HATIKU PERCAYA

Jumat, 14 Mei 2010

Bacaan : Daniel 6:11-24

6:11. (6-12) Lalu orang-orang itu bergegas-gegas masuk dan mendapati Daniel sedang berdoa dan bermohon kepada Allahnya.

6:12 (6-13) Kemudian mereka menghadap raja dan menanyakan kepadanya tentang larangan raja: “Bukankah tuanku mengeluarkan suatu larangan, supaya setiap orang yang dalam tiga puluh hari menyampaikan permohonan kepada salah satu dewa atau manusia kecuali kepada tuanku, ya raja, akan dilemparkan ke dalam gua singa?” Jawab raja: “Perkara ini telah pasti menurut undang-undang orang Media dan Persia, yang tidak dapat dicabut kembali.”

6:13 (6-14) Lalu kata mereka kepada raja: “Daniel, salah seorang buangan dari Yehuda, tidak mengindahkan tuanku, ya raja, dan tidak mengindahkan larangan yang tuanku keluarkan, tetapi tiga kali sehari ia mengucapkan doanya.”

6:14 (6-15) Setelah raja mendengar hal itu, maka sangat sedihlah ia, dan ia mencari jalan untuk melepaskan Daniel, bahkan sampai matahari masuk, ia masih berusaha untuk menolongnya.

6:15 (6-16) Lalu bergegas-gegaslah orang-orang itu menghadap raja serta berkata kepadanya: “Ketahuilah, ya raja, bahwa menurut undang-undang orang Media dan Persia tidak ada larangan atau penetapan yang dikeluarkan raja yang dapat diubah!”

6:16 (6-17) Sesudah itu raja memberi perintah, lalu diambillah Daniel dan dilemparkan ke dalam gua singa. Berbicaralah raja kepada Daniel: “Allahmu yang kausembah dengan tekun, Dialah kiranya yang melepaskan engkau!”

6:17 (6-18) Maka dibawalah sebuah batu dan diletakkan pada mulut gua itu, lalu raja mencap itu dengan cincin meterainya dan dengan cincin meterai para pembesarnya, supaya dalam hal Daniel tidak dibuat perubahan apa-apa.

6:18. (6-19) Lalu pergilah raja ke istananya dan berpuasalah ia semalam-malaman itu; ia tidak menyuruh datang penghibur-penghibur, dan ia tidak dapat tidur.

6:19 (6-20) Pagi-pagi sekali ketika fajar menyingsing, bangunlah raja dan pergi dengan buru-buru ke gua singa;

6:20 (6-21) dan ketika ia sampai dekat gua itu, berserulah ia kepada Daniel dengan suara yang sayu. Berkatalah ia kepada Daniel: “Daniel, hamba Allah yang hidup, Allahmu yang kausembah dengan tekun, telah sanggupkah Ia melepaskan engkau dari singa-singa itu?”

6:21 (6-22) Lalu kata Daniel kepada raja: “Ya raja, kekallah hidupmu!

6:22 (6-23) Allahku telah mengutus malaikat-Nya untuk mengatupkan mulut singa-singa itu, sehingga mereka tidak mengapa-apakan aku, karena ternyata aku tak bersalah di hadapan-Nya; tetapi juga terhadap tuanku, ya raja, aku tidak melakukan kejahatan.”

6:23 (6-24) Lalu sangat sukacitalah raja dan ia memberi perintah, supaya Daniel ditarik dari dalam gua itu. Maka ditariklah Daniel dari dalam gua itu, dan tidak terdapat luka apa-apa padanya, karena ia percaya kepada Allahnya.

6:24 (6-25) Raja memberi perintah, lalu diambillah orang-orang yang telah menuduh Daniel dan mereka dilemparkan ke dalam gua singa, baik mereka maupun anak-anak dan isteri-isteri mereka. Belum lagi mereka sampai ke dasar gua itu, singa-singa itu telah menerkam mereka, bahkan meremukkan tulang-tulang mereka.

HATIKU PERCAYA

Lagu Hatiku Percaya yang dinyanyikan Edward Chen, memang berlirik singkat, tetapi sangat berkesan bagi saya: Saat ku tak melihat jalan-Mu/Saat ku tak mengerti rencana-Mu/Namun tetap kupegang janji-Mu/Pengharapanku hanya pada-Mu/Hatiku percaya/Hatiku percaya/Hatiku percaya/S’lalu kupercaya. Lagu ini berkonteks pada kondisi tak menyenangkan dalam hidup, di mana sepertinya tidak ada pertolongan Tuhan sama sekali.

Seperti situasi Daniel. Ketika dengan kedengkian, para lawan mendakwa Daniel melanggar larangan raja, nyawanya seketika terancam. Saya menduga-duga isi pikirannya saat itu. Mestinya wajar jika ia berharap raja menolongnya. Raja menyukai Daniel karena kepandaiannya, dan berharap banyak terhadapnya (ayat 4). Raja sayang kepadanya (ayat 15, 19-21). Namun, undang-undang mengikat raja, sehingga tak dapat membatalkan hukuman itu (ayat 16-18). Wajar juga jika Daniel mengharap mukjizat, agar ia terhindar dari hukuman. Sayang, tak juga ada pertolongan atau pembelaan dari siapa pun. Daniel harus masuk ke liang singa lapar. Namun, Daniel tetap percaya. Saat larangan berdoa pada pihak selain raja diumumkan, Daniel justru kembali berdoa (ayat 11). Ketika raja menyerah tak dapat menolong, ia patuh melangkah ke lubang hukuman. Ia tak henti percaya. Dan itu membuat Daniel memperoleh hidupnya lagi (ayat 24)!

Jika suatu kondisi tak menyenangkan harus kita alami, tak perlu mengharap pertolongan manusia. Justru dalam kondisi tak-seorang pun-dapat-menolong, Yesus sangat layak kita percayai. Walau bukan untuk membuat mukjizat yang seketika melepas kita dari kesesakan. Mintalah kekuatan dan kesabaran menjalaninya. Seperti Daniel. –AW

KETIKA KONDISI BENAR-BENAR MEMBUAT ANDA TERJEPIT

HANYA YESUS YANG MASIH MAMPU MENDENGAR ANDA MENJERIT

Sumber : www.sabda.org

Iklan