manusia begitu percaya diri, hingga tak lagi bertanya apakah rencana itu selaras dengan maksud Tuhan. Akibatnya Tuhan murka dan rencana mereka pun dibubarkan. Manusia yang tadinya diharapkan bersatu malah menjadi tercerai-berai.

Sudahkah Anda bijak memakai teknologi komunikasi? Saat ingin menyampaikan pesan penting atau mengungkapkan rasa marah, sedih, dan lain-lain, hindarilah pemakaian SMS atau e-mail. Lebih baik bertemu langsung atau menelepon. Sebaliknya, jika Anda menerima pesan e-mail atau SMS yang tidak enak dibaca, jangan buru-buru marah. Telepon atau temuilah si pengirim pesan. Tanyakan dulu apa maksudnya. Jangan percaya pada tiap perkataan, sebab bisa saja kita salah menafsirkan! –JTI

BIJAK BERKOMUNIKASI ADALAH BAGIAN

DARI GAYA HIDUP ORANG BERIMAN

Sumber : www.sabda.org

NDENDENG

Selasa, 13 April 2010

Bacaan : Roma 1:18-23, Wahyu 9:13-21

1:18 Sebab murka Allah nyata dari sorga atas segala kefasikan dan kelaliman manusia, yang menindas kebenaran dengan kelaliman.

1:19. Karena apa yang dapat mereka ketahui tentang Allah nyata bagi mereka, sebab Allah telah menyatakannya kepada mereka.

1:20 Sebab apa yang tidak nampak dari pada-Nya, yaitu kekuatan-Nya yang kekal dan keilahian-Nya, dapat nampak kepada pikiran dari karya-Nya sejak dunia diciptakan, sehingga mereka tidak dapat berdalih.

1:21 Sebab sekalipun mereka mengenal Allah, mereka tidak memuliakan Dia sebagai Allah atau mengucap syukur kepada-Nya. Sebaliknya pikiran mereka menjadi sia-sia dan hati mereka yang bodoh menjadi gelap.

1:22 Mereka berbuat seolah-olah mereka penuh hikmat, tetapi mereka telah menjadi bodoh.

1:23 Mereka menggantikan kemuliaan Allah yang tidak fana dengan gambaran yang mirip dengan manusia yang fana, burung-burung, binatang-binatang yang berkaki empat atau binatang-binatang yang menjalar.

9:13. Lalu malaikat yang keenam meniup sangkakalanya, dan aku mendengar suatu suara keluar dari keempat tanduk mezbah emas yang di hadapan Allah,

9:14 dan berkata kepada malaikat yang keenam yang memegang sangkakala itu: “Lepaskanlah keempat malaikat yang terikat dekat sungai besar Efrat itu.”

9:15 Maka dilepaskanlah keempat malaikat yang telah disiapkan bagi jam dan hari, bulan dan tahun untuk membunuh sepertiga dari umat manusia.

9:16 Dan jumlah tentara itu ialah dua puluh ribu laksa pasukan berkuda; aku mendengar jumlah mereka.

9:17 Maka demikianlah aku melihat dalam penglihatan ini kuda-kuda dan orang-orang yang menungganginya; mereka memakai baju zirah, merah api dan biru dan kuning belerang warnanya; kepala kuda-kuda itu sama seperti kepala singa, dan dari mulutnya keluar api, dan asap dan belerang.

9:18 Oleh ketiga malapetaka ini dibunuh sepertiga dari umat manusia, yaitu oleh api, dan asap dan belerang, yang keluar dari mulutnya.

9:19 Sebab kuasa kuda-kuda itu terdapat di dalam mulutnya dan di dalam ekornya. Sebab ekornya sama seperti ular; mereka berkepala dan dengan kepala mereka itu mereka mendatangkan kerusakan.

9:20 Tetapi manusia lain, yang tidak mati oleh malapetaka itu, tidak juga bertobat dari perbuatan tangan mereka: mereka tidak berhenti menyembah roh-roh jahat dan berhala-berhala dari emas dan perak, dari tembaga, batu dan kayu yang tidak dapat melihat atau mendengar atau berjalan,

9:21 dan mereka tidak bertobat dari pada pembunuhan, sihir, percabulan dan pencurian.

NDENDENG

Ndendeng (kedua huruf “e” dibaca seperti pada kata “materai”, bukan “bebek”) adalah istilah bahasa Jawa yang kira-kira artinya keras kepala, tidak bisa diberi tahu. Kata ini kerap dipakai untuk menjuluki anak-anak yang nakal dan tidak mau menuruti nasihat orangtua.

Namun, bukan cuma anak-anak yang bisa ndendeng. Banyak orang dewasa di sepanjang zaman yang juga bersikap demikian terhadap Allah. Salah satu contohnya digambarkan dalam bacaan Alkitab kita hari ini.

Dalam sejarah manusia, Tuhan berulang kali, dengan berbagai cara, menyatakan diri-Nya, memanggil semua orang untuk bertobat. Dari cara yang halus melalui ciptaan-Nya (Roma 1:19, 20), firman-Nya (2 Raja- Raja 17:13, 14), sampai pada cara yang teramat keras, yaitu dengan hukuman yang dahsyat (Wahyu 9:13-19). Namun, banyak dari mereka yang bergeming. Mereka tetap mengeraskan hati dan menolak panggilan-Nya.

Apakah kita termasuk orang yang demikian? Apakah kita juga adalah orang-orang yang bersikap keras kepala di hadapan Allah, meski mengaku sebagai umat-Nya? Secara spesifik mungkin dengan menyimpan suatu dosa dalam hidup kita, yang Allah ingin agar kita tinggalkan. Dia sudah menyatakannya dengan berbagai cara. Melalui hati nurani kita, firman-Nya di dalam Alkitab, teguran orang, atau melalui peristiwa-peristiwa yang kita alami. Suara-Nya sedemikian jelas, sehingga kita tahu benar apa yang Dia mau. Akan tetapi, kita terus mengeraskan hati, tidak mau tunduk kepada-Nya. Apabila demikian sikap kita, bertobatlah. Lunakkan hati dan ikuti perintah-Nya. Jangan lagi menjadi seorang yang ndendeng kepada Allah –ALS

NDENDENG KEPADA ORANGTUA MEREPOTKAN

NDENDENG KEPADA ALLAH MEMATIKAN

Sumber : www.sabda.org

BATU LEBIH DULU

Senin, 12 April 2010

Bacaan : 2 Tawarikh 1:1-13

1:1. Salomo, anak Daud, menjadi kuat dalam kedudukannya sebagai raja; TUHAN, Allahnya, menyertai dia dan menjadikan kekuasaannya luar biasa besarnya.

1:2 Salomo memberi perintah kepada seluruh Israel, kepada kepala-kepala pasukan seribu dan pasukan seratus, kepada para hakim dan kepada semua pemimpin di seluruh Israel, yakni para kepala puak.

1:3 Lalu pergilah Salomo bersama-sama dengan segenap jemaah itu ke bukit pengorbanan yang di Gibeon, sebab di situlah Kemah Pertemuan Allah yang dibuat Musa, hamba TUHAN itu, di padang gurun.

1:4 –Tetapi Daud telah mengangkut tabut Allah dari Kiryat-Yearim ke tempat yang disiapkannya bagi tabut itu, –sebab ia telah memasang kemah untuk tabut itu di Yerusalem.

1:5 Namun mezbah tembaga yang dibuat Bezaleel bin Uri bin Hur masih ada di sana di depan Kemah Suci TUHAN. Maka ke sanalah Salomo dan jemaah itu meminta petunjuk TUHAN.

1:6 Salomo mempersembahkan korban di sana di hadapan TUHAN di atas mezbah tembaga yang di depan Kemah Pertemuan itu; ia mempersembahkan seribu korban bakaran di atasnya.

1:7 Pada malam itu juga Allah menampakkan diri kepada Salomo dan berfirman kepadanya: “Mintalah apa yang hendak Kuberikan kepadamu.”

1:8 Berkatalah Salomo kepada Allah: “Engkaulah yang telah menunjukkan kasih setia-Mu yang besar kepada Daud, ayahku, dan telah mengangkat aku menjadi raja menggantikan dia.

1:9 Maka sekarang, ya TUHAN Allah, tunjukkanlah keteguhan janji-Mu kepada Daud, ayahku, sebab Engkaulah yang telah mengangkat aku menjadi raja atas suatu bangsa yang banyaknya seperti debu tanah.

1:10 Berilah sekarang kepadaku hikmat dan pengertian, supaya aku dapat keluar dan masuk sebagai pemimpin bangsa ini, sebab siapakah yang dapat menghakimi umat-Mu yang besar ini?”

1:11 Berfirmanlah Allah kepada Salomo: “Oleh karena itu yang kauingini dan engkau tidak meminta kekayaan, harta benda, kemuliaan atau nyawa pembencimu, dan juga tidak meminta umur panjang, tetapi sebaliknya engkau meminta kebijaksanaan dan pengertian untuk dapat menghakimi umat-Ku yang atasnya Aku telah merajakan engkau,

1:12 maka kebijaksanaan dan pengertian itu diberikan kepadamu; selain itu Aku berikan kepadamu kekayaan, harta benda dan kemuliaan, sebagaimana belum pernah ada pada raja-raja sebelum engkau dan tidak akan ada pada raja-raja sesudah engkau.”

1:13. Lalu pulanglah Salomo dari bukit pengorbanan yang di Gibeon itu, dari depan Kemah Pertemuan, ke Yerusalem dan ia memerintah atas Israel.

BATU LEBIH DULU

Pernah Anda mencoba memadati ember plastik dengan batu dan pasir? Mana yang akan Anda masukkan dulu? Jika Anda memulai dengan mengisikan pasir, Anda akan segera kekurangan ruangan untuk memasukkan batu. Jika Anda memulai dengan mengisikan batu, Anda dapat memenuhi celah-celah di antaranya dengan pasir.

Semacam itulah penyusunan prioritas hidup. Jika kita mendahulukan hal-hal yang utama, kemungkinan besar kita masih memiliki waktu untuk hal-hal yang sekunder. Sebaliknya, jika waktu kita sudah tersita untuk hal-hal yang sekunder, tidak jarang hal yang utama malah tersisih.

Tuhan memberi Salomo kesempatan untuk mengajukan permintaan khusus. Sebagai raja Israel, apa kiranya yang ia inginkan? Secara bijaksana ia memilih meminta hikmat dan pengertian untuk memimpin bangsa yang besar itu. Tuhan berkenan atas permohonannya. Selain mengaruniakan hikmat dan pengertian, Tuhan masih memberinya bonus berupa kekayaan, harta benda, dan kemuliaan. Karena ia memilih yang utama, hal yang sekunder pun ditambahkan baginya. Coba bayangkan seandainya Salomo meminta kekayaan. Rasanya Tuhan tetap akan mengabulkan permintaan itu, tetapi belum tentu Dia memberikan bonus berupa hikmat dan pengertian.

Apakah hal yang utama dalam kehidupan Anda? Apakah Anda sudah menyusun prioritas secara benar dengan mendahulukan hal yang utama? Jika hidup Anda ternyata lebih banyak disibukkan oleh hal-hal sekunder, Anda perlu mengevaluasi dan menyusun ulang prioritas sebelum Anda menyesal karena kehilangan hal-hal yang penting dan berharga –ARS

MENGUTAMAKAN HAL YANG UTAMA

ADALAH KUNCI MENUJU KEHIDUPAN YANG BERMAKNA

Sumber : www.sabda.org

IBADAH YANG SEJATI

4 APRIL 2010

EDISI 120 TAHUN 03

PESAN GEMBALA

IBADAH YANG SEJATI

Shallom…salam miracle

Jemaat Bethany yang diberkati Tuhan, bulan April merupakan bulan yang sangat spesial bagi kita, sebab umat Kristen di seluruh dunia memperingati bagaimana pengorbanan Yesus Kristus yaitu dengan mati di kayu salib menebus dosa umat manusia. Dan akhirnya menunjukkan kepada kita semua yang percaya, bahwa Dia mengalami kemenangan atas maut melalui kuasa kebangkitan-Nya.

Natal memang penting dan baik dirayakan oleh orang percaya, namun Paskah sangat penting, karena memang kedatangan Tuhan membawa misi yang luar biasa ke dunia ini, yaitu pengorbanan diri-Nya untuk menunjukkan kasih-Nya kepada kita, tanpa penyaliban, kematian dan kebangkitan-Nya, sia-sialah kekristenan kita. Tuhan Yesus memulai ibadah yang baru dengan pengorbanan darah-Nya sendiri, sehingga sistem ibadah dalam Perjanjian Lama (PL) yang selalu ditandai dengan pengorbanan hewan, tidak perlu lagi dilakukan. Tetapi bukan berarti orang-orang percaya yang beribadah kepada Tuhan tidak perlu berkorban. Rasul Paulus dalam nasehatnya kepada jemaat yang ada di kota Roma (Roma 12:1) mengatakan:”…aku menasehatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itulah IBADAH mu yang sejati…”

Selain itu Paulus juga menunjukkan betapa kasih Allah itu melimpah kepada setiap orang percaya yang senantiasa mendukung dalam banyak hal pelayanan. Ada beberapa hal supaya kita memiliki ibadah yang berkenan kepada Tuhan :

1. Pekerjaan jangan mengganggu ibadah

    Keluaran 6:9 “lalu Musa mengatakan demikian kepada orang Israel, tetapi mereka tidak mendengarkan Musa KARENA MEREKA PUTUS ASA DAN KARENA PERBUDAKAN YANG BERAT…”. Kata perbudakan menunjukkan kepada pekerjaan yang sangat berat dan dengan paksa. Dalam kerja paksa yang dilakukan bangsa Israel, mereka ditarget untuk membuat batu bata dalam jumlah tertentu. Inilah yang membuat mereka berat untuk mendengarkan Firman Tuhan melalui hamba Tuhan. Di zaman sekarang banyak juga terjadi kepada orang Kristen dengan target tertentu dalam omset, hasil dan sebagainya, maka menghalangi untuk melakukan ibadah kepada Tuhan, apalagi seseorang yang bekerja pada tempat yang salah atau bukan bidangnya sehingga tidak mendatangkan sukacita dan tidak bisa berprestasi maksimal, akhirnya putus asa dan menjauh dari Tuhan. Untuk itu miliki pekerjaan yang senantiasa bisa mendukung kita dalam ibadah kepada Tuhan.

    2. Menikmati karya Tuhan lebih jauh

    Setelah seseorang menerima keselamatan, bukan berarti duduk menanti semua kegenapan janji Tuhan terjadi dalam hidupnya: ibadah ala kadarnya, membaca Alkitab kalau ada waktu senggang, berdoa hanya ketika menghadapi permasalahan, tetapi sekaranglah saatnya bagi kita semua untuk bertumbuh mengenal Tuhan dan rencana-Nya, mari kita semua berjalan bersama Tuhan sampai berhasil (makmur, kaya, sembuh, ekonomi baik) dan mengikut Tuhan sampai garis akhir.

    3. Beribadah dengan membawa seisi rumah

    Keselamatan adalah masalah pribadi masing-masing kepada Tuhan, bukan masalah komunal dengan Tuhan, sehingga satu keluarga tidak hanya diwakili oleh suami kepada kepala keluarga, atau isteri yang banyak waktu untuk beribadah sehingga mewakili suami atau anak-anak, atau anak-anak yang mewakili orang tuanya yang penting hadir diketahui gembala atau pengurus gereja. Mari kita semua membawa keluarga kita untuk memperoleh berkat, keberhasilan, dan keselamatan dari Tuhan.

    Selamat Paskah, Tuhan Yesus memberkati…

    Gembala Sidang

    Pdt. Ir. Joko Susanto, MA

    MENGELOLA NEGERI

    Sabtu, 10 April 2010

    Bacaan : Kejadian 41:25-46

    41:25 Lalu kata Yusuf kepada Firaun: “Kedua mimpi tuanku Firaun itu sama. Allah telah memberitahukan kepada tuanku Firaun apa yang hendak dilakukan-Nya.

    41:26 Ketujuh ekor lembu yang baik itu ialah tujuh tahun, dan ketujuh bulir gandum yang baik itu ialah tujuh tahun juga; kedua mimpi itu sama.

    41:27 Ketujuh ekor lembu yang kurus dan buruk, yang keluar kemudian, maksudnya tujuh tahun, demikian pula ketujuh bulir gandum yang hampa dan layu oleh angin timur itu; maksudnya akan ada tujuh tahun kelaparan.

    41:28 Inilah maksud perkataanku, ketika aku berkata kepada tuanku Firaun: Allah telah memperlihatkan kepada tuanku Firaun apa yang hendak dilakukan-Nya.

    41:29 Ketahuilah tuanku, akan datang tujuh tahun kelimpahan di seluruh tanah Mesir.

    41:30 Kemudian akan timbul tujuh tahun kelaparan; maka akan dilupakan segala kelimpahan itu di tanah Mesir, karena kelaparan itu menguruskeringkan negeri ini.

    41:31 Sesudah itu akan tidak kelihatan lagi bekas-bekas kelimpahan di negeri ini karena kelaparan itu, sebab sangat hebatnya kelaparan itu.

    41:32 Sampai dua kali mimpi itu diulangi bagi tuanku Firaun berarti: hal itu telah ditetapkan oleh Allah dan Allah akan segera melakukannya.

    41:33. Oleh sebab itu, baiklah tuanku Firaun mencari seorang yang berakal budi dan bijaksana, dan mengangkatnya menjadi kuasa atas tanah Mesir.

    41:34 Baiklah juga tuanku Firaun berbuat begini, yakni menempatkan penilik-penilik atas negeri ini dan dalam ketujuh tahun kelimpahan itu memungut seperlima dari hasil tanah Mesir.

    41:35 Mereka harus mengumpulkan segala bahan makanan dalam tahun-tahun baik yang akan datang ini dan, di bawah kuasa tuanku Firaun, menimbun gandum di kota-kota sebagai bahan makanan, serta menyimpannya.

    41:36 Demikianlah segala bahan makanan itu menjadi persediaan untuk negeri ini dalam ketujuh tahun kelaparan yang akan terjadi di tanah Mesir, supaya negeri ini jangan binasa karena kelaparan itu.”

    41:37 Usul itu dipandang baik oleh Firaun dan oleh semua pegawainya.

    41:38 Lalu berkatalah Firaun kepada para pegawainya: “Mungkinkah kita mendapat orang seperti ini, seorang yang penuh dengan Roh Allah?”

    41:39 Kata Firaun kepada Yusuf: “Oleh karena Allah telah memberitahukan semuanya ini kepadamu, tidaklah ada orang yang demikian berakal budi dan bijaksana seperti engkau.

    41:40 Engkaulah menjadi kuasa atas istanaku, dan kepada perintahmu seluruh rakyatku akan taat; hanya takhta inilah kelebihanku dari padamu.”

    41:41 Selanjutnya Firaun berkata kepada Yusuf: “Dengan ini aku melantik engkau menjadi kuasa atas seluruh tanah Mesir.”

    41:42 Sesudah itu Firaun menanggalkan cincin meterainya dari jarinya dan mengenakannya pada jari Yusuf; dipakaikannyalah kepada Yusuf pakaian dari pada kain halus dan digantungkannya kalung emas pada lehernya.

    41:43 Lalu Firaun menyuruh menaikkan Yusuf dalam keretanya yang kedua, dan berserulah orang di hadapan Yusuf: “Hormat!” Demikianlah Yusuf dilantik oleh Firaun menjadi kuasa atas seluruh tanah Mesir.

    41:44 Berkatalah Firaun kepada Yusuf: “Akulah Firaun, tetapi dengan tidak setahumu, seorangpun tidak boleh bergerak di seluruh tanah Mesir.”

    41:45 Lalu Firaun menamai Yusuf: Zafnat-Paaneah, serta memberikan Asnat, anak Potifera, imam di On, kepadanya menjadi isterinya. Demikianlah Yusuf muncul sebagai kuasa atas seluruh tanah Mesir.

    41:46. Yusuf berumur tiga puluh tahun ketika ia menghadap Firaun, raja Mesir itu. Maka pergilah Yusuf dari depan Firaun, lalu dikelilinginya seluruh tanah Mesir.

    MENGELOLA NEGERI

    Saat itu, status Yusuf masih narapidana. Namun karena hikmatnya, ia dapat berdiri di hadapan Firaun dan para pegawainya. Raja yang putus asa karena tak seorang ahli pun tahu makna mimpinya (ayat 24), kini mendapat jawaban hebat dan tepat dari narapidana Ibrani ini. Yusuf mengartikan mimpi Firaun bahwa akan ada 7 tahun kelimpahan dan 7 tahun kelaparan. Namun, ia juga segera memberi jalan keluarnya: sebagian hasil bumi harus disimpan dalam lumbung selama masa kelimpahan, agar di masa kesusahan ada persediaan. Agaknya Yusuf layak disebut ahli ekonomi dan ahli strategi sosial.

    Ternyata, berada di negeri asing tak menghalangi kecemerlangan hikmatnya. Ia menabrak batas politis. Dalam tahuntahun berikutnya Yusuf menunjukkan bahwa pilihan Firaun tidak salah. Ia terbukti mumpuni (ayat 53-57). Ini menarik untuk direnungkan. Bukan hanya peningkatannya dari narapidana ke penguasa Mesir, melainkan juga sikap Yusuf yang sungguh memberikan hati untuk mengelola tugas berat di tanah asing. Dengan itu, ia pertama-tama berguna bagi Mesir. Namun kemudian, ia juga berguna bagi Israel, yang pada masa kelaparan tertolong oleh kemakmuran Mesir.

    Yusuf melihat bahwa hidupnya yang naik turun-dijual sebagai budak, masuk penjara, sengsara, hingga dimuliakan di Mesir-sebagai karya Allah: “sebab untuk memelihara kehidupanlah Allah menyuruh aku mendahului kamu” (45:5). Mari belajar dari Yusuf yang mengelola hidup demi membawa sejahtera bagi orang lain, masyarakat, dan bangsanya. Mari gunakan hikmat yang Allah karuniakan kepada kita dalam bidang masing-masing, untuk memberkati komunitas di tempat kita hidup -DKL

    DI MANA KITA HIDUP
    DI SITULAH KIRANYA TUHAN DIPUJI-PUJI

    Sumber : www.sabda.org